Unand tempo doeloe

Gambar

peresmian Unand Andalas 13 September 1956 ( 8 Sjafar 1376) di Bukittinggi

Gambar

Iklan

Ma’had

Gambar

Suatu tempat untuk menuntut ilmu agama. Meski dengan banyak pendiri, metode, lokasi serta kurikulum. Namun, dari sekian jenis banyak ma’had di Indonesia, ada beberapa ma’had yang memiliki pola kurikulum yang sama dengan investor yang sama juga tapi berada di berbagai daerah di Indonesia. Setauku investor utama untuk ma’had yang akan disebutkan ini adalah Mohammad Toyyeb Al Khoory, dan biasa di panggil khoori. Untuk profil singkatnya bisa baca kembali di https://zurrahmah.wordpress.com/

Dan berikut ma’had-ma’had yang didirikan berkat jasa beliau

  1. Ma’had  Utsman Bin Affan, Jakarta. Ma’had ini khusus buat cowok. Kalo ga salah lokasinya dekat TMII. Telp (021) 8448494
  2. Ma’had Dzin Nurain, Jakarta. Telp (021) 7496615. Kalo yang ini khusus buat cewek. Waktu tahun 2012 ama kesana alamat di brosur yang ama punya dengan yang sebenarnya ternyata berbeda. Setelah di cek, katanya pindah gedung. Jadinya, tetap masuk ke kampus Muhammadiyah dulu baru bisa ketemu. Dan setelah beberapa ma’had yang ama kunjungi, hampir semua gedung ma’had berada di lokasi paling akhir dari kampus Muhammadiyah. Meski gedungnya memang terpisah, tapi ternyata selalu di yang paling ujung. Mungkin maksudnya biar anak ma’had aman, tapi kalo diperhatikan kembali, malah siswa ma’had jadi lebih banyak berkeliaran di jalan. Karena gedungnya paling jauh, tentu saja mereka paling banyak melewati gedung-gedung yang lain. Beserta dengan manusianya. Sangat sedikit mahasiswa ma’had yang berkendara saat ke ma’had. Umumnya yang daftar kesini berasal dari kelas ekonomi ke bawah, meski tidak semua.
  3. Ma’had Al Imarat, Bandung. Telp (022) 5223908
  4. Ma’had Abu Bakar As Shiddiq, Surakarta. Telp (0271) 730278
  5. Ma’had Ali Bin Abi Thalib, Yogyakarta. Telp (0274) 7104849
  6. Ma’had Umar Bin Khattab, Surabaya. Telp. (031) 8791791
  7. Ma’had Al Birr, Makassar. Telp. (0411) 881584
  8. Ma’had Abu Ubaidah, Medan. Telp. (061) 0623301
  9. Ma’had Abdurrahman Bin Auf, Malang. Telp. (0341)531430
  10. Ma’had Sa’d Bin Abi Waqqash, Palembang. Telp (0711) 512138
  11. Ma’had Thalhah Bin Ubaidillah, Palu. Telp. (0451) 428801
  12. Ma’had Khalid Bin Walid, Mataram. Telp. (0370) 628450
  13. Ma’had Az Zubair Bin Al Awwam, Padang. Telp. (0751) 8283811
  14. Ma’had Hasan Bin Ali, Samarinda. Telp. (0541) 7790494
  15. Ma’had Said Bin Zaid, Batam. Telp. (0778) 7858995
  16. Ma’had Husain Bin Ali, Gorontalo
  17. Ma’had Bilal Bin Rabah, Sorong

Dari sekian banyak cabang ma’had di Indonesia, Ma’had Dzin Nurain, Sa’ad Bin Abi Waqqosh, Zubair Bin Al Awwam dan Khalid Bin Walid lah yang pernah ama datangi. Niat awalnya sama, pengin nuntut ilmu disana. Tapi setelah cek lokasi untuk menyakinkan diri hanya di Zubair Al Awwam saja yang pernah ama mengenyam ilmu disana. Kalo yang di Jakarta waktu itu karena alasan jauh. Ternyata disini ga punya asrama yang milik ma’had. Asramanya milik Muhammadiyah, jadi mahasiswa Muhammadiyah lah yang diutamakan. Sedangkan rumah ante di manggarai, naik busway plus bus n angkot tiap hari ke ciputat bagi ama ga masalah, tapi tidak bagi apa. Capek di jalan ntar badan ujungnya. Mo ngekos disana tentu saja mahal. Belum lagi beli peralatan dan perabot pendukung lainnya. Akhirnya batal deh. Tapi ga masalah, karena selain izin dari orang tua, gedung ma’hadnya juga paling jauh dan paling tinggi. Hmm, sepertinya kurusan sendiri jadinya kalo tiap hari naik turun tangga tiga lantai, belum lagi jalan kaki yang cukup jauh karena lokasinya yang dipedalaman.

Selanjutnya Ma’had Khalid Bin Walid. Awalnya tidak ada niat juga kuliah disana. Beberapa saat di Mataram mulai terasa banyak waktu luang dan berkenalan dengan teman yang juga kuliah di ma’had akhirnya kami pun mencoba mengunjungi gedungnya. Dan seperti yang lainnya, gedungnya jauh di belakang. Kalau kita pemula yang datang kesana selalu bingung. Belum tahu medan lokasi dan tidak ada peta. Jadi meskipun tahu paling ujung, tapi ujung dari jalan yang mana juga bikin bingung. Akhirnya ketemu juga yang gedung ma’had. Lagi-lagi kantornya di lantai atas. Karena datang untuk daftarnya disaat yang lain mau ujian, akhirnya tidak jadi lagi kuliah disana, ditambah dengan alasan izin orang tua.

Dan di Ma’had Az Zubair Bin Al Awwam lah akhirnya ama merasakan nikmatnya belajar agama. Hehehe, maklum waktu kecil sering merasa bahwa sekolah agama itu cenderung kurang bagus mutunya, makanya lebih sering milih sekolah negeri. Ternyata disini tidaklah demikian. Para ustadzah yang baik hati yang mengajar dari hati lah yang ama temukan. Meski ternyata akhirnya memilih mundur karena alasan kurang cocok dengan lingkungan dan alasan pribadi lainnya. Namun setidaknya disinilah ama mulai mengenal Bahasa Arab. Cara menuliskannya, membacanya, mendengarnya. Kalo diibaratkan jenjang pendidikan formal, maka tahap SD dilewati di ma’had ini.

Untuk Ma’had Sa’ad Bin Abi Waqqosh ternyata lokasinya cukup mudah di jangkau,13 Ulu,  Plaju.  Maklum, untuk pendirian ma’had-ma’had ini tentunta bekerjasama dengan pihak Muhammadiyah. Jadi kalau mau mencari lokasi ma’had-ma’had di atas cukup mudah. Cari saja dimana kampus Muhammadiyah, meski ternyata yang ini cukup susah. Tapi kalau sudah ketemu kampus Muhammadiyah, silahkan berkeliling, karena di ujunglah lokasi ma’had berada. Dan dari beberapa ma’had yang telah dikunjungi, kecuali di Palembang, maka lokasi ma’had bukanlah dekat perkotaan. Seperti di Jakarta, tak cukup satu kendaraan untuk ke Ciputat, apalagi ke kampus. Di Mataram lebih susah lagi, kendaraan umum cukup terbatas sedangkan lokasi ma’hadnya tidak terjangkau kendaraan umum. Jadi kalo tidak memiliki motor maka sepedalah yang menjadi alternative kesana. Cukup melelahkan. Di Padang tak kalah susahnya. Lokasi Pasir Kandang itu cukup tersembunyi. Kebanyakan warga yang tinggal disana juga tidak tahu. Padahal sudah dekat komplek perumahan Singgalang lokasi Ma’had Az Zubair. Tapi karena memang bukan kampus populer, meskipun sudah dekat komplek dan sering dilewati kebanyakan orang tidak memperhatikannya. Jadinya saat dulu membawa teman ke kosan biasanya dijemput langsung kerumahnya biar tahu naik angkot Singgalang itu yang mana, atau kalau naik angkot lubuk buaya dan bus kota turunnya ntar dimana. Meski jauh, meski sering banjir jalan kesana, meski rupiah pun cukup banyak untuk ongkos main ke Unand, meski terkadang menguras air mata, ku bersyukur pernah belajar disana. Meski hanya pada tahap pemula. Semoga kelak bisa dilanjutkan.

Istimewanya ma’had ini diantaranya membuka pendaftaran 2 x dalam setahun. jadi kalau belum bisa mendaftar di bulan Januari, daftar saja setelah Lebaran Idul Fitri atau bulan Agustus. dan biasanya semua ma’had ini biaya pendidikannya gratis (kecuali warga kota bersangkutan, kalau dari daerah biasanya gratis). Belajarnya juga teratur, setiap hari Senin-Jum’at, jam 08 pagi hingga adzan zhuhur berkumandang. Rutin, jadi bisa memperkirakan aktivitas lainnya dalam ritme yang teratur. tenaga pengajar pun alumnus timur tengah, jadi bisa juga dapat informasi tentang negara tempat ia menuntut ilmu beserta kebiasaan masyarakat setempat, dan tidak dibatasi umur. siapapun boleh ikut. Jadinya terkadang ustadzahnya bisa jadi lebih muda dari kita, karena banyak kok para ibu, nenek yang juga bersemangat menuntut ilmu disana, malu dunk kita yang muda kalau merasa loyo 🙂

 

Ada khoory di Ma’had Az Zubair Al Awwam Padang

Gambar

Bagi pengurus Muhammadiyah atau warga yang pernah bergabung dalam berbagai bentuk pelayanan bidang  sosial di organisasi yang didirikan oleh K. H. Ahmad Dahlan ini tentu tidak asing dengan sosok Khoory. Tentu saja, Mohammad Toyyeb Al Khoory atau yang biasa di panggil dengan Khoory ini adalah sosok di belakang layar tetap eksisnya pendanaan di banyak bidang organisasi ini. Sebut saja pembangunan mesjid, panti asuhan Aisyah, universitas Muhammadiyah serta ma’had yang bekerjasama dengan Muhammdiyah adalah bentuk fisik dari banyaknya bantuan uang yang diberikan Khoory. Bagi yang sudah pernah bertemu dengan beliau tidak akan pernah menyangka sosok yang penampilannya sederhana ini adalah salah satu orang terkaya di negara Burj Of Dubai. Khoory yang berasal dari negara yang terkenal dengan aneka bangunan yang termewah, terindah, tertinggi, termahal di dunia ini ternyata begitu royal menghabiskan uangnya  untuk amal jariyah, puluhan milyar setiap tahunnya atau sekitar 33 milyar ia beserta rekannya kirimkan untuk pendanaan berbagai kegiatan operasional di Muhammadiyah serta keberlangsungan lembaga pendidikan bahasa arab  atau ma’had  yang ada sebanyak enam belas cabang di seluruh indonesia. Dan bagi pelajar yang ingin menuntut ilmu disana tidak akan di minta biaya pendidikannya karena semuanya sudah dibiayai oleh Khoory. Bahkan di beberapa daerah juga disediakan asrama beserta fasilitasnya untuk para pelajar. Tentunya biaya puluhan milyar yang ia berikan bukan hasil korupsi atau dengan cara menzalimi orang lain.  Tamatan dari manajemen di universitas di Amerika serikat ini memang terkenal dengan berbagai usaha yang ia kembangkan, seperti perhotelan, showroom mobil, . meskipun semester kemarin sudah bertemu dengan Khoory, namun pada semester ini akan lebih special, karena Khoory akan membawa serta istri dan anak-anaknya. Karena sudah menjadi rahasia umum juga, kalau orang timur tengah selalu menghabiskan liburan musim panas mereka untuk berpergian ke Negara lain. Dan spesialnnya kota yang akan dijadikan tujuan liburan musim panas khoory dan keluarga adalah propinsi Sumatera barat. Tentunya juga ingin bersilaturrahim dengan mahasiswa yang belajar di ma’had yang ia biayai. Tapi untuk kali ini khoory hanya akan berjumpa dengan Banat, karena permintaan keluarganya. Ingin melihat langsung sosok khoory yang tetap sederhana walaupun konglomerat? Silahkan datang ke Ma’had az zubair pada tanggal 30 Juni 2012.

Yuk Nongkrong Sejenak

Secara Unand itu luas banget baik lahan maupun gedung-gedungnya, ga salah dong kalo kampus ini selalu rame dikunjungi, meskipun almanak itu berwarna merah. Emang pada ngapain sih mereka ke Unand? tentu saja banyak alasan ngapelin kampus “markas power ranger” ini. Bagi yang merasa memiliki hunian kedua setelah rumah or kosnya masing-masing biasanya kunjungan ke sekre yang berbuntut penginapan di UKM menjadi salah satu alasan tersendiri. Bagi yang doyan refresing mengunjungi hutan Unand juga ga kalah serunya. Siapkan saja waktu berlebih utnuk menyusuri setiap jejak yang tlah dilewati, maka akan lahirlah sensasi tersendiri yang tak semua orang pengin mencobanya. Males ah jalan-jalan. Yo wis, nongkrong sejenak yuk. ne beberapa tongkrongan yang lumayan sejuk di Unand

Bundaran RektoratGambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gazebo yang cukup banyak dijumpai

Gambar

Kalo lagi rapinya, berada di kampus itu cukup menyenangkan

Gambar

Dengan gedung F yang menjadi andalan kami kalo lagi ngumpul-ngumpul

Gambar

Kalo dah sore menjelang maghrib, biasanya bus kampus udah mulai jarang lewat. so angkot hijau inilah harapan yang di nanti

 

Rehat sejenak bareng teman2 nungguin mobil kampus lewat

Gambar

Nanggung ah, main ke Batu Busuak aja sekalian

Gambar

Bisa sambil main air

Gambar

Bisa liat sawah yang lagi di panen jugaGambar

capek? rehatkan diri di Masjid juga bisa. Lagian sekarang Masjid Nurul Ilmi kan udah di perluas, jadi rame-rame pun datang ke masjid ga masalah tuh.
Gambar

 

Tausiyah untuk pengurus FSI FE UA 2009/2010 pada acara pleno pengurus, 24 Oktober 2010

 

Segala puji bagi Allah yang mengutuskan para Rasul-Nya dengan membawa keterangan dan petunjuk. Tujuannya agar mereka mengeluarkan manusia daripada kegelapan kepada cahaya, dan menunjukkan kepada mereka jalan Allah Yang Maha Agung lagi Terpuji. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada imamnya para muttaqin, pemimpin para mujahid, junjungan kami Muhammad saw.; sebagai nabi yang ummi. juga semoga tercurahkan kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya hingga hari Kiamat.

 Ikhwah dan akhwat fillah

Sesungguhnya perjalanan sebuah dakwah adalah perjalan yang penuh rintangan dan menghadapi banyak tantangan (aqobat). Dengan demikian, dapat dipahami, bahwa jika ada orang-orang yang keberatan atau menolak kebenaran yang kita sampaikan (meskipun kita menyampaikan kebenaran itu dengan lapang dada dan sifat lunak), itu adalah hal yang lumrah dan biasa terjadi. Karena persolan hidayah terletak pada Allah.

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (Q.S. Al Kahfi:17)”

Kita tahu bahwa perjalanan dakwah dalam rangka menegakkan kalimat Allah adalah jalan yang paling mulia yang diperankan oleh seorang muslim dalam hidupnya.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata :” Sesungguhnya aku termassuk orang-orang yang berserah diri”. (Q.S Fusshilat:33)

Nah, untuk menghadapi berbagai bentuk rintangan dan tantangan dalam perjalanan dakwah, baik berasal dari luar diri kita seperti penolakan dakwah dari keluarga atau luar keluarga, ataupun dari dalam diri kita berupa munculnya sifat kelesuan dan kebosanan (futur), sifat sombong, merasa paling benar dan merasa telah menunaikan kewajiban, riya’, dan lainnya. Semuanya ini memerlukan semacam benteng kekuatan dan kebersihan jiwa (tarbiyah ruhiyah) yang perlu kita siapkan di samping perlu juga menyediakan ilmu yang memadai. Proses pembentukan kekuatan dan kebersihan jiwa atau hati disebut dengan tazkiyatunnafsi menurut Al Qur’an, al ihsan menurut hadist nabi, atau tasauf menurut orang yang menekuni dunia tarekat, meskipun ada juga ajaran tasauf yang menyimpang dalam prakteknya.

Salah satu prinsip dasar dakwah kita, yaitu sumber daya atau aset utama dakwah adalah kekuatan kadernya. Kekuatan kader terletak pada berbagai potensi dan energi aktual yang dimiliki secara utuh dalam berbagai aspeknya; ruhiyah, ubudiyah, fikriyah, ilmiyah, manhajiyah, harakiyah, jasadiyah, fanniyah (seni-rasa), mihaniyah (ketrampilan), iqtishadiyah (ekonomi) dan juga maliyah (keuangan). Aspek yang paling penting dari semua aspek yaitu aspek ruhiyah-ubudiyah. Kenapa demikian? Karena dengan kokohnya aspek ruhiyah-ubudiyah kader, maka berbagai upaya konsolidasi aspek-aspek lainnya akan menjadi mudah. Mengapa demikian? Karena setiap kader memiliki energi internal yang baik dan kuat yang berasal dari intensitas hubungan mereka dengan Allah SWT.

Namun belakangan ini muncul fenomena kekeringan ruhiyah (al-jaaf ar-ruhiy) di sebagian kalangan kader. Ini bisa dilihat dari lemahnya semangat menyambut dakwah. Bersemangat dalam menyambut panggilan da’wah menunjukkan adanya keseriusan (jiddiyah) karena keseriusan adalah salah satu ciri kader militan. Keimanan seseorang belum sempurna kecuali apabila mendengar panggilan Allah dan Rasul-Nya segera menyambut panggilan tersebut dengan senang hati dan penuh semangat, Al-Qur’an mengingatkan kita tentang hal itu

“Hai orang–orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”. (Al-Anfal :24 ).

Kader da’wah apabila mendengar panggilan da’wah ia sambut dengan kata-kata “sam’an wa tha’atan” (kami dengar dan kami taati) “labaik wa sa’daik” (kami siap melaksanakan perintah dengan senang nati). Para sahabat Rasul di saat menjelang perang Badar, ketika Rasul ingin mengetahui kesiapan mereka untuk perang menghadapi musyrikin Quraisy, mengingat tujuan awal mereka bukan untuk perang tetapi untuk menghadang kafilah dagang yang dipimpin oleh Abu Sufyan, namun kafilah itu berhasil meloloskan diri dari hadangan kaum muslimin, maka Rasul bermusyawarah dengan mereka tentang apa harus dilakukan.

Dari kalangan Muhajirin Abu Bakar dan Umar bin Khattab menyambut baik untuk terus maju ke medan pertempuran. Sedangkan Miqdad bin `Amru mengatakan :

“Wahai Rasulullah, laksanakanlah apa yang telah diberitahukan Allah kepadamu, kami tetap bersamamu. Demi Allah kami tidak akan mengatakan kepadamu seperti apa yang dikatakan Bani Israel kepada Nabi Musa,yaitu “Pergilah kamu bersama Rabbmu dan berperanglah, kami tetap duduk di sini”. Tetapi yang kami katakan kepadamu adalah : “Pergilah kamu bersama Rabbmu dan berperanglah, kami ikut berperang bersamamu”. Demi Allah yang mengutusmu membawa kebenaran, seandainya kamu mengajak kami ke Barkul Ghimad (suatu tempat di Yaman, red ) pasti kami tetap mengikutimu sampai di sana.

Setelah sahabat Muhajirin, sahabat Anshar yang diwakili oleh Sa’ad bin Mu’adz menyampaikan sikapnya :

“Kami telah beriman kepadamu dan kami bersaksi bahwa apa yang kamu bawa adalah benar, atas dasar itu kami telah menyatakan janji untuk senantiasa taat dan setia kepadamu. Wahai Rasulullah lakukanlah apa yang kau kehendaki, kami tetap bersamamu.Tidak ada seorangpun diantara kami yang mundur dan kami tidak akan bersedih jika kamu menghadapkan kami dengan musuh esok hari. Kami akan tabah menghadapi peperangan dan tidak akan melarikan diri. Semoga Allah akan memperlihatkan kepada kamu apa yang sangat kamu inginkan dari kami. Marilah kita berangkat untuk meraih ridha Ilahi.

Dalam riwayat lain, bahwa Saad bin Muadz berkata kepada Rasulullah,

“Barang kali kamu khawatir jika kaum Anshar memandang bahwa mereka wajib menolongmu hanya di negeri mereka. Saya sebagai wakil kaum Anshar menyatakan, jalankan apa yang kau kehendaki, jalinlah persaudaraan dengan siapa saja yang kau kehendaki dan putuskanlah tali persaudaraan dengan siapa saja yang kau kehendaki. Ambillah harta benda kami sebanyak yang kau perlukan dan tinggalkanlah untuk kami seberapa saja yang kamu sukai, apa saja yang kau ambil dari kami itu tebih kami sukai daripada yang anda tinggalkan. Apapun yang kamu perintahkan maka kami akan mengikutinya, demi Allah jika kamu berangkat sampai ke Barkul Ghimad kami akan berangkat bersamamu, demi Allah seandainya kamu menghadapkan kami pada lautan kemudian kamu terjun ke dalamnya maka kamipun akan terjun ke dalamnya bersamamu. (Rakhikul Makhtum 285-286 ).

Hasan Al-Banna berkata da’wah pada tahap pembinaan (takwin) shufi disisi ruhiyah dan askari (kedisiplinan) dari sisi amaliyah (operasional), slogannya adalah amrun wa thoatun (perintah dan laksanakan ) tanpa ada rasa bimbang, ragu, komentar, dan rasa berat’. (Risalah Pergerakan 2).

Ada Empat Aspek dalam Ruhul Istijabah

1. Istijabah Fikriyah (Menyambut dengan pikiran /dengan sadar).

Kader da’wah ketika mendapat tugas dari Murobbi, Pembina, maupun Qiyadah tidak hanya sekadar melaksanakan perintah dan tugas, tetapi ia sadar betul apa yang dikerjakannya adalah dalam rangka taat kepada Allah dan meraih ridho-Nya, bila dilakukan mendapat pahala dan bila tidak dilakukan dosa.

Karena itu para kader da’wah harus memahami, bahwa melaksanakan perintah dan tugas yang datang dari Murobbi, Pembina atau Qiyadah dalam rangka taat kepada Allah. karena Allah telah mewajibkan taat kepada pemimpin:  “Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul serta (taatilah) pemimpin kamu… ” (An-Nisaa:59).

Demi laksananya tugas secara maksimal maka seorang kader selalu memikirkan tentang bagaimana cara melaksanakan tugas dengan baik, maka ia harus memperhatikan waktu, cara dan sarana yang tepat sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai perintah, rencana, tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan. Bahkan harus memiliki kemampuan memberikan saran, pendapat dan dan pandangannya demi terselenggaranya program dengan baik, seperti yang dilakukan oleh sahabat Habab bin Al Mundzir ketika mengusulkan tempat yang strategis untuk posisi pasukan kaum muslimin pada perang Badar.

Habab berkata, “Wahai Rasulullah, apakah dalam memilih tempat ini anda menerima wahyu dari Allah sehingga tidak dapat diubah lagi, ataukah strategi perang? Rasulullah menjawab, tempat ini kupilih berdasarkan strategi perang”. Kemudian Habab berujar kembali “Wahai Rasulullah tempat ini tidaklah strategis. Ajaklah pasukan pindah ke tempat air yang terdekat dengan musuh. Kita membuat markas di sana dan menutup sumur-sumur yang ada di belakangnya, kemudian kita buat kubangan dan kita isi dengan air hingga penuh. Dengan demikian kita berperang dalam keadaan mempunyai persediaan air minum”. Rasulullah menjawab, “Pendapatmu sungguh baik”. Begitu pula, pada saat pasukan koalisi, yang terdiri dari kaum Musyrikin, bangsa Yahudi dan orang-orang Munafik menyerang Madinah, sahabat Salman Al-Farisi menyampaikan usulannya kepada Rasulullah yaitu menggali parit di sekeliling Madinah, kemudian Rasulullah menerima usulan tersebut dan menjadi strategi perang yang ditetapkannya sehingga perang itu diberi nama dengan perang Khandak (parit). Pada perang Qodisiah, perang antara tentara pasukan Persia, yang terjadi di Irak pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, Qoqo bin Amr terus berpikir untuk menaklukkan pasukan bergajah yang menjadi andalan pasukan Persia. Sampai akhirnya Qoqo mendapatkan sebuah ide, untuk membuat patung gajah, agar kuda-kuda milik kaum Muslimin terbiasa melihat gajah sehingga ketika kuda-kuda itu berhadapan dengan gajah-gajah yang sebenarnya, tidak takut menghadapinya. Ternyata ide Qoqo ini menghasilkan buah. Pada perang Qodisiah tentara kaum Muslimin berhasil menaklukan tentara Persia yang mengandalkan pasukan bergajahnya. Khalifah Umar bin khattab pernah berucap, “Tidak akan terkalahkan kaum muslimin selama di sana ada Qoqo bin Amr”.

Dalam surat Ar-Ra’d ayat 19 Allah mengingatkan kita akan keistimewaan orang-orang mengoptimalkan akal pikirannya: “Apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar, sama dengan orang yang buta (tidak menggunakan akal pikirannya). Hanya orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran “.

2. Istijabah Nafsiyah (Menyambut dengan perasaan/emosi).

Para aktivis dan kader da’wah bila mendapat perintah dan tugas, baik tarbawi, da’awi maupun tanzhimi harus menyambutnya dengan perasaan senang, gembira, bahagia dan bersemangat untuk melaksanakannya. Janganlah perintah dan tugas itu disambut dengan rasa berat, malas, enggan dan tidak bergairah. Apapun kondisi yang terjadi pada diri kita, baik dalam keadaan susah, berat maupun kekuatan ma’nawiyah tidak mendukung, apalagi dalam keadaan bergembira. Bila datang panggilan da’wah kita tidak boleh menolaknya atau merasa enggan dan malas memenuhnya. Allah berfirman:

“Berangkatlah kamu dalam keadaan merasa ringgan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (At-Taubah :41)”

Kemudian pada ayat yang lain Allah menjelaskan,”Hai orang-orang yang beriman apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu “Berangkatlah untuk berperang di jalan Allah”; kamu merasa berat dan ingin di tempatmu Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal keni’matan hidup di dunia itu dibandingkan dengan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu “. (At-Taubah:38-39).

Para kader yang dibina oleh Rasulullah ketika mendengar panggilan jihad mereka berlomba-lomba untuk memenuhinya dengan harapan mendapat kesempatan mati syahid di jalan Allah. Kelemahan fisik tidak menjadi alasan untuk tidak berangkat memenuhi panggilan jihad, bahkan bila mereka tidak dapat memenuhi panggilan jihad karena udzur, mereka menangis. “Dan tidak berdosa atas orang-orang yang apabila datang kepadamu sepaya kamu memberi mereka kendaraan. Lalu kamu berkata :”Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu “. Lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan”. (At-Taubah:92). Mereka begitu semangat dalam melaksanakan perintah da’wah, perintah tersebut dikerjakan dengan suka cita, riang, gembira serta bahagia, bila mereka dapat melakukannya dengan baik. Sebaliknya, mereka bersedih dan berduka cita bila tidak dapat menjalankan perintah walaupun disebabkan udzur.

3. Istijabah Maaliyah (Menyambut dengan harta).

Da’wah untuk menegakkan dinul Islam muka bumi adalah kerja besar bahkan tidak ada pekerjaan yang lebih besar darinya. Kerja besar ini membutuhkan dana yang besar pula sebagaimana lazimnya proyek besar. Dalam proyek da’wah pendanaan ditanggung oleh para da’i sendiri. Berkorban dengan harta dan jiwa sudah menjadi satu paket yang tidak boleh dipisahkan satu dari yang lainnya. Seperti apa yang Allah sampaikan dalam Qur’an, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka… ” (At-Taubah : 111).

Kemudian ayat lain Allah menjelaskan, “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan imu dari azab yang pedih? Yaitu, kamu beriman pada Allah dan RasuINya dan berjihad di jalan Alllah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (As-Shaff : 10- 11).

Kader da’wah tidak pelit dengan hartanya untuk pembiayaan berbagai kegiatan da’wah dalam da’wah para kader dan aktivis siap mengorbankan hartanya, jangan mengharapkan keuntungan materi serta harta benda dari da’wah. Khadijah isteri Rasulullah telah memberikan seluruh kekayaannya untuk kepentingan da’wah. Pada perang tabuk kaum muslimin berlomba-lomba menginfakkan hartanya dan bersodaqah. Usman bin Affan sebelumnya telah menyiapkan kafilah dagang yang akan berangkat ke Syam berupa dua ratus onta lengkap dengan pelana serta barang-barang yang berada di atasnya, beserta dua ratus uqiyyah. Setelah mendengar pengumuman Rasulullah, Usman datang pada Rasul kemudian men-shadaqah-kan semua itu. Kemudian Usman menambah lagi seratus o­nta dengan pelana dan perlengkapannya. Kemudian beliau datang lagi membawa seribu dinar diletakkan di pangkuan Rasulullah. Rasulullah memperhatikan apa yang dishadaqahkan oleh Usman itu seraya berkata:

“Apa yang diperbuat oleh Usman setelah ini, tidak akan membahayakannya”. Usman terus bershadaqah hingga jumlahnya mencapai sembilan ratus ekor o­nta dan seratus ekor kuda, belum termasuk uang. Setelah Usman selesai memberikan shadaqah, giliran Abdur Rahman bin Auf datang membawa Dua ratus uqiyyah perak, tak lama setelah AbdurRahman, datanglah Abu Bakar dengan membawa seluruh hartanya yang jumlahnya empat ribu dirham, sampai-sampai beliau tidak menyisakan hartanya untuk keluar-ganya kecuali Allah dan Rasulnya. Kemudian shahabat-shahabat yang lain berdatangan. Umar menyerahkan setengah hartanya. Al-Abbas datang menyerahkan hartanya yang cukup banyak. Thalhah, Sa’ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah semuanya datang menyerahkan shadaqahnya. Tidak ketinggalan Ashim bin Adi datang menyerahkan sembilan puluh wasaq kurma. Kemudian diikuti sahabat yang lain mulai dari yang sedikit sedikit sampai yang banyak. Sampai ada di antara mereka yang berinfaq dengan segenggam atau dua genggam kurma, karena hanya itu yang mereka mampu lakukan. Kaum wanitapun menyerahkan berbagai perhiasan yang yang mereka miliki, seperti gelang tangan, gelang kaki, anting-anting dan cincin. Tidak ada seorangpun yang kikir menahan hartanya kecuali orang-orang munafiq.

“Orang-orang Munafiq yang mencela orang-orang Mu’min yang memberi shadaqah dengan sukarela, dan merekapun menghina orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dishadaqahkan sekedar kesanggupannya”. (At-Taubah :79)

4. Istijabah Harakiyah (Menyambut dengan aktivitas)

Aktivis da’wah adalah yang orang aktif dalam kegiatan da’wah, selalu hadir dalam kegiatan da’wah dan berusaha untuk berada di barisan orang-orang mengutamakan kerja daripada berbicara. Bahkan berupaya untuk berada di garda terdepan dalam mempertahankan dan membela Islam. Perlu diingat, tugas da’wah yang diemban aktivis sangat banyak, lebih banyak dari waktu yang tersedia. Tugas-tugas itu antara lain, pertama: Kewajiban dalam Tarbiyah, tujuannya, agar kualitas dan mutu kader semakin baik. Kedua: Kewajiban dalam Da’wah, tujuannya, agar penyebaran da’wah semakin luas. Ketiga: Kewajiban yang sifatnya tanzhimiyah, bertujuan, agar amal jama’i stuktural semakin kokoh.

Bila kita pelajari siroh Nabawiyah dan siroh As-Salaf As-Shalih, kita bisa lihat, pola kehidupan mereka. Mereka lebih banyak bekerja untuk umat dibanding untuk diri dan keluarga mereka karena kesibukan yang begitu padat hampir tidak ada waktu untuk istirahat, bahkan tidak menyempatkan diri untuk istirahat. Para sahabat Rasul tidak pernah berhenti berjihad di jalan Allah, sebagian ahli sejarah mencatat sebanyak seratus kali peperangan selama sepuluh tahun Rasul di Madinah, baik yang dipimpin langsung oleh Rasul dan yang dipimpin oleh sahabatnya. Baik itu pertempuran besar maupun yangkecil, baik yang jadi maupun tidak jadi perang. Sehingga jika diambil rata, peperangan terjadi sebulan sekali, artinya mobilitas jihad sangat tinggi. Begitu pula di masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq. Peperangan dilakukan selama dua tahun tiga bulan sepuluh hari, belum lagi peperangan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid yang jumlahnya sebanyak dua puluh kali peperangan yang dilakukan terus menerus secara berkesinambungan.

Melihat kondisi saat ini, dimana tuntutan da’wah begitu besar, yang disertai ancaman global, tentu hal ini, menuntut kesungguhan, keseriusan serta mobilitas da’wah dan jihad yang tinggi, jika tidak maka kekuatan batil yang akan berkuasa di bumi ini. Dalam hal ini, Allah berfirman,

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan, ikutilah agama orang tua Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan begitu pula dalam al-Qur’an ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung”. (Al-Hajj :76 ).

Ikhwah dan Akhwat fillah, sudahkah pikiran kita terkonsentrasikan dan terfokuskan untuk memikirkan umat, memikirkan bagaimana cara yang efektif dalam melakukan da’wah untuk mereka. Sudahkah kita menyumbangkan pendapat, gagasan dan ide terbaik untuk kemajuan da’wah. Sudahkah kita mempersembahkan kreatifitas untuk pengembangan da’wah yang lahir dari hasil kajian, telaah, renungan dan evaluasi kerja da’wah saat ini?!. Sudahkah kita merasa gembira senang dan bahagia mana kala kita mendengar perintah, menerima tugas dan mendapatkan amanah da’wah.Apakah kita merasa bersedih, menangis dan merasa rugi jika kita tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik, tidak dapat ikut dalam kegiatan da’wah di saat uzur. Menyesalkah kita jika tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik ?! Sudahkah kita mengeluarkan sebagian dari rizki yang kita dapatkan untuk kepentingan da’wah. Sudahkah kita berniat dan ber-Azam untuk menginfaqkan harta kita di jalan Allah? Sudahkah kita miliki tabungan da’wah? Betulkah kita sebagai aktivis da’wah, apa buktinya? Apa kontribusi riil kita untuk da’wah? Apa prestasi da’wah kita selama ini? Sudah berapa orang yang telah kita rekrut melaui da’wah fardiyah atau da’wah jamahiriyah? sudah berapa orang kader yang kita tarbiyah? Sudahkah kita menjadikan waktu, kerja, profesi dan seluruh aktivitas kita sebagai kegiatan da’wah ?!

Ikhwah dan Akhwat fillah, keimanan kita baru diakui oleh Allah apabila ada ruhul istijabah pada diri kita, dan baru akan sempurna iman kita jika aspek-aspek istijabah itu telah terpenuhi. Allah berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan terhadap orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka sebelum mereka berhijrah, akan tetapi jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada ikatan perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan “. (Al-Anfal: 72).

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang-orang muhajirin, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan, rizki (ni’mat ) yang mulia “, (al-Anfal : 74)

Sumber: Majalah Tarbiyah Edisi 4 Th. I / Sya’ban-Ramadhan 1424 H/Oktober-November 2003 M dan sumber lainnya.

Dibalik Cerita Reunian Rabbani ’89

Mengingat

Perungurus rabbani ’89 telah bnyak yg n akan tamat

Menimbang

“ brg cpa yg merasa senang bila dimudahklan rezekix n dipanjangkan umurx, hendaklah ia menyambung hub. Kekeluargaan ( H.R MUSLIM)

Mengusulkan

Gmana klw pgrus ’89 reunian utk menjalin silaturrahim?

Saran ataupun usul dr tman2 akn mjdi referensi d angkatkan atw tdkx acra ni

  1. Laila keputrian 08527427708
  2. Ni helma 081374283499
  3. Riky 085274958313
  4. Abdu 085263824005
  5. Randi kobar 081267087884
  6. Fadil 08994677323 / 085274393800
  7. Tomi 085263778972
  8. Toni jamaad 081363942118
  9. Dedet 085274617253
  10. K dina 085274570120
  11. Ni anggi 085263220404
  12. Dendi 081363967857
  13. Titi 081374936937
  14. Dian 085274235017
  15. Titin 085274231747
  16. Mutia 085263039113
  17. Indra 085263616531
  18. Ni rina rmc 085263208092
  19. Luthfi 085274353629
  20. Rika keputrian 081374537503
  21. Ni via 081363386615
  22. Uul 085263232311
  23. Very kestari 085274471491
  24. Kak ria danus 085274063279
  25. Kak dina 085274570120
  26. Iis 085274491493
  27.  Ryka 081374702600
  28. Beny 085265214996

Yang setuju

  1. Ryka nofri. Setujuuu bgt ma.. kpn?
  2. Setujuuuuu. 081374936937
  3. Dendi. Aslmkm. Wah boleh juga tuh.. tapi ana sampai sekitar bulan juli kmgkinan tdk ada dipadg. Titip salam se ke saudara2ku rabbani ’89-ers
  4. Af1, s7. Tp kpn n dmana? 085263208092
  5. Abdu. Waalkmslm kl ane sepakat2 aja, yg penting agnd acranya menarik, sedrhana, dan berkesan. Afwan ini nmr siapa?
  6. Beny. Spakat diadakan dgn tujuan merefresh kmbli ukhuwah rbbni 89, usulan agenda : pmbtukan ktua alumni dgn ketum ( akhina riki perdana) sbg ketuanya, ditunggu info selanjutnya

Dian. Waslm. Yup. Sepakat u/ d angkatkn. Tp setting acranya hrus menarik.. ex : rihlah

Ario. Afwan br dblz smsnya. Sepakat diadakan..

Restu. Wah, kord hujan ’89 braksi, stlh bgtu lamax vakum, akhrx braksi kembali…

Spkat . mkn kyak ifthor jama’I gtu..

085274958313.siip stuju bget, syukrn atas usulany yg bgus, w3

0813686615. Sdraku yg qcinati krn Allah.. afwan ne no siapa? Bgn ana stj sekali usulan Ini,. Krna kagen bertemu n berkumpul dgn antum semua. Tp ana, gak tau kpn bs ngumpulnya krna sekarg l ngajar d sd.. blm tau bs lbr atw gak.. tp kmungkinan akhir juni.. wallahualm..

081363942118.W3. Tafadol aje, ane doain aj supay acarnya berjaln dg lancer. Af1 salam buat akhwat nen ikhwan yg lain. Jazklh

Dari pooling yg masuk semuax setuju klw R’89 ngumpul lg, tp tdpat perbedaan waktu n agnda yg diangkatkan. Olh sebab itu klw qt r4 pleno j gmana? Usul senin depan ba’da ashar di muttaqin. Agenda penentuan agenda reunion, cpa pjx, dmana n kpan waktux n d tu2 p dgn ifthor jama’i. pleno dipim2n lgsg oleh ketum R’89. Ad ide lain? D tgu masukanx

Restu. Asw. Klo menurut res, sebenarx pleno + ifthor bsok ( klo dstjui d adakan pleno) dah termasuk reunion. Aplgi di pimpin ketum ’89. Sblumx bleh res tw apa j usulan reunion dry g lain?

 Ni rina rmc. Af1 sebelumnya ini siapa, ana g da simpan no ini di hp.

Jiaaah, pooling yg mana nih, blum dpat tuh.. tp sbg stapp di R89 oke lah qt ikut wae, sm kkk2 n abg2 qt. ana setuju wae. Ide kering nih.. from dedet

Abdu. Wa’alaikum slam. insyaAllah ane setuju cenyo, t pane bisax hadir waktu mau ifthor jama’I  jsaja, tdk bs ikut agnda pembahsan, soalna ba’da ashar ada pertemuan pegurus KMIP

Beny. Setuju diadakan pleno dahulu untuk penetapan agenda2 tdi. Usulan waktu r4, bgmna qlo senin pagi jam 7.30 di masjd muttaqin, mengingat adany agenda siyasi sumbar, wsalm

085263778972. Ana sepakt, kalau yg lain sepakat, tlong infokan waktu n t4nya. Jzklh

085274491493. Aslmkm . Afwan baru bls, ana setuju aja dgn ada temu alumni R 89. Apapun acaranya ana spkat aja

Ario. Good idea.. lanjutkan! U r4 ba’da ashar snin ana mhon diizinkan g hadir,. Jzkk

085762106899. Assalkm. Qmq, ini ni helma. Uni sepakat klao rbni ’89 kmpl lg.

Mengingatkan lg. hr ini qt pelno RABBANI ’89 ba’da ashar d mutaqqin. R4 di pimpin ketum, notulensi r4 ketum atw kestari, dkmentasi RMC, ta’jil bendum + danus.  Sepakat?

Qt mah stuju wae, tim fs

Abdu. Klw ane stuju cenyo, mgkn ane dtgnya mau maghrib saja, krna ba’da ashar ane udah jani pertemuan dgn pengurus kmip  

Beny. Sepkt. Usulan +an syi’ar mensyiarkan acr and menhub-I anngitanya, oy ikhwan sp aj yg udh amah sms < infokan>?

Ario. Ok. Afwan ana mgkn telat hadir, kerja. Sekretaris mhn minta kestari, ato nti akhawat kondisikan ja saat r4. Jzk

Restu. Wasw. Sepakt.1 tp res sdg d Bengkulu. Izin ya. Sdg ad acra dsni..

Indra. Afwan. Ana ada jadwal di wsma hri ini.

Ni via. W3, deal.. afwan ukh ana izin ya..! skrg lg di pku. Slam utk shabat2 semua yg hadir..wslam

Afwan terlambat membalas. Ok, spakat

Toni. W3. Tafadol, salam buat smua ikhwan dn akhwat yg dtg. Oia tlg smapaikan maaf ane k smua. Jzklh

Asih. Ass. Zur ane g bisa drg r4 ya. Ane gi dikmpg skr. Tks

Mengingat tidak addax pengurus R’89 yang datg kecuali ana, so pleno tdk lg di angkatkan, aplg kptusan ttg reunianx. Sbg phak yg mjd pj koordinasi an mohon maaf ats tdk akn terwjdx silaturrahim ini. Mg pertemuan qt nantix adlh by Allah’s design bukan perencanaan kita. Afwan jiddan.