*Sajak Tuan Tanah

Alkisah
Dulu Tuan Tanah dari jauh datang ke negeri kaya
Mereka petak-petak itu negeri seenak perutnya sendiri
Ini gunung buat saya, jadilah perkebunan teh
Itu lembah buat kamu, itu kawasan buat dia
Semua dibagi-bagi, kemudian mereka tertawa bahak
Saat kita tahu tipu-tipu mereka
Kita usir itu Tuan Tanah, terbirit pulang mereka
Tapi sial, saat mereka pergi, kita sendiri justeru melahirkan
Tuan Tanah-Tuan Tanah baru yang lebih ganas dan buas
Pulau-pulau dipotong dibagi2kan menjadi konsesi kebun sawit
Pengap berjuta anak negeri karena asap, siapa peduli?
Tanah-tanah dilubangi untuk konsesi tambang
Hancur lebur semuanya, bodo amat?
Tuan Tanah baru telah tiba, mereka mencekik siapa saja
Tidak cukup tanah
Mereka sekarang mengincar lautan
Dikavling2 itu lautan, kemudian ditimbun
Ini pulau buat kamu, ini pulau buat aku, ini pulau buat dia
Kemudian mereka tertawa bahak bersulang arak
Dulu kita mengusir Tuan Tanah ini
Tapi sekarang? Bagaimana mengusirnya?
Mereka dilindungi oleh penguasa dan undang-undang buatannya
Duduk mereka di atas menara2 tinggi
Sementara penjilat, menunduk2 penuh hormat
Rela menjadi martir, membela tutup mata
Inilah sajak Tuan Tanah
Lupa sudah siapa pemilik negeri kaya ini
250 juta penduduknya, atau hanya 0,1% kapitalis
Yang mereka bisa mengatur semuanya.
*Tere Liye
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s