Peringatan HAJASA 28 April 2016 Di Nagari Sulit AIR Kab. SOLOK, West Sumatera

DSCF2622

Meski sudah berumur seabad nagari sulit air, tetapi sebagai warga sulit air banyak hal yang tak ama ketahui tentang kampung sendiri. Dan sekarang ada momen yang diselenggarakan secara lintas generasi mengenai peringatan hari jadi sulit air, sepertinya ini adalah salah satu momen terbaik ama bisa mengenal kampung sendiri. Dari berbagai informasi yang dibagikan panitia, sepertinya acaranya bakalan meriah. Karena ama bukan panitia dan bukan pula warga yang di kenal keberadaannya, tentunya menjadi penonton aktif posisi yang besok bakal ama lakukan pas pulang. Karena itu setiap informasi terkait peringatan HAJASA ini akan ama coba baca, biar acara hunting liputan untuk menambah wawasan ama surang bisa berjalan dengan baik.

Berikut penyampaian informasi terkait pelaksanaan HAJASA(HARI JADI SULIT AIR) yang di share lewat fb oleh Bapak Hamdullah Salim

Perayaan Hajasa:

30 ORANG ANGGOTA MPR-RI
AKAN HADIRI
PERAYAAN PERINGATAN HAJASA di SULIT AIR

Hari ini Rabu, malam Kamis, 6 April 2016, mulai pukul 19. 31 s/d 21.04 WIB berlangsung lagi Rapat Terbatas DPP SAS dengan Ketua Panitia HUTSA HD Dt. Endah Bongsu, bertempat di Restoran Sederhana, Garuda Tamini, Jaktim. Rapat tsb membahas tindak lanjut dukungan Kementerian Pariwisata dan MPR-RI terhadap Perayaan Hajasa, setelah Ketua Panitia siang tadi mengadakan pertemuan di Kemenpar dan MPR-RI dengan pejabat-pejabat ybs. Sebagai hasil rapat Panitia HUTSA – DPP SAS tsb, dapat saya laporkan secara singkat sebagai berikut:

1. Sesuai dengan janjinya, Kemenpar akan membantu perayaan Hajasa tsb dengan penyediaan:
a. 1 unit “sound system”;
b. Pembiayaan pentas kesenian;
c. Mendatangkan suatu Tim Kesenian dari Bukit Tinggi;
d. Pemancangan umbul-umbul kepariwisataan;
e. Pemancangan spanduk kepariwisataan;
f. Assesoris tenda
g. 200 potong kaus untuk para petugas HUTSA;
h. Biaya pemecahan rekor MURI sebesar Rp 31,5 juta.
Nilai uang dari semua bantuan yang diberikan Kemenpar tsb diperkirakan lebih dari duaratus rupiah. Belum lagi termasuk biaya perjalanan dinas pejabat yang ditunjuk bagi kesuksesan perayaan Hajasa tsb dan tindak lanjutnya nanti, seperti disampaikan pada laporan sebelumnya.

2. Pengusaha tenda Yopie RN, putera Sulit Air, akan menyumbang sebuah tenda tamu VIP dan 3 buah tenda biasa yang akan memayungi seluruh Lapangan Bola Kaki Koto Tuo dan tenda untuk memasak samba itam yang meliputi 500 tungku di Jalan Raya, depan Balai Koto Tuo. Ditambah dengan kursi tempat duduk dan pemberangkatan truk dari Jambi ke Sulit Air, pulangnya ditanggung Panitia;

3. MPR akan memberangkatkan 30 anggota MPR ditambah 125 wartawan grup MPR dan menginap di Padang. MPR menyumbang bagi makan + snack 3.000 peserta sosialisasi “4 Pilar Bangsa” dan setiap peserta juga akan diberi uang pengganti transportasi, ditambah satu tas berisi buku bacaan dan pulpen. Peserta sosialisasi “4 Pilar Bangsa” ini juga akan berasal dari nagari-nagari lainnya dari Kabupaten Solok hingga tidak usah dikuatirkan tidak akan tercapainya jumlah sebanyak itu, bahkan diperkirakan akan melebihi jumlah tsb, dan ini sudah diantisipasi oleh MPR. Kegiatan sosialisasi ini hanya akan berlangsung selama lebih kurang satu jam, yakni pada hari Sabtu, tgl 30 April 2016;

4. Dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Solok, Panitia mengharapkan bantuan 4 bus angkutan dan sebuah truk;

5. Atas pertanyaan saya, Ketua Panitia HD Dt. Endah Bongsu menjelaskan bahwa meletuskan meriam betung (malope-en mariam botuong) akan diusahakan dari semua bukit yang ada di Sulit Air. Sulit Air memiliki sekitar 20-30-an bukit. Bayangkanlah kalau dari semua bukit itu saling meletuskan meriam betung, berbalas-balasan dan bersahut-sahutan, benar-benar membayangkan suasana perang yang dahsyat!

6. Ketum DPP SAS Zarkasyi Nurdin mengatakan bahwa perayaan Hajasa yang pertama kali ini, bila dinilai dengan uang, secara keseluruhan bisa menghabiskan uang hampir satu miliar rupiah. Semua kebutuhan Panitia sekitar 80 % sudah dipenuhi, tinggal lagi sekitar 20 %. Secepatnya DPP SAS akan menemui Ketua Dewan Pembinanya Dr. Oesman Sapta untuk membicarakan kekurangan itu. Dapat ditambahkan bahwa Ketua Panitia sudah beberapa kali pulang-balik ke Jakarta, mengambil biaya perjalanan dari kantungnya sendiri atau disambilkan dari perjalanan dinasnya sebagai anggota DPRD Solok. Begitu juga rapat-rapat dan pertemuan yang diadakan, baik di Sulit Air atau Jakarta, belum ada yang diambilkan dari uang sumbangan masyarakat. Pokoknya, baik Panitia, wali nagari dan DPP SAS bertekad utk mengetatkan sekali penggunaan uang ini, hingga betul-betul dapat dipertanggungjawabkan nanti. Diingatkan pula, bahwa DPP SAS sampai sejauh ini tidak memberangkatkan rombongan ke Sulit Air dan yang dibiayai hanya beberapa orang yang betul-betul terlibat aktif dalam kepanitiaan.

7. Ketua Panitia HD Dt. Endah Bongsu pada mala ini juga kembali ke Solok karena dua rapat penting sudah menunggunya di sana besok Kamis. Tindak lanjut di Jakarta dilimpahkan kepada Ketum DPP SAS, terutama menyangkut audiensi dengan Bapak Dr. Oesman Sapta Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo.

8. Rapat ditutup pada pukul 21.04 WIB. (HS)

DSCF2661

ini lapangan Koto Tuo. sagodang ko lapangan e bisuak ka di agiah tenda. ondeh mandeh, bara lah pitih e tu. yo banyak na nyumbang sponsor e ma.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s