*Polisi? Hehehe….

Ada tetangga kalian, lapor penipuan umroh, uangnya puluhan juta raib dibawa travel abal-abal, bertahun-tahun, polisi malas menindaklanjuti. Ada tetangga kalian, lapor penipuan jual beli tanah, sertifikat palsu, bertahun-tahun lapor polisi, jalan ditempat, tidak ada tindaklanjutnya. Ribuan hal serupa terjadi di polsek, polres, polda. Kasus-kasus laporan yang mangkrak. Kita tahu sama tahu situasinya. Lah, bahkan minta surat keterangan hilang saja dimintain uang, sudah hilang dompet, masih diminta uang?

Tapi sebaliknya, lihatlah, ironisnya, penanganan kasus pimpinan KPK? Wuih, cepat sekali, ada yang melapor, hanya butuh hitungan jam malah, sudah bergerak bisa diselidiki, hingga hitungan hari kemudian, sudah ditangkap tersangkanya.

Tanyakan ke anak SD, apa tugas polisi di jalan raya, Nak? Maka saya tidak terkejut jika jawabannya: “Minta uang.” Suram sekali citra kepolisian di negeri ini. Lantas yg salah siapa? Anak SD ini? Yang menjawab polos?

Saya percaya, masih ada polisi2 yang jujur. Saya punya teman polisi, intel malah, orangnya jujur dan lurus, jangan coba-coba menyuapnya, dia akan marah semarah2nya. Dulu, kalau hang out bareng, tampilannya persis seperti anak muda lain, tidak terlihat dia intel polisi. Dan ribuan polisi2 jujur lainnya. Masih ada. Tapi mereka terbenam dalam organisasi suram tersebut. Tidak bisa bicara bebas, tidak bisa bergerak bebas.

Maka, wahai pemimpin negeri ini, yang ditangannya diletakkan mandat berkuasa, mari serius berbenah. Belajarlah dari negara lain. Georgia misalnya, berserakan tulisan tentang keberhasilan negara ini me-reformasi polisinya. Ketika presidennya berani memecat 30.000 polisi (total polisi di sana 40rb, jadi 75% dipecat). Mereka merekrut ulang anak2 muda yang jujur, gaji polisi dinaikkan berkali2, berkali2. Hari ini, masyarakat kehilangan kucing pun lapor polisi, karena mereka nyaman sekali. Silakan baca, ada banyak liputan, studi, tentang reformasi polisi negara Georgia ini.

Di Georgia, 3 bulan nyaris tanpa polisi. Awalnya, polisi mereka hanya mikir Presiden bluffing (omong besar), tapi ketika 30ribu benar2 dipecat, mau apa? Apakah 3 bulan itu negara mereka jadi chaos? Tidak sama sekali. Tentara bisa diturunkan. Kemudian mereka merekrut orang2 baru, dan 3 bulan selesai, semua kembali normal. Kemana 30ribu polisi lamanya? Entahlah. Mungkin pengangguran sekarang.

Juga silakan buka kasus di negara2 lain, sering nonton film kan? Kasus narkoba di Amerika misalnya, NYPD, LAPD, mereka berani memecat banyak polisi jika ketahuan terlibat narkoba. Jadikan tontonan itu sebagai teladan, bukan cuma hiburan sekilas.

Bagaimana membenahi polisi? Jika tidak berani memecat 75% anggotanya, maka jalan terbaik adalah dengan mulai meletakkan pimpinan atas2nya polisi yang jujur. Mak, masih banyak sekali bintang 1 atau 2 yg jujur, mereka bahkan bisa dijadikan bintang 4 dalam semalam kalau Presiden mau. Itu hak penuh Presiden. Bukan malah mengotooooot menjadikan tersangka transaksi haram 58 milyar. Apalagi malah meletakkan orang yang semangat sekali menghabisi KPK, untuk kemudian berlindung dibalik argumen: proses hukum. Hukum itu akal sehat, jika orang banyak saja tidak paham lagi arahnya, bagaimana dia akan bisa didefinisikan hukum? Rakyat kebanyakan itu tidak bego-bego banget.

Lakukanlah, agar besok lusa, orang-orang akan mengenang kalian sebagai pemimpin yang berani.

*Tere Liye

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s