SAMPAH

sampah

Beginilah setiap harinya kondisi pasar Pendopo. Sampah menumpuk yang mengeluarkan aroma busuk, tak urung membuat kita mabuk. Sampah-sampah ini hanya sedikit saja dari total sampah yang dihasilkan di pasar ini. Karena masih ada tumpukan sampah lain di pasar, meski volume dan aromanya tidak separah di tempat yang satu ini.

Tentunya aroma busuk sampah ini tak luput dari sisa-sisa bangakai hewan seperti ayam dan ikan yang banyak di jual di lokasi ini. Sampah bangkai ini pun juga bercampur dengan sisa-sisa sayuran atau sejenisnya yang telah membusuk. Sehingga percampuran aroma bangkai busuk, sayuran yang busuk, makin berbau busuk. Busuknya aroma ini makin tak tertahankan kalau petugas sampahnya datang agak siangan. Waduh, berjalan di pasar pun benar-benar bikin sesak.

Ga tau juga sebenarnya jam berapa jadwal petugas sampah ini datang. Kalau ia datang setelah subuh, maka ketika siangan kita ke jalan di pasar aroma busuk tidak akan terlalu muncul, namun kalau ia datang siangan malah kadang sore, nah seperti yang di gambar ini, waduh, bisa mabuk kita lama-lama disana.

Karena itu, sepatutnya kita berterima kasih kepada petugas sampah ini yang telah membuat hidungnya kebas dengan aroma super busuk ini. Karena tidak hanya aroma bisuk saja yang mereka cium, tapi sepanjang perjalanan pun mereka akan tetap mencium aroma ini hingga aroma ini pun bisa di buang pada tempat pembuangan akhir.

Bersyukur juga kalo tempat ama tinggal bukan di sekitar kawasan sampah ini. Karena ketika sampah ini menumpuk, radius 500 meter pun akan tetap tercium aroma sampah ini. Di depan toko memang juga ada tumpukan sampah. Tapi setiap sore ada petugas yang akan membersihkan sampah-sampah lebih tepatnya sampah Nanas, dan mereka akan memasukkannya ke dalam karung. Sehingga sampah-sampah itu tetap aman terkumpul tanpa menimbulkan aroma yang menganggu. Iuran sepuluh ribu rupiah per bulan tidaklah sebanding dengan kebersihan yang telah mereka ciptakan. Namun, karena memang ama tidak termasuk penjual yang menghasilkan sampah dalam jumlah banyak apalagi menimbulkan aroma tak sedap, sepertinya itu juga menjadi tariff yang lumrah. Terima kasih bapak dan ibu petugas kebersihan.

Oya, gambar ini adalah hasil jepretan anak sekolah yang beberapa kali datang untuk membuat tugas sekolahnya. menjadi milikku meski secara tidak langsung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s