Parah, makin parah

Macet disebabkan oleh truk batu bara sekarang parah dan makin parah. Truk yang dulu jumlahnya sekitar lima ribuan dan jam lewatnya mulai pukul empat sore, sekarang sedari pagi pun sudah lewat. Sepertinya semakin banyak saja pengusaha yang tergiur dengan usaha ini. Heran deh, gubernur sini kok ga punya otak ya. Udah jelas-jelas kemarin ne rakyatnya banyak protes karena semakin rusaknya jalan disini karena beratnya muatan truk yang melintasi jalan raya, eh sekarang dia malah mengizinkan semakin banyaknya truk2 berat ini melintas.

Yo bodoh jo pokak na apak ko e. dak takuik gai ama ngecek apak do. Panduto jadi urang kini lah bisa e nyo. Sampai ma bona pitih banyak yang nyo komen. Sabanyak ko rakyat yang terolimi dek kebijakan inyo, sabanyak tu lo yang mangupeknyo. Kama na kini di daerah Sumsel ko jalan kini macet e. Palembang jan di tanyo, paliang parah li macet e tu. Pado dak do gai truk2 godang ko lewat.

Jalan Lurus Indralaya-Palembang, Gelumbang, Tugu Nanas Prabumulih hingga Niru dan Muara Enim semuanya macet. AABKL (ASOSOASI ANGKUTAN BATU BARA LAHAT) semakin banyak saja yang lewat. belum mobil sawit, Karet, Pasir, Kayu apalagi minyak dan gas. Komplit sudah polusi di propinsi ini.Pendopo Prabumulih yang biasanya tidak sampai dua jam, sekarang malah hampir tiga jam. Palembang Indralaya yang biasanya satru jam, sekarang bisa menjadi dua jam. pendopo palembang yang biasanya lima jam dengan travel pribadi karena istirahat makan dulu sekitar setengah jam, sekarang bisa menjadi tujuh jam. itu dengan travel, bukan dengan bus. Yo lah parah na kebijakan pak gubernur e. karena liaulah yang mengeluarkan izin melintasnya b atu bara di jalan utama. di suruh bikin jalan sendiri para pengusaha tu jelas ga pernah mau, lah, bapak itu sendiri juga ikut serta dalam membawa truk2 yang menyengsarakan rakyat tapi menguntungkan dia

WP_20150108_15_43_40_Pro

WP_20150108_18_26_29_Pro

WP_20150110_08_56_36_Pro

WP_20150110_08_56_57_Pro

WP_20150110_09_08_31_Pro

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s