PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Dahulu kesempatan menuntut ilmu sangat terbatas, karena memang ia bukanlah pemberian bebas pada semua rakyat. Hanya golongan tertentu saja yang di beri kesempatan emas ini.

Namun sekarang, kesempatan ini dibuka luas di banyak tempat, namun sebaliknya tak diiringi dengan semangat untuk mencebur serta di dalam lautan ilmu tersebut. Bercerita tentang dunia pendidikan di negeri ini sangat banyak cerita yang bisa di sebut. Mau yang bercerita tentang prestasi yang mengharumkan atau memalukan semuanya ada.

Dari siswa yang hamil menjelang tamat hingga guru yang menghamili murid ada. Murid yang malas datang ke sekolah karena guru tak ada juga ada. Sekolah yang nyaris rubuh bahkan rubuh karena di makan usia dan tiada perbaikan juga banyak. Banyak deh cerita bobrok tentang dunia pendidikan ini. Sayangnya pejabat yang berwenang masih saja tak mau sadar dengan jabatan yang mereka sandang.

Ah, sudahlah. Kalau bercerita tentang yang buruknya pendidikan sekarang bikin kita semakin pasrah dengan kondisi yang ada. Sehingga lupa bahwa perubahan untuk harapan yang lebih baik sebenarnya bisa di lakukan kapan dan dimanapun.

Seperti para pengajar muda yang sekarang menjadi pahlawan tanpa tanda jasa negeri ini. Mereka rela melepaskan posisi nyaman yang selama ini mereka perjuangkan, demi menanam dan memupuk harapan bahwa kondisi pendidikan lebih baik dan merata akan lahir. Harapan bahwa meski sudah sangat lama negeri ini merdeka tapi kesempatan untuk bisa bersekolah saja ternyata masih langka. Terlebih di daerah terpencil serta daerah perbatasan. Sumatra dan Jawa saja memiliki kisah tentang rumitnya akses serta kesempatan yang tidak memadai pendidikan rakyatnya, apalagi pulau2 kecil lainnya.

Menyaksikan acara Lentera Indonesia ataupun program “Gerakan Indonesia Mengajar” membuka mata kita, bahwa tingkat buta huruf di negeri ini masih sangat tinggi. Jangan tanyakan tentang wajib belajar 9 tahun, baca tulis ataupun menghitung saja masih menjadi hal baru bagi banyak rakyat di daerah pelosok. Karena itu berterima kasih pada semua tim yang terlibat dalam acara2 yang bertujuan mengubah wajah negeri yang tak tersentuh perhatian pemerintah ini.

Lokasi jauh, minim guru, kesadaran orang tua yang minim akan pentingnya pendidikan membuat cerita pilu tentang negeri ini selalu ada. Kesempatan itu tak pernah sama. Banyak orang mampu pergi sekolah tapi ia tak ingin mendatanginya, dan tak sedikit orang yang rela menempuh jarak tempuh yang hingga KM dengan jalan kaki namun semangat menuntut ilmu selalu membayanginya. Hingga baginya jarak, factor alam, ataupun kekurangan sumber daya lainnya tak kan menjadi penghalang yang akan memangkas impian.

Tekad dan kesempatan menjadi factor yang penting agar ke depan perubahan yang di rintis sekarang membuahkan hasil. Karena memang program ini adalah program jangka panjang. Ia bukanlah proses yang sekarang dilakukan, maka esok hasilnya langsung bisa dinikmati. Karena pendidikan sejatinya dilakukan seumur hidup. Namun, menurutku masa Sekolah Dasar menjadi point penting kelanjutan pendidikan kita. Karena disinilah ragam aneka bidang ilmu mulai kita kenali. Dan lewat kreativitas teman2 di Indonesia Mengajar masa depan pendidikan Indonesia bisa menjadi harapan baru.

Terima kasihku pahlawan tanpa tanda jasa generasi baru…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s