Security Police

Ini adalah salah satu drama terbaru jepang yang ama tonton. Meski sebenarnya filmnya ga terlalu baru, tapi setidaknya lewat film ini ama baru tahu kalau menjadi pejabat ataupun orang berpengaruh besar zaman sekarang sangat ribet. Apalagi kalau ternyata orang yang di jaga itu sebenarnya adalah musuh kita. Wah, Lebih ribet lagi.

Ternyata jadi guard itu kerjanya berat. Jika “Marutai” mau datang ke tempat umum contohnya, maka harus ke lokasi lebih dahulu sebelum si marutai, menyisir lokasi, ngecek akses masuk, mantau manusia yang datang, kendaraan yang di pakai, banyak deh. Ribet. Belum lagi kalau si marutai memang target pembunuhan, lebih ekstra lagi kerjanya.

Tulisan ini menyeiringkan komentar dengan berita yang menyebutkan betapa besarnya personil pasukan yang presiden terpilih sekarang kerahkan ketika berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia umumnya. Seperti saat kunjungan beliau ke propinsi NTT dan Papua. Tak tanggung-tanggung, lebih dari dua ribu personil TNI dikerahkan. Ngakunya pemimpin yang lahir dari rakyat, kok malah ga ngerasa aman ketemu dengan rakyat sendiri. Berlebihan sangat. Itulah bukti ketakutan bahwa sebenarnya ia bukanlah bagian dari rakyat yang ia pimpin. Masak bapak takut ketemu anak, yang benar aja bro!

Dan kita tak pernah diberitahu bahwa sebenarnya menjadi petugas keamanan terlbih pejabat negara itu resikonya sangat besar, dan kerjanya juga berat. Bertaruh nyawa, padahal barangkali nyawa orang yang mempertaruhkan lebih berharga dibandingkan nyawa orang yang dilindungi. Tapi begitulah resiko kerjanya. Suka atau tidak tidak di tanya, karena ia hanya diperintahkan.

Itulah zaman sekarang. Pemimpin sangat takut untuk pergi keluar sendirian tanpa ada pengawal yang menjaganya serta memastikan bahwa mereka akan mengamankannya. padahal Rasulullah pernah menjadi pemimpin, dan hanya sebentar beliau di lindungi oleh manusia, seperti oleh sahabat Saad Bin Abi Waqqosh karena setelah itu turun wahyu yang kalau Allah sendiri yang akan menjaga Rasulullah. Dan Allah adalah sebaik2 penjaga. Bahkan Khalifah Umar pun saat ada duta Negara lain yang ingin bertemu dengannya malah kaget, belihat begitu sederhananya beliau dan sangat bersahaja. Tidak ada pelayan yang melayaninya, bahkan beliau sendiri adalah pelayan bagi rakyatnya.

Meskipun drama ini fiksi, namun kondisi nyata tidak akan jauh berbeda. Betapa tidak amannya kehidupan banyak pejabat sekarang. Merasa punya kekuasaan, tapi malah ia sendiri tidak berkuasa penuh atas dirinya. Meminta banyak orang untuk melakukan hal yang ia sebenarnya bisa, tapi merasa tak aman untuk melakukannya. Kasihan. Lebih kasihan pada personil yang mereka berjuang demi Negara, ternyata malah dipermainkan kesetiaannya tersebut oleh para penghancur Negara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s