PORKAB PALI

Seminggu terakhir hingga minggu depan sepertinya PALI dihebohkan dengan kegiatan olahraga ini. Porkab, Pekan Olahraga Kabupaten merupakan kegiatan perdana kabupaten yang sekarang ini sedang berlangsung. Kegiatan olahraga ini cukup banyak memberi efek pada warga PALI. Dari sisi keterampilan, tentunya meningkatkan volume latihan para peserta acara yang diperlombakan, yang diharapkan akan menjadi generasi baru yang mememiliki berbagai skill, apakah di bidang olahraga ataupun kesenian. Karena meskipun acara ini acara olahraga, tapi tidak hanya atlit yang terlibat di acara ini. Ada petugas Paskibraka, Marching Band, Reporter, dan petugas lainnya yang memiliki skill berbeda2.

Tentunya yang namanya perlombaan adalah untuk mencari bibit unggul, maka bagi yang berkomitmen untuk menjadi sang juara, sebelum hari H mereka telah berupaya semaksimal mungkin agar hasilnya juga memuaskan. Tak lupa nominal rupiah pun banyak berputar akhir2 ini. Di mulai dari para tentor yang mendapat sejumlah fee atas latihan yang telah mereka bimbing, panitia yang turut menyukseskan acara, atlit yang kalah pun tetap di beri uang (minimal oleh sekolahnya masing) apalagi yang nanti akan menang. Berbagai pihak lain apakah sebagai official, peserta lomba ataupun sebagai partisipan lainnya dalam pembukaan atau penutupan acara ini secara tidak langsung juga banyak mendapat efek pemasukan dana dari acara ini.

Dari segi promosi sepertinya panitia cukup berhasil membuat semacam ‘euforia’ tersendiri pada warga PALI. Rata2 trend topic warga PALI kali ini adalah tentang acara ini. Pegawai, guru sekolah, para siswa, rumah makan dan tentunya para pengusaha ‘besar’. Meski sebagain besar panitia membuat berbagai macam promosi dan kelengkapan lainnya langsung ke Palembang, tapi tetap saja banyak item lain yang mau tidak mau hanya tersedia di PALI turut mendapat cipratannya.

PALIng gampang contohnya adalah penyediaan konsumsi sekian ribu orang. Karena acaranya ini adalah tingkat kabupaten, maka utusan dari masing kecamatan sangatlah banyak. Sehingga perputaran dana untuk konsumsi sepertinya mayoritas di seluruh kecamatan terjadi. Kalau untuk di Talang Ubi, yang memegang tender pesanan catering ini bukan Rumah Makan Sejahtera, karena saat ama belanja ke pasar buat beli sayur, katanya ada agen sayur ne yang langsung menghandle pesanan aneka sayur yang di minta. Jadi selama acara ini berlangsung ia tidak akan berjualan langsung di pasar, karena perdagangannya terjadi lewat mekanisme order langsung. Yang jualan cabe, bawang, ikan, daging, minyak, kentang, berbagai jenis sayur, telur, daun pisang, santan, gas, sopir , dll. Hingga yang berusaha di jasa bakery juga laris manis, karena pesanan snack tiap hari juga banyak. Snack untuk peserta, panitia, wartawan, dll yang jumlahnya juga sangat banyak.

Bahkan mamang yang jualan bubur ijo dan nenek telur puyuh pun turut libur berjualan di pasar. Sepertinya mereka lebih memilih berjualan langsung di lokasi acara karena tentunya disana lebih banyak massa. Sebenarnya kemarin mau liat langsung pembukaan acara, tapi karena pembukaan acara siang, sedangkan toko ama sayang kalau di tutup siang, akhirnya ga jadi liat pembukaan. Sorenya mau pergi ke gelora, ternyata ada panitia yang minta nyablon baju peserta sebanyak 20 bh, tapi karena mesan mendadak dan minta buru2, terpaksa di tolak.

Sempat tersenyum membaca baju para official acara. Sebabnya di belakang baju kaos yang mereka pakai ternyata tulisan official di buat official. Woalah, masak sekian banyak panitia ga da yang tau kalau tulisan sablon baju mereka ga benar. Nanya dunk pak, kan malu, kalau ntar make baju ke luar kota, ternyata malah bikin orang ketawa. Niat hati mau pamer baju, malah bikin malu.

Tetap tersenyum meskipun kecewa karena panitianya boyong pembuatan semua atribut ke Palembang. Ga bagi2 orderan dengan kami. Kalo udah kepepet baru muter2 di pasar dan ujungnya minta buru2. Jelas aja ga bisa.

O ya, kabarnya saat pembukaan kemarin ada beberapa siswa yang pingsan. Karena mereka tidak sempat makan siang dulu. Maklum, pembukaan pukul satu, harus sholat dulu bagi yang men jaga sholat, terus ke lokasi langsung stand by, tentunya ga da waktu lagi buat makan siang. Jadilah mereka pingsan karena harus jalan sedangkan panas terik perut lapat. Moga kejadian serupa tidak terulang saat penutupan. Dan semoga ama bisa langsung liat acara penutupannya ahad besok.

Di buka pada hari isnin, tanggal 15 desember 2014 pukul 13.00 WIB, di gelora

Rangkaian acara pembuka yaitu pengibaran bendera, atraksi marching band

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s