Reaksi Kenaikan Harga BBM

Meski banyak yang bergembira dengan kenaikan harga BBM, tapi itu hanya segelintir orang. Secara umum adalah mereka para spekulan yang telah bermain dari awal dengan kebutuhan pokok yang satu ini. Meski harga kenaikannya hanya dua ribu perak, ternyata efek yang ditimbulkan juga dua ribu keluhan. Berikut di antara tanggapan rakyat Indonesia

  1. Postingan status

 

“Rasulullah bersabda, “Agama adalah nasihat”, kami bertanya : “Bagi siapa?” Rasulullah menjawab : “bagi Allah, bagi kitabNya, bagi Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum Muslimin dan kaum muslimin pada umumnya” (HR Muslim)

“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim” (HR Abu Dawud)

Artinya saat kita menasihati penguasa bahwa kenaikan BBM ini adalah kedzaliman dan bertentangan dengan cara Islam mengatur sumberdaya alam, dan menyusahkan ummat, bukan berarti kita tidak beriman dengan rezeki Allah, namun melaksakan sebagaian kewajiban dari Allah dan Rasulullah, yaitu menasihati penguasa.

Maka dalam konteks kenaikan BBM lalu meminta agar rakyat beriman pada takdir Allah, agaknya kurang pas. Karena hal ini akan diterima sebagai “menerima kedzaliman” bukan “menerima takdir”, karena yang harus dilakukan tatkala melihat kemunkaran hanya 3 hal: 1) mengubah dengan tangan (kekuasaan), 2) menasihati dengan lisan, atau 3) mengingkari dengan hati.

oleh : Ust Ustadz Felix Siauw

 

  1. Catatan harian

Saya tinggal di Indonesia Timur, di tempat yg g ada mobilnya, ada juga namanya katinting, sampan bermesin menggunakan bensin.

Ga ada pom bensin disini, bensin dipasok dari kota, yg krn biaya perjalanannya sebelum naik harganya sudah 15 ribu.

Juga ga ada listrik. Penerangan menggunakan ginset yg lagi2 menggunakan bensin. Harga 15 ribu saja kami sudah rela bergelap2an, tanpa dapat informasi dari luar, apalagi sekarang, 8500 dikota, nanti di kami menjadi 20.000.

Ironisnya lagi kenaikkan BBM ini tak cuma masalah kendaraan saja, tapi semua bahan kebutuhan. Kami hidup di pulau kecil yang semuanya dipasok dr kota, mulai dari sayur-mayur hingga beras, intinya semua bahan kami beli kecuali pisang dan singkong yg terkadang menjadi makanan pokok kami manakala tak mampu membeli beras. Krn BBM naik, jadi semuanya ikutan naik juga.

Yang semakin membuat ironis, kenaikkan BBM ini tidak diiringi dengan naiknya penghasilan kami. Karena kami disini hanyalah petani pala dan kopra, yang harga keduanya bukannya naik malah turun.

Terimakasih pak jokowi dan pendukung-pendukung setianya, krn kalian bisa jadi angka putus sekolah disini akan semakin meningkat krn pola pikir disini yg penting makan, sekolah? Makan saja untung. Oh iya sekolah kamipun harus ke kota krn tak ada SMA disini. Alhasil bisa jadi kami masih sekolah tapi hanya sampai smp, selebihnya bekerja menjadi pencari batu mulia untuk mencari makan sesuap nasi.

Terimakasih pak jokowi dan pendukungnya bagi kami kenaikkan BBM ini bukan hanya cerita tentang berpindah dari bensin ke pertamax, tapi ini cerita ttg masa depan kami, tentang sekolah kami.

Dahulunya kami guru, masih mampu membujuk orangtua mereka untuk tetap menyekolahkan anak mereka ke sma di kota, tapi sekarang entahlah, mereka orangtua dihadapkan pilihan makan atau sekolah?

Terimakasih pak jokowi dan pendukungnya. Karena kalian wajah pendidikan yg sedang kami rawat di ujung negeri ini semakin suram.

Dan kepada yth anda yg mampu berpikir sederhana, memberikan solusi berpindah dari bensin ke pertamax. Mari kesini bantu kami guru2 yg sedang mengabdi disini untuk menjelaskan kesederhanaan solusinya kepada para orangtua disini. Agar anak2 yg sedang kami semai impiannya sekarang tetap opimis menatap masa depan.

Dan ttg 3 kartu sakti dari pak jokowi. Maaf sekali kami di ujung negeri belum menerima kartu ajaib itu, dan entah sampai kapan.

Sekali lagi terimakasih pak jokowi dan semua pendukung setianya…

Shidqul Iltizam Novi
(Relawan pendidikan sekolah guru indonesia Dompet Dhuafa, desa Dagasuli Halmahera Utara, Maluku Utara)

*sumber: fb Shidqul Iltizam Novi

  1. Demo

Ini adalah tindakan umum yang sering terjadi. Sangat banyak dilakukan, terlebih oleh mahasiswa. Ada yang terluka, di pukul polisi, di tahan, banyak deh. Kita tak banyak beri keterangan untuk yang ini. Toh, di televisi juga banyak ditayangkan

  1. Menghujat

Ini termasuk yang paling banyak juga, tapi kita tidak usah mengingat hujatan2 ini.

  1. Aksi mogok

Ini dia yang paling menyusahkan. Udah harga pada naik, kemana2 juga ga bisa. Gimana mau pergi kalau angkutannya aja ga ada. Dan ama pun akhirnya legowo saja ketika kebijakan ini berlaku. Mau gimana lagi, toh pemimpin pun gam au lagi mendengar keluhan rakyatnya. Mengeluh pada yang senantiasa mau mendengar keluhan hati saja lagi.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s