Ya Robb

patient

sampai kapan pun, pengorbanan ayah ibu memang tak kan pernah bisa terbalaskan. Sedari kita belum lahir, telah banyak kepayahan yang mereka alami. Ibu yang nafsu makannya berkurang, membuat wajahnya tirus kurang gizi, badannya makin habis, serba tak enak mencium bebauan, sakit pinggang, malam tidur tak nyaman, serta berbagai rasa lain yang membuatnya mengalami hal2 yang tidak biasa ia rasakan. Plus bapak yang harus pontang panting nyari nafkah demi tercukupinya kebutuhan, belum kalau istrinya ngidam makanan yang tak mudah di dapat, serta keluhan khas ibu2 hamil lainnya. Anak lahir bertambah keras lagi membesarkannya, mengajarkannya, memenuhi kebutuhan yang beraneka rupa.

mother

Satu per satu permainan buat anak pun disediakan. Mobil2an, boneka, alat2 masak, bola, beragaman bentuk aksesoris film kartun yang mulai muncul. Mulai dari baju, sepatu, sandal, tas, topi, dan tetek bengek lainnya. Hingga saat ia mulai masuk sekolah, maka beragama alat tulis pun mulai disediakan, meski ujungnya lbih sering beli karena hilang ataupun telah rusak yang sebelumnya. Yang awalnya jalan2 dengan sepeda di dorong dari belakang, beranjak umur berganti juga rupa sepeda. Mulai dari Yang beroda tiga, berganti ke roda dua meski rutin menemaninya latihan, hingga sepeda yang lebih tinggi karena ia akan mulai sering berpergian dengan teman2.

Mengupayakannya bisa tersenyum sama seperti teman2 lainnya, tanpa ia paham bahwa semua orang memiliki kehidupan berbeda. Merasa sedih ketika ia tidak bisa memiliki apa yang temannya miliki, mengajarnya sabar bahwa tidak semua yang orang miliki kita pun harus punya, mengajarnya untuk mulai tahu bahwa kita harus berusaha ketika menginginkan sesuatu, mengajarnya untuk bisa berbagi meski kita pun tidak berlebih. Banyak hal yang telah diajarkan orang tua pada anaknya. Pemahaman yang kadang ia sampaikan dengan konotasi bahagia padahal sebenarnya mereka berduka. Ajaran yang tetap membuat anak semangat meskipun mereka akan lebih keras lagi membanting tulang.

Alhamdulillah Ya Robb, segala puji bagi-Mu yang telah memberikan ku orang tua yang senantiasa berusaha memberi yang terbaik demi anaknya. Meski rezeki yang Engkau limpahkan di mata manusia tidak berlimpah, namun semoga saja berkah. Sehingga kami tidak pernah merasa terhina di mata manusia dan semoga juga tidak d hadapan-Mu Ya Robb.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s