Kemarau

Harga cabe naik, padahal makan ga lengkap kalau tanpa cabe

Kemarau

Saat banyak warga bersemangat membakar hutan

Berharap tak lama lagi ia menjadi lahan

Kemarau

Saat nafas terasa sesak

Karena sekarang cukup marak

Polusi pabrik, polisi rokok hingga polusi truk

Hingga berfikir bahwa berada di luar bukanlah pilihan bijak

Kemarau

Saat terasa paceklik ia diharapkan pergi

Namun kalau hujan tiap hari ia pun disesali

Kemarau

Negeri ini tak lagi bisa ditebak siklus musimannya

Karena alam tak lagi bisa di terka perubahannya

Kemarau

Kadang di minta kadang diharapkan tiada

Seolah kita punya kuasa

Untuk mengatur alam semesta

Kemarau

Bagaimanapun jua ia tetap anugerah Sang Pencipta

Karena Pencipta lebih tahu akan ciptaannya

Kemarau

Ia tetap punya kekhasan yang berbeda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s