FB Anak-anak Minang

Juru Masak Kerajaan Istana Pagaruyung

Dunsanak Anak-Anak Minang pasti ingat dengan drama korea "jewel in the palace" yang booming di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Drama tersebut bersetting di dapur kerajaan dengan dayang-dayangnya yang bertanggung jawab atas makanan raja.

Taukah sanak kalau Istana pagaruyung juga memiliki tim juru masak kerajaan yang bernama " Kambang Salayan Awan Nan Bamego " nan ahli masak sarato mengatur menu makanan di istana. satu menunya disebut 'mato kuah nan duo baleh'.

Juru masak Istana pagaruyung ini juga terorganisir seperti dalam drama korea tersebut, memiliki pimpinan koki, pemerikasa makanan dan anggota. Samapai saat ini masih dijumpai juru masak yang serupa di Istana Pagaruyung meskipun mereka bekerja hanya ketika ada tamu-tamu VIP dari luar daerah.

Tersebut subuah nama "Maiyar" perempuan berusia 57 tahun pemimpin koki Pagaruyung saat ini. Dia dan juru masak lainnya diwarisi para leluhurnya ”rahasia kelezatan” masakan Istana Silinduang Bulan. Resep-resep masakan di Istana itu diturunkan tanpa catatan sehingga semuanya harus diingat dalam ingatan.

Beliau dan timnya terbiasa memasak makanan untuk jamuan makan besar dengan tetamu VVIP yang bertandang ke Pagaruyung, seperti Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sultan Hamengku Buwono X, Raja Negeri Sembilan, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, pejabat daerah, cendekia, musisi, dan penyanyi tenar.

Maiyar bercerita, kalau makanan yang dihidangkan untuk pejabat tinggi negara biasanya diperiksa dulu oleh pasukan keamanan. 

Rendang belut yang dimasak para koki Istana itu adalah salah satu lauk pelengkap dalam jamuan makan resmi yang diadakan Kerajaan Pagaruyung. Menurut Rhauda yang merupakan ahli waris tahta  Pagaruyung, lauk utamanya yang harus ada adalah rendang daging sapi/ kerbau . 

Lauk pelengkap lainnya adalah sambal lado, pangek ikan, gulai kuning, perkedel, jariang (jengkol) yang dimasak dengan ikan bilih, dan sambal petai-cabai hijau.

Kemampuan memasak para koki Silinduang Bulan, kata Rhauda, tidak perlu diragukan lagi. Mereka pernah menyiapkan makanan untuk 500 orang ketika Silinduang Bulan kedatangan seorang pejabat partai. Kata Maiyar, saat itu 30 juru masak bekerja dengan tungku kayu bakar berderet-deret.

Para koki Istana Silinduang Bulan saat ini adalah bagian dari jejak Kerajaan Pagaruyung yang berdiri abad ke-14. Kerajaan Pagaruyung merupakan kerajaan besar yang mencakup wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang Nurmatias menyebutkan, terdapat 75 wilayah kerajaan yang menginduk atau berhubungan dengan Pagaruyung, baik di Nusantara maupun luar negeri. Kerajaan Pagaruyung menjadi pemersatu bagi nagari-nagari yang memiliki sistem politik otonom.

Berpadu dengan kultur Melayu yang kaya perhelatan mulai dari perayaan siklus hidup, pengangkatan pejabat adat, hingga sejumlah hari raya keagamaan, selalu disertai dengan jamuan makan. Untuk kepentingan itu, di kerajaan ada orang-orang khusus dalam struktur kekuasaan yang menjamin sajian lezat terhidang.

Setiap kali Istana Silinduang Bulan menggelar perhelatan, Maiyar dan pasukannya itulah yang menyiapkan masakan. Kalau tugas itu diberikan kepada orang lain, mereka bisa marah. Pasalnya, memasak untuk istana adalah sebuah kehormatan

Juru Masak Kerajaan Istana Pagaruyung

Dunsanak Anak-Anak Minang pasti ingat dengan drama korea “jewel in the palace” yang booming di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Drama tersebut bersetting di dapur kerajaan dengan dayang-dayangnya yang bertanggung jawab atas makanan raja.

Taukah sanak kalau Istana pagaruyung juga memiliki tim juru masak kerajaan yang bernama ” Kambang Salayan Awan Nan Bamego ” nan ahli masak sarato mengatur menu makanan di istana. satu menunya disebut ‘mato kuah nan duo baleh’.

Juru masak Istana pagaruyung ini juga terorganisir seperti dalam drama korea tersebut, memiliki pimpinan koki, pemerikasa makanan dan anggota. Samapai saat ini masih dijumpai juru masak yang serupa di Istana Pagaruyung meskipun mereka bekerja hanya ketika ada tamu-tamu VIP dari luar daerah.

Tersebut subuah nama “Maiyar” perempuan berusia 57 tahun pemimpin koki Pagaruyung saat ini. Dia dan juru masak lainnya diwarisi para leluhurnya ”rahasia kelezatan” masakan Istana Silinduang Bulan. Resep-resep masakan di Istana itu diturunkan tanpa catatan sehingga semuanya harus diingat dalam ingatan.

Beliau dan timnya terbiasa memasak makanan untuk jamuan makan besar dengan tetamu VVIP yang bertandang ke Pagaruyung, seperti Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sultan Hamengku Buwono X, Raja Negeri Sembilan, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, pejabat daerah, cendekia, musisi, dan penyanyi tenar.

Maiyar bercerita, kalau makanan yang dihidangkan untuk pejabat tinggi negara biasanya diperiksa dulu oleh pasukan keamanan.

Rendang belut yang dimasak para koki Istana itu adalah salah satu lauk pelengkap dalam jamuan makan resmi yang diadakan Kerajaan Pagaruyung. Menurut Rhauda yang merupakan ahli waris tahta Pagaruyung, lauk utamanya yang harus ada adalah rendang daging sapi/ kerbau .

Lauk pelengkap lainnya adalah sambal lado, pangek ikan, gulai kuning, perkedel, jariang (jengkol) yang dimasak dengan ikan bilih, dan sambal petai-cabai hijau.

Kemampuan memasak para koki Silinduang Bulan, kata Rhauda, tidak perlu diragukan lagi. Mereka pernah menyiapkan makanan untuk 500 orang ketika Silinduang Bulan kedatangan seorang pejabat partai. Kata Maiyar, saat itu 30 juru masak bekerja dengan tungku kayu bakar berderet-deret.

Para koki Istana Silinduang Bulan saat ini adalah bagian dari jejak Kerajaan Pagaruyung yang berdiri abad ke-14. Kerajaan Pagaruyung merupakan kerajaan besar yang mencakup wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang Nurmatias menyebutkan, terdapat 75 wilayah kerajaan yang menginduk atau berhubungan dengan Pagaruyung, baik di Nusantara maupun luar negeri. Kerajaan Pagaruyung menjadi pemersatu bagi nagari-nagari yang memiliki sistem politik otonom.

Berpadu dengan kultur Melayu yang kaya perhelatan mulai dari perayaan siklus hidup, pengangkatan pejabat adat, hingga sejumlah hari raya keagamaan, selalu disertai dengan jamuan makan. Untuk kepentingan itu, di kerajaan ada orang-orang khusus dalam struktur kekuasaan yang menjamin sajian lezat terhidang.

Setiap kali Istana Silinduang Bulan menggelar perhelatan, Maiyar dan pasukannya itulah yang menyiapkan masakan. Kalau tugas itu diberikan kepada orang lain, mereka bisa marah. Pasalnya, memasak untuk istana adalah sebuah kehormatan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s