Shalat Gerhana

BAYAN DEWAN SYARI’AH PUSAT PARTAI
KEADILAN SEJAHTERA

NOMOR : 43/B/K/DSP-PKS/1435

TENTANG
SHALAT GERHANA BULAN

PENGANTAR
Gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari adalah ialah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah Ta’ala. Keduanya terjadi bukan karena kematian atau kelahiran seseorang, tetapi semata bagian dari sunnah kauniyah yang merupakan ayat-ayat Allah Ta’ala dalam alam semesta.

Shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah. Shalat gerhana
disunnahkan dilakukan secara berjamaah dan setelah sholat disunnahkan khutbah. Oleh karena itu bagi umat Islam yang mengetahui dan menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan maka hendaknya melakukan sholat gerhana sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

LANDASAN SYARI’AH

Disebutkan dalam hadits:
ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻐﻴﺮﺓ ﺑﻦ ﺷﻌﺒﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﺍﻧﻜﺴﻔﺖ
ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻋﻠﻰ ﻋﻬﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻮﻡ
ﻣﺎﺕ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﻥ
ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺍﻟﻘﻤﺮ ﺁﻳﺘﺎﻥ ﻣﻦ ﺁﻳﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﺎ ﻳﻨﻜﺴﻔﺎﻥ ﻟﻤﻮﺕ
ﺃﺣﺪ ﻭﻟﺎ ﻟﺤﻴﺎﺗﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻤﻮﻫﻢﺍ ﻓﺎﺩﻋﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺻﻠﻮﺍ ﺣﺘﻰ
ﺗﻨﻜﺸﻒ

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah ra, berkat ”Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw. saat kematian Ibrahim”. Rasulullah saw.
bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi gerhana bukan karena kematian
seseorang dan tidak karena kelahiran seseorang. Ketika kalian melihatnya, maka berdo’alah pada Allah dan shalatlah sampai
selesai.” (Muttafaqun ‘alaihi)

ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺯﻭﺝ ﺍﻟﻨﺒﻲ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﻗﺎﻟﺖ:
ﺧﺴﻔﺖ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺓ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ- ﻓﺨﺮﺝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﺇﻟﻰ
ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ، ﻓﻘﺎﻡ ﻭﻛﺒﺮ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺭﺍﺀﻩ، ﻓﺎﻗﺘﺮﺃ ﺭﺳﻮﻝ
ﺍﻟﻠﻪ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻃﻮﻳﻠﺔ، ﺛﻢ ﻛﺒﺮ، ﻓﺮﻛﻊ
ﺭﻛﻮﻋﺎ ﻃﻮﻳﻼ، ﺛﻢ ﺭﻓﻊ ﺭﺃﺳﻪ ﻓﻘﺎﻝ” :ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻤﻦ
ﺣﻤﺪﻩ، ﺭﺑﻨﺎ ﻭﻟﻚ ﺍﻟﺤﻤﺪ.” ﺛﻢ ﻗﺎﻡ ﻓﺎﻗﺘﺮﺃ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻃﻮﻳﻠﺔ،
ﻫﻲ ﺃﺩﻧﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﺍﻷﻭﻟﻰ، ﺛﻢ ﻛﺒﺮ ﻓﺮﻛﻊ ﺭﻛﻮﻋﺎ ﻃﻮﻳﻼ،
ﻫﻮ ﺃﺩﻧﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﻛﻮﻉ ﺍﻷﻭﻝ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ” :ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻤﻦ
ﺣﻤﺪﻩ، ﺭﺑﻨﺎ ﻭﻟﻚ ﺍﻟﺤﻤﺪ.” ﺛﻢ ﺳﺠﺪ ﺛﻢ ﻓﻌﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻛﻌﺔ
ﺍﻷﺧﺮﻯ ﻣﺜﻞ ﺫﻟﻚ، ﺣﺘﻰ ﺍﺳﺘﻜﻤﻞ ﺃﺭﺑﻊ ﺭﻛﻌﺎﺕ، ﻭﺃﺭﺑﻊ
ﺳﺠﺪﺍﺕ، ﻭﺍﻧﺠﻠﺖ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻨﺼﺮﻑ، ﺛﻢ ﻗﺎﻡ
ﻓﺨﻄﺐ ﺍﻟﻨﺎﺱ، ﻓﺄﺛﻨﻰ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﻫﻠﻪ. ﺛﻢ ﻗﺎﻝ:
” ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺍﻟﻘﻤﺮ ﺁﻳﺘﺎﻥ ﻣﻦ ﺁﻳﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ، ﻻ ﻳﺨﺴﻔﺎﻥ
ﻟﻤﻮﺕ ﺃﺣﺪ ﻭﻻ ﻟﺤﻴﺎﺗﻪ، ﻓﺈﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻤﻮﻫﻢﺍ ﻓﺎﻓﺰﻋﻮﺍ ﻟﻠﺼﻼﺓ”.

Dari ‘Aisyah ra, istri Nabi saw. berkata, “Terjadi gerhana matahari dalam kehidupan Rasulullah saw. Beliau keluar menuju masjid, berdiri dan bertakbir. Sahabat di belakangnya membuat shaff.

Rasulullah saw. membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang panjang, kemudian takbir, selanjutnya ruku dengan ruku yang panjang,
kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, “Sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu”. Setelah itu membaca dengan bacaan yang panjang, lebih pendek dari bacaan pertama. Kemudian takbir, selanjutnya ruku lagi dengan ruku yang panjang, tetapi lebih pendek dari ruku’ pertama. Kemudian berkata,”Sami’a
llahu liman hamidah rabbana walakal hamdu.”

Selanjutnya sujud. Dan seterusnya melakukan seperti pada rakaat pertama, sehingga sempurnalah melakukan shalat dengan empat
ruku dan empat sujud. Dan matahari bercahaya kembali sebelum mereka meninggalkan tempat.

Seterusnya Rasul saw bangkit berkhutbah di hadapan manusia, beliau memuji pada Allah sebagaimana ni’mat yang telah diberikan pada ahlinya. Rasul saw. bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kedua gerhana itu tidak terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya bersegeralah untuk shalat.” (HR Bukhari dan Muslim)

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ: ﺧﺴﻔﺖ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻋﻬﺪ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﺼﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻌﻪ، ﻓﻘﺎﻡ ﻗﻴﺎﻣﺎ ﻃﻮﻳﻼ
ﻧﺤﻮﺍ ﻣﻦ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ، ﺛﻢ ﺭﻛﻊ ﺭﻛﻮﻋﺎ ﻃﻮﻳﻼ، ﺛﻢ ﺭﻓﻊ،
ﻓﻘﺎﻡ ﻗﻴﺎﻣﺎ ﻃﻮﻳﻼ، ﻭﻫﻮ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺍﻷﻭﻝ، ﺛﻢ ﺭﻛﻊ ﺭﻛﻮﻋﺎ
ﻃﻮﻳﻼ، ﻭﻫﻮ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﺮﻛﻮﻉ ﺍﻷﻭﻝ، ﺛﻢ ﺳﺠﺪ، ﺛﻢ ﻗﺎﻡ، ﻓﻘﺎﻡ
ﻗﻴﺎﻣﺎ ﻃﻮﻳﻼ، ﻭﻫﻮ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺍﻷﻭﻝ، ﺛﻢ ﺭﻛﻊ ﺭﻛﻮﻋﺎ
ﻃﻮﻳﻼ، ﻭﻫﻮ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﺮﻛﻮﻉ ﺍﻷﻭﻝ، ﺛﻢ ﺭﻓﻊ، ﻓﻘﺎﻡ ﻗﻴﺎﻣﺎ
ﻃﻮﻳﻼ، ﻭﻫﻮ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺍﻷﻭﻝ، ﺛﻢ ﺭﻛﻊ ﺭﻛﻮﻋﺎ ﻃﻮﻳﻼ، ﻭﻫﻮ
ﺩﻭﻥ ﺍﻟﺮﻛﻮﻉ ﺍﻷﻭﻝ، ﺛﻢ ﺭﻓﻊ، ﺛﻢ ﺳﺠﺪ، ﺛﻢ ﺃﻧﺼﺮﻑ، ﻭﻗﺪ
ﺗﺠﻠﺖ ﺍﻟﺸﻤﺲ، ﻓﻘﺎﻝ: ) ﺃﻥ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻭﺍﻟﻘﻤﺮ ﺁﻳﺘﺎﻥ ﻣﻦ
ﺁﻳﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ، ﻻ ﻳﺨﺴﻔﺎﻥ ﻟﻤﻮﺕ ﺃﺣﺪ ﻭﻻ ﻟﺤﻴﺎﺗﻪ، ﻓﺈﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻢ
ﺫﻟﻚ ﻓﺎﺫﻛﺮﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪ ).

Dari Abdullah bin Abbas berkata, “Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw. Rasul saw. shalat bersama para sahabat. Beliau berdiri lama sekitar membaca surat Al-Baqarah, kemudian ruku’ lama, lalu berdiri lama tetapi lebih pendek dari pertama. Kemudian ruku lama tetapi lebih pendek dari pertama. Kemudian sujud, lalu berdiri lama tetapi lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku lama, tetapi lebih pendek dari yang pertama, kemudian mengangkat dan sujud, kemudian selesai.

Matahari telah bersinar. Rasul bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi
gerhana bukan karena kematian seseorang atau kelahiran seseorang, jika kalian melihatnya, hendaknya berdzikir pada Allah.” (HR Bukhari).

TATACARA SHALAT GERHANA
Memastikan terjadinya Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari. Shalat gerhana dilakukan pada saat terjadinya gerhana. Sebelum shalat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan ‘As-Shalaatu Jamiah’.

Shalat Gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud. Setelah ruku’ pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang dari surat
kedua. Begitu juga pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang dari surat kedua. Setelah shalat disunnahkan khutbah.

SERUAN
1. Bahwa pada hari Rabu, tanggal 8 Oktober 2014 akan terjadi Gerhana Bulan total, mulai jam 16. 15 sampai jam 19.34 WIB.
2. Kepada kader dan simpatisan PKS, serta umat Islam dianjurkan untuk melakukan shalat Gerhana Bulan secara berjamaah bersama umat Islam di masjid atau mushola.
3. DSW di seluruh Indonesia mengkordinasikan pelaksanaan shalat gerhana tersebut.

Demikian Bayan DSP kepada kader dan simpatisan PKS serta umat Islam, agar dapat ditindaklanjuti dan semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan keberkahan pada kita semua. Amiin.

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼـﻮﺍﺏ ﻭﺍﻟﻬﺎﺩﻯ ﺍﻟﻰ ﺳـﻮﺍﺀ ﺍﻟﺴـﺒﻴﻞ
ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ .

Jakarta, 11 Dzulhijjah 1435 H
6 Oktober 2014 M

DEWAN SYARIAH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

KH. DR. SURAHMAN HIDAYAT, M.A.
KETUA

Foto Cyber Army PKS :: Cyber Activist Community ::.
Foto Cyber Army PKS :: Cyber Activist Community ::.
Foto Cyber Army PKS :: Cyber Activist Community ::.
Foto Cyber Army PKS :: Cyber Activist Community ::.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s