Nasihat Bagus Dari Tere Liye

 Isnin, 29 September 2014

Adik2 sekalian, Emak itu tidak selalu ingin naik haji, kadangkala lebih sederhana keinginannya: Emak ingin kita wisuda; Emak ingin kita lulus cepat, Emak ingin kita diterima di sekolah yang bagus; Emak ingin kita dapat kerja yang baik.

Jadi, jangan kelamaan main gagdet. Apalagi lebih lama buka HP daripada buka buku.

*Tere Liye (didukung Emak2 di page ini)

 

*Jatuh Hukumnya

Dek, jaman orang tua kita dulu, jatuh cinta itu diam2, malu2, penuh rambu2. Coba tanyakan ke orang tua kalian. Entah kenapa hari ini, jatuh cinta malah dibuka, diumbar2, dipamer2kan. Kalian mungkin tahu sendiri, ada anak2 kita yang bahkan umur 17 tahun saja belum genap, tapi saat pacaran, PD banget saling panggil Mami-Papi, Abi-Umi, Ayah-Bunda, dan itu dipamerkan ke seluruh jagad raya lewat media sosial. Banyak yang setiap hari menumpahkan curhat cinta, kangen, cari perhatian, dsbgnya lewat facebook dan twitter, hingga kadang tidak jelas lagi: ini beneran jatuh cinta, atau obsesi pribadi yang tidak bisa dikendalikan? Rindu dituliskan, kecewa dituliskan, kangen dituliskan, benci dituliskan, bahkan lagi minum ingat kamu saja dituliskan.

Setiap kali saya mengingatkan soal ini, pasti ada yang komentar ilfil: Urus saja urusan sendiri, nggak usah sok lurus. Masalahnya, kalian itu anak2 kami, adik2 kami (terlepas kalian mau mengakui atau tidak). Mau lurus, mau bengkok seseorang itu, tetap jatuh hukumnya ke setiap orang dewasa untuk terus saling menasehati. Apalagi semakin besar sumber daya dan kemampuan seseorang, semakin mendesak pula tanggungjawab untuk peduli–bukan sebaliknya justeru memanfaatkannya.

Nah, saya berusaha tidak menasehati kalian lewat dalil-dalil agama, tidak akan tiba2 bilang dengan telak “haram”; dsbgnya. Karena kadung banyak diantara kita yang langsung tidak nyaman dengan hal tersebut. Saya akan menasehati dengan logika, dengan perumpamaan, sesuai situasi anak muda hari ini. Tapi terlepas dari bagaimanapun pendekatannya, substansi nasehat itu tetap sama. Karena di sudut dunia manapun, di agama manapun, kebudayaan manapun, jika masih terjaga dan murni, maka hubungan cowok-cewek itu selalu ada aturan mainnya.

Boleh pacaran? Pikirkanlah baik2. Saya pernah memposting peraturan jatuh cinta di page ini, silahkan cari. Saya berkali2 menjelaskan tentang resiko jatuh cinta, juga silahkan cari. Dan berbagai nasehat cinta lainnya. Kalian tidak perlu mengalaminya sendiri, baru nyesek, merasakan sakitnya. Dan lebih serius lagi, tidak perlu sampai sekolah berantakan, pekerjaan mandek, hingga level merusak diri sendiri. Kan nggak lucu, kita sendiri yang memulai, kita sendiri yang patah hati, kenapa harus menyalahkan orang lain? Curhat? Mengeluh? Itu sama saja dengan, kita yang makan nangkanya, orang lain yang harus kena getahnya.

Masa muda kalian terlalu berharga untuk dikorbankan hanya karena seseorang yang kita duga cinta sejati. Kalianlah yang akan menjalani kehidupan tersebut. Apa yang kita lakukan hari ini, akan mencerminkan apa yang terjadi di masa depan. Barangsiapa yang mulai memikirkan masa depannya, tekun menggapai mimpi2nya, maka akan seperti itulah masa depannya. Tapi barangsiapa yang hanya asyik dengan hal2 tidak penting, akan kemana masa depan yang kita siapkan? Dan kabar buruknya, tidak akan ada yang mau tukaran masa depan dengan kita. Orang lain mungkin bersedia membantu, menolong, tapi pasti ogah menjalani kehidupan kita.
Boleh galau? Ya boleh2 saja. Namanya juga anak muda. Tapi jangan berlebihan. Apa batasan berlebihan itu? Mudah. Selalu berikan kesempatan kita memikirkan sesuatu minimal dua kali. Apakah ini lebay? Apakah ini overdosis? Renungkan sendiri sebelum melakukannya. Itu efektif sekali membantu mendefinisikan versi belerbihan tersebut.

Masa muda adalah masa paling cemerlang untuk menentukan masa depan kita. Maka kelilingilah muka bumi ini, lihat begitu banyak tempat, gapailah cita2 terbaik kita, rengkuh mimpi2 termasuk yang paling tinggi sekalipun; rasakanlah pengalaman2 menakjubkan, belajarlah banyak hal, timba ilmu sebanyak mungkin, bermanfaat bagi orang banyak, itulah janji terbaik yang dimiliki anak muda. Jangan habiskan dengan bocor dan tumpah berserakan soal perasaan saja. Ada banyak kesempatan terbaik dalam hidup ini, bukan soal “Aqhu kangen sama kamoe”, atau “Sudah sahur belum, Beb”.

Ssttt, sebagai penutup, ketahuilah, tentu saja urusan cinta kita itu sudah ada penulis skenarionya. Bukan sutradara, bukan novelis, apalagi penulis amatiran Tere Liye, melainkan penulis skenario terbaik, yang maha tahu isi seluruh semesta alam–apalagi isi hati manusia. Percayakan saja pada penulis skenarionya.

*Tere Liye

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s