Hantaran

Tidak tau ini masuk tradisi atau tambahan zaman kini. Tapi, sepertinya mulai menjadi trendi. Sebelum calon mempelai wanita duduk bersanding menjelang ijab kabu. Beberapa wanita menerima hadiah berupa hantaran, yang isinya bermacam2. Ada yang ngasih mulai dari bedcover, perabot rumah tangga, pakaian sapu tagak untuk si wanita. Kalo ia berjilbab tentu mulai dari jilbab, baju, sepatu dan sandal, dompet dan tas, tak lupa underwear, kosmetik, hingga peralatan mandi. Baju pun beda2, yang untuk kondangan, jalan biasa hingga piyama. Tak lupa aneka kue, buah2an, ataupun jenis makanan lainnya.

Kenapa tiba2 saja ama menulis topic yang jauh dari kehidupan ama? Tentunya karena ama punya pandangan tersendiri tentang kebiasaan ini. Bagi kebanyakan wanita mungkin senag saat di beri berbagai hadiah yang wah in. kenapa wah? Karena tentunya barang yang dibelikan adalah barang2 yang eye cathing. Tak hanya bagi mempelai wanita tapi juga bagi tamu yang melihatnya. Apalagi di zaman sekarang yang jangankan kebutuhan tersier, kebutuhan primer aja harganya udah mahal. Jadilah nominal jutaan rupiah harus dipersiapkan hanya untuk hantaran ini.

Lalu apakah ama juga suka kalau suatu saat diberikan pula yang seperti ini? Jawaban ama tidak? Why not? Karena yang tau kebutuhan dam selera ama adalah pribadi ama sendiri. Meskipun tas yang dibelikan harganya satu juta, tapi ama ga suka ngapain juga dibeliin buat ama, toh ama tau jenis tas yang bagaimana yang ama suka. Begitu juga dengan jilbab, baju dan berbagai jenis hantaran sapu tagak lainnya. Bahkan hingga peralatan kosmetik. Mau dibeliin yang merek paling terkenal pun kalo ama selama ini ga terbiasa dengan produk tersebut ngapain juga dipaksain buat membelinya. Malah jatuhnya mubazir. Buang2 harta, padahal kosmetik wanita itu harganya ga ada yang murah.

Jadinya, meskipun sempat iri saat melihat begitu mewahnya hantaran yang ia terima, ama malah berfikir untuk tidak akan mau mendapatkan hal yang sama. Kalaupun si calon pria ingin memberikan sebagian barang yang menjadi kebutuhan si wanita, cukup dengan memberikan mentahnya saja. Toh, ama bias belanja sendiri. Dan tentunya yang ama beli berarti akan ama pergunakan sendiri, karena yang tau selera dan kebutuhan diri ini tentunya si pemilik jasad itu sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s