Persiapan menjelang Ramadlan

(Di tulis ulang dari ceramah ustadz Abdul Somad, ama ambil dari Youtube. Di upload oleh Tafaqquh TV)

“ ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, sampaikanlah kami di bulan Ramadlan.” Hadits ini dhoif, namun ketika untuk menyebutkan fadlilah suatu amal, maka hadits dho’if boleh di pakai.

Sayangnya kebanyakan kaum muslimin menyanbut Ramadlan dengan melakukan berbagai praktek . seperti tradisi Balimau yang sangat banyak terjadi khususnya di daerah Sumatera Barat. Oleh sebab itu, maka ustadz Abdul Somad menyimpulkan ada 7 persiapan

  1. Mengenal Ramadlan

Jangan sampai Ramadlan datang, kita pun hadir di waktu itu, namun tidak menyadari bahwa ia adalah bulan yang mulia. Secara garis besar, Ramadlan itu dari terbitnya sudah berkah, karena itu nabi menyuruh kita sahur. Berkah sahur, yakni:

ü  Berkah fisik, kekuatan fisik untuk melakukan puasa. Andai terlambat tak sempat makan, maka sempatkanlah sahur, Walaupun hanya minum seteguk air, namun setidaknya kita telah melakukan sahur. Tentunya berbeda dengan puasa sunnat, dimana niat boleh saat sudah fajar atau tengah hari. Namun untuk puasa ramdlan, niat itu harus sebelum fajar.

ü  Berkah mental. Kekuatan mental, yang nantinya akan memprogram otak agar ia tidak merasakan sakit. Sehingga, seorang yang mengidap maag pun tidak akan merasakan nyeri meski ia tidak menyantap makanan di siang hari. Karena lambungnya sudah di program otak agar tidak mengeluarkan asam lambung sampai masa berbuka.

ü  Seseorang yang terbiasa bangun malam untuk sahur selama 29 atau 30 malam, insya Allah mudah untuk bangun pada malamnya selanjutnya melakukan ibadah malam. Sehingga sahur menjadi malam latihan.

ü  Mempererat hubungan suatu keluarga. Suasana tenang, pikiran nyaman, sehingga mempererat hubungan keluarga. Karena biasanya saat sahur bisa berkumpul bersama. Beda dengan berbuka yang kadang bisa bersama kadang tidak.

Terbit matahari hingga terbenamnya matahari, itulah waktu berpuasa. Hari yang terdiri dari 24 jam di bagi dua. Pagi dan malam. Bagaimana siangnya Ramadlan? Nabi bersabda: “Siapa yang berpuasa di siang hari bulan Ramadlan, hanya karena keimanan dan mengharapkan keredhoan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa2nya yang lalu”. Dosa2 yang diampuni menurut ulama, yakni dosa selain syirik. Itu baru siang ramadlan. Bagaimana dengan malamnya? “Siapa yang menghidupkan malam hari bulan Ramadlan, hanya karena keimanan dan mengharapkan keredhoan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa2nya yang lalu.” (lafaz yang di pakai adalah man qoma, bukan sholla. Qoma berarti berdiri yang maksudnya menghidupkan. Lebih luas dari sekedar sholat. Bisa berdzikir, membaca al qur’an, sholat atau ibadah lainnya).

Sahurnya berkah, siangnya ada ampunan, malamnya ada ampunan. Selama 29 atau 30 hari. Tapi keutamaan semua harinya tidak sama, karena di dalamnya ada suatu malamyang disebut lailatul qadar, yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. Karena di malam itu Al Qur’an diturunkan.

Usia umat nabi Muhammad sangat pendek, tapi yang menghabiskan umurnya itu sangat banyak. Untuk nonton, chatting, telponan, dsb. Beda dengan umat dahulunya yang umurnya panjang, tapi sedikit cara menghabiskannya. Karena itulah Allah memberikan malam lailatul qadar untuk menebusnya.

Karena itu kenalilah Ramadlan, agar tidak ada penyesalan ketika ia berlalu. Sampai2 nabi berkata: “ Jauh dari rahmat Allah orang yang berjumpa, bertemu, masuk dan keluar di bulan Ramadlan tapi dosanya tidak di ampuni.” melainkan hanya berat badan yang bertambah karena porsi makan yang lebih dari biasanya.

Karena itu perlu mengenal bulan Ramadlan. Agar siagnya tidak menjadi sarana tidur siang berjamaah di dalam masjid. Berdalih dengan hadits “tidurnya orang yang puasa adalah ibadah”. Hadits ini dho’if, tak bisa di pakai untuk menyebutkan fadilah tidur siang.

  1. Memperbaiki hubungan dengan Allah

Meskipun kita sholat, berpuasa, tidak berzina, tidak melakukan dosa besar lainnya, namun kita tetap harus memperbaiki hubungan dengan Allah. Kenapa? Nabi saja bertaubat seratus kali sehari padahal ia sudah di jamin surga. Nabi bertaubat setiap ia lalai dari mengingat Allah. Apalagi kita yang tidak di jamin masuk surga dan lebih dari sekedar lalai dari mengingat Allah. Oleh sebab itu kita memperbaiki diri dengan taubatan nasuha. Taubat ini di anggap benar kalau ada tiga unsure di dalamnya:

  • Menyesal dalam hati. Menurut Imam Ghazali siapa yang minta ampun duluan dari pada menyesal, seperti orang yang mengejek Allah. Karena itu menyesal adalah poin pertama.
  • Baru diungkapkan dengan lidah lewat istighfar. Bisa yang pendek, atau yang panjang. Bacaan yang panjang ini ada dalam al ma’tsurat. “Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta, dst.”
  • Ketekadan dalam hati untuk tidak akan melakukan itu selamanya. Ketiga unsure ini harus ada agar ia benar2 menjadi taubatan nasuha.
  1. Memperbaiki hubungan dengan sesame manusia.

Islam bukan agama hidup individual. Islam bukan agama untuk sendiri. Islam adalah agama social. Berdosa pada orang lain membuat ampunan Allah mengambang. Lidah ini sangat lunak, namun ia sangat tajam. Karena itu mungkin saja sangat banyak hubungan kita dengan manusia menjadi tak baik karena lidah. Oleh karena itu, perbaiki hubungan yang rusak agar mendapat ampunan Allah.

Dalam hadits qudsi Allah berkata: “ Aku Rahman, Aku maha pengasih. Rahim itu di ambil dari namaku. Siapa yang menyambungkan rahim, maka aku sambungkan rahim dengannya. Siapa yang memutuskan rahim, maka aku putuskan dengannya.”

Ramadlan bulan baik, bulan mulia. Jangan sampai amal kita terkendala karena hubungan yang tak baik.

  1. Al qur’an

Bulan ramdlan bulan diturunkannya Al Qur’an. Kita sayang pada anak setiap hari. Dan bertambah sayang kita ketika ia dilahirkan. Karena itu kita yang juga membaca Al Qur’an, di bulan Ramadlan lebih lagi sayang kita dengan Ramadlan. Yang biasanya hanya membaca ayat tanpa tahu tajwid, mulai membaca dengan tajwid , lalu ketika Ramadlan diiringi dengan terjemahan, yang sudah pakai terjemahan, diiringi dengan makna per kata, lalu mulai membaca tafsirnya. Bacalah al qur’an, karena di hari kiamat ia akan member syafaat pada yang membacanya. Jangan ragu untuk membeli Al Qur’an yang isinya lengkap mulai dari tajwid, arti per kata, terkemahan dan tafsir mencakup di dalamnya. Jangan hanya Al Qur’an mahar saja yang dimiliki.

  1. Menyiapkan budget tambahan.

Tambahan ini dimaksudkan untuk memberi pabukoan pada orang lain, bukan untuk kita. Jangan budget yang disiapkan hanya untuk membeli aneka macam perbukaaan yang hanya kita sendir saja yang memakanya. Karena nabi berkata: “Siapa yang memberi pabukoan untuk orang yang berpuasa, maka dia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang di beri pabukoan tsb. Hadits ini shahih. Tapi jangan diartikan pula kita hanya memberi perbukaan untuk yang berpuasa, tapi kita sendiri tidak berpuasa. Tradisi memberi perbukaan ini ada di beberapa daerah, tapi di Mesir cukup banyak. Di banyak bumi lain juga banyak.

  1. Mengqhado puasa. Bagi yang memiliki hutang puasa, maka ia tak bisa selesai dengan istighfar, atau umroh, atau ibadah beda lainnya. Tapi ia akan tetap menjadi hutang yang tetap harus di ganti di hari yang lain. Di Madzahab Syafi’i, Kalau sudah sampai ke Ramadlan berikutnya, namun hutang masih belum di bayar maka ia mendapat denda selain mengganti puasa ia juga wajib membayar fidiyah, 1 harinya I mud. 1 mud itu 7 ons setengah. Itu minimal, tapi lebih banyak lagi tentu lebih baik. Hutang puasa tidak hilang meski ia meninggal. Nabi berkata: “Siapa yang mati, namun hutang puasanya belum selesai, maka keluarganya harus menggantinya.” Karena itu, bagi ibu2 yang punya hutang puasa, hendaknya ia juga menyebutkan hutang puasa seandainya itu ada. Karena itu akan menjadi beban di hadapan Allah SWT.

 

  1. MenJaga kesehatan fisik.

Menurut Imam Ibnul Jauziy ibadah itu ada tiga.

o   Ibadah badan

o   Ibadah harta

o   Ibadah badan dan harta

Puasa itu ibadah fisik. Karena puasa itu dilaksanakan dalam kondisi sehat. Siapa yang sakit, maka ia tidak wajib puasa. Karena itu jaga kondisi fisik agar kita tidak sakit, yang menyebabkan kita nantinya tidak ikut berpuasa. Mengingat mengganti puasa di saat banyak orang tidak puasa itu sangat sulit. Bagi yang tidak biasa berpuasa, sebaiknya ia tidak ikut berpuasa setelah lewat separuh Sya’ban. Agar ia bisa menyiapkan fisik menyambut Ramadlan. Mengingat semua ibadah di bulan Ramadlan itu butuh kesehatan fisik. Mau sahur butuh kesehatan fisik, mau shiyam butuh kesehatan fisik, mau qiyam juga butuh kesehatan fisik.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s