Awas! Masih Ada Ahmad Fathanah Lainnya

Oleh: Widiwahyu (Pemerhati SDM)

Masih ingat artikel saya tentang agent AF yang beroperasi ke PKS? Berikut Tulisannya

 

Ahmad Fathanah (AF), sebuah nama yang berarti seseorang yang Terpuji lagi Cerdas. Entah mengapa, saya tidak begitu tertarik dengan teori konspirasi yang baru saja dilontarkan Sang Presiden baru PKS saat konferensipress pertama itu. Tapi saya lebih tertarik dengan sosok si Terpuji dan Cerdasini. Karena bagi saya, “keterpujian” dan kecerdasan perilakunya dalam kasus ini lebih terlihat seksi untuk dibahas dibanding terpilihnya Anis Matta sebagai Presiden PKS, lagi-lagi subyektif menurut saya. Mengapa begitu?

Pertama, AF bukanlah kader PKS. Menurut Tifatul Sembiring, AF adalah teman dekat LHI sewaktu mondok bersama-sama di Pesantren Gontor. Saya membayangkan, ada seorang teman semasa SMA dulu di Madiun yang kemudian bertemu di Jakarta. Hal minimal yang saya lakukan adalah bertanya-tanya background dia; kerja apa, tinggal dimana, keluarga berapa, selama ini kemana saja, dan sebagainya.

Dalam dunia intelijen hal di atas dinamakan clearance. Tujuannya adalah memastikan bahwa latar belakangnya itu clear atau tak ada masalah. Siapapun kita saya yakin pasti akan melakukan hal serupa, meski secara tak sadar, hanya sekedar untuk basa-basi mengakrabkan percakapan.Tahap lebih lanjut adalah cross check, datang ke rumahnya atau kantornya, cek facebook, cek twitternya, cek linkedin, kenalan dengan keluarganya, kenalan dengan temannya, dan sebagainya. Terlebih untuk posisi seorang yang sangat penting, proses clearance seharusnya dilakukan lebih canggih lagi. Tentunya hal ini bukan langsung dilakukan oleh yang bersangkutan, tetapi oleh protokoler, ajudan, staff ahli, staff  khusus, atau orang-orang di sekeliling yang bertanggung jawab terhadap keselamatan beliau.

Pernah suatu saat saya diajak teman untuk bertemu pejabat Eselon 1 di UKP4. Dari ujung telpon sana sang pejabat minta nama lengkap serta beberapa data pribadi saya lewat teman saya itu. Data dikirim dan setengah jam kemudian ada konfirmasi, “Lu dah clear Way.” Balik lagi ke AF, proses clearance seperti apa yang dilakukan sehingga AF begitu mudah dekat dengan LHI tanpa terdeteksi? Saya curiga AF adalah agent yang disusupkan serupa dengan Sigid Haryo Wibowo yang”menangani” Antasari Azhar. Atau Pollycarpus yang `ngerjain’  almarhum Munir. Info dari staff  KPK yang muncul di portal online menyatakan bahwa AF ini memiliki 5 istri dan 11 anak. Wow! Ikut aliran pencak silat apa dia sampai bisa beristri 5? Jika satu parameter ini (istri 5) saja terdeteksi di awal bisa dipastikan logika akan berkata “There is something wrong!”.

Kedua, hal yang membuat AF begitu seksi di mata saya adalah covering yang dibuatnya sangat khas seorang agent. Saya menelusuri Google untuk menjejaki AF di dunia maya, namun nihil. Yang ada hanya laman berita-berita keterkaitan dia dengan kasus LHI. Setidaknya sampai saat ini saya tidak mengendus facebooknya, twitter, blog, atau lain sebagainya  sebagaimana “manusia umum”. Jika ada di antara pembaca yang mendapatkannya tolong beritahu saya.  Dalam dunia intelijen, pantang seorang agent membuat jejak di dunia maya. Dia akan berusaha menutupi (covering) setiap identitas dirinya serapat mungkin. Baik identitas di dunia nyata maupun maya. Bahkan ada pameo di dunia intelijen,”1000 covering tak pernah cukup!”.

Lebih menarik lagi pengakuan kakak kandung AF di beberapa portal berita yang mengatakan bahwa tak tahu usaha atau bisnis apa yang sedang dijalankan AF. Wow! Bagaimana mungkin seorang kakak tidak tahu bisnis apa yang sedang digeluti adiknya. Secara logika aja, hanya ada dua kemungkinan, sang kakak bohong atau sang adik punya cover yang sangat tebal.

Belum lagi jika dikaitkan dengan 5 istrinya. Dengan salah satu apartemen istrinya di Margonda Residence, saya dulu pernah melihat-lihat harganya sekitar Rp. 300 juta. Anggap saja AF bisa berlaku adil dengan semua istrinya, maka masing-masing istri menerima tempat tinggal yang selevel yaitu 300 juta x 5 istri = 1,5 milyar. Belum harta-harta yang lain, mungkinkah orang dengan penghasilan segitu besar keluarga tak tahu asalnya darimana?

Atau hitungan jika hanya kontrak; Rp. 1,5 juta/bulan x 5 istri = Rp. 7,5 juta/bulan. Belum biaya 11 anak, konsumsi sehari-hari, biaya pulsa, bayar listrik, bayar air, dan lain sebagainya. Dengan asumsi biaya kontrak adalah 1/3 dari penghasilan sebulan maka pengeluaran sebulannya bisa mencapai min  Rp. 22,5 juta. Adakah kira-kira orang dengan gaji Rp. 22,5 juta sebulan yang  keluarga tidak tahu asal-usul hartanya? Sungguh aneh secara logika, namun tidak aneh untuk seorang agent.

Dugaan saya, AFsebenarnya belum menyelesaikan misi utuhnya. Tapi keburu ditangkap KPK. Mengapa demikian? Karena AF belum sempat menyerahkan uang tersebut ke LHI. Mungkin setelah menyerahkan uang tersebut pun, masih ada misi-misi lain yang harus diaselesaikan juga. Artinya masih terbuka lebar missing link dalam kasus ini yang membuat LHI ada kemungkinan bisa bebas dan jadi pihak yang terdzalimi. Dalam hal ini saya pribadi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada KPK, karena saya tidak bisa membayangkan jika misi AF sampai COMPLETED! Mungkin tsunami efeknya bisa merubuhkan sebuah organisasi sebesar PKS sampai lumat.

Ketiga, akhirnya kita jadi tahu bahwa organisasi sebesar PKS masih sangat rawan dibobol operasi intelijen. Dengan hanya seorang operator sekelas AF, walau tak dipungkiri pasti banyak aktor di belakangnya, organisasi sekuat PKS mampu dijebol. Ibarat perang, yang langsung tertembak saat ini adalah Panglima, itu artinya simbol pertahanan dan kebanggaan pasukan tertinggi. Apalagi di tingkat bawah. Dengan tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah, simbol organisasi yang tertusuk langsung ini suatu alarm besar bagi seluruh organisasi. Harus ada program dan system “melek intelijen” yang segera diset-up. Jika tidak, maka tunggu satu per satu symbol-symbol organisasi lain akan diacak-acak lebih lanjut. Sampai akhirnya tumbang tak bersisa.

Mengenai salah tidaknya LHI dalam kasus ini, mari kita serahkan pada proses hukum yang sedang berjalan. Saya pribadi masih percaya KPK satu-satunya lembaga terbersih saat ini. Saya juga percaya LHI adalah sosok bersih. Karena saya pernah berkesempatan mendapat arahannya langsung saat Ramadhan tahun lalu, dan kata-katanya luar biasa penuh energi selayaknya orang-orang berjiwa bersih. Ibarat menangkap ikan dengan perangkap bambu tradisional, peran KPK hanyalah sebagai perangkap yang menunggu ikan-ikan masuk kedalamnya. Yang sedang saya tulis adalah peran orang yang menggiring ikan-ikan itu sehingga tanpa sadar dimasukkan perangkap KPK. Merekalah sebenarnya pembuat tipu daya yang bisa dicegah jika kita memiliki ilmunya.

“Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allahsebaik-baik pembalas tipu daya.” (Qs. Al-Anfal : 30)

Allah Swt., telah berjanji akan membalas tipu daya manusia culas dengan tipu daya sebaik-baiknya tipu daya. Namun janji Allah Swt., tidak akan bekerja jika manusianya tidak berusaha, hanya pasrah, hanya berdoa, serta hanya menyalahkan teori konspirasi. Menurut info tak valid yang saya terima, operasi intelijen di tubuh PKS telah dimulai sejak tahun 2006. Wallahua’lambishshowwab. Namun dalam sebuah wawancara di stasiun TV swasta tahun 2010, Hendro Priyono (waktu itu sudah pension) mengatakan kurang lebihnya saya masih ingat betul, 

“Saya telah mendeteksi OTB sejak tahun 70an di kampus-kampus besar sebagai basisnya. Kemudian saya berkejar-kejaran dengannya, hingga saya mencapai posisi tertinggi di  BIN. Namun sayangnya, pas saya sudah punya power untuk menggilasnya, reformasi datang dan OTB itu menjadi Partai resmi.”

Kawan saya complain, loh Hendro Priyono kan sudah pension lama? Hey man, the Agent never retired, he just rest for relax.

Saya mencermati kalimat “berkejar-kejaran” di atas. Apa interpretasi atas frase ini? Sedang sebuah kalimat “kamu cantik deh” bisa diasumsikan berbagai macam, pun kalimat di atas yang keluar dari mulut seorang ex pejabat tertinggi intelijen negara. Dalam psikologi, perilaku yang nampak merupakan cermin dari sesuatu yang tersimpan dalam kognisinya, bahkan cermin dari alam bawah sadarnya. Mungkinkah?? Mari kita bertanya pada Hendro Priyono yang bergoyang.

 

 

Lalu, adakah solusi yang saya tawarkan selain “ngecap-ngecap” di tulisan saja? setidaknya ada beberapa solusi yang saya tawarkan sebagai berikut;

1.  Jadikan “Materi Intelijen” masuk dalam materi-materi pembinaan dalam organisasi .

2. Atau buat sebuah Badan Diklat yang khusus membina kader-kader berkemampuan khusus untuk memiliki skill sebagai intelijen.

Sehingga deteksi dini terhadap adanya bahaya operasi intelijen bisa segera dikenali. Akhirnya PKS secara organisasi bisa melakukan operasi kontra intelijen untuk mencegah kerusakan tersebut sebelum sampai sasaran.

Secara singkat, Materi Intelijen atau Badan Diklat setidak-tidaknya mencakup pengetahuan dasar sebagai berikut (Praktek-praktek Intelijen di Indonesia, Andi Wijayanto, 2011):

1.      Information Collecting

Perang intelijen adalah perang informasi. Information Collecting merupakan prinsip dasar dari intelijen, yakni upaya untuk mendapatkan informasi tentang orang, tempat, kejadian dan kegiatan yang dibutuhkan oleh Organisasi. 

Metode utama meliputi 3 hal:

1.      Human intelligence (HUMINT) yakni informasi yang dikumpulkan oleh manusia seperti mata-mata, agen, orang dalam, atau diambil dari pembelot, pengadu, informan, pelaku bisnis, pelaku perjalanan dan media, dan lain-lain. HUMINT dapat mencari informasi yang sifatnya terbuka (seperti metode Media Analysis) atau tertutup (spionase).

2.      Signal intelligence (SIGINT) terdiri dari data dan informasi yang dikumpulkan melalui penyadapan radio, HP, radar, atau pancaran elektronik lainnya termasuk laser, cahaya yang terlihat dan optic elektronik

3.      Image intelligence (IMINT) yang merupakan data dan informasi yang dikumpulkan melalui foto, atau teknologi pengambilan gambar secara elektronik, inframerah, ultra-violet dari darat, angkasa, ataupun satellite.

2.       Analysis

Analysis digunakan untuk proses cross checking, penguraian, dan evaluasi atas informasi-informasi mentah dari berbagai sumber untuk diolah menjadi produk intelijen. Bentuknya bisa bermacam-macam; peringatan dan laporan situasi, analisa, penilaian, perkiraan, dan kertas briefing.  Produk analysis harus mencakup apa yang diketahui (fakta), bagaimana hal itu diketahui (sumber), dasar pertimbangan (asumsi kunci), dampak dari perubahan dasar pertimbangan (hasil-hasil alternatif), dan apa yang tetap tidak diketahui (hidden).

Tujuan utamanya adalah untuk meminimalisasi ketidakpastian yang harus dihadapi oleh para pembuat kebijakan dalam membuat keputusan. Analisa juga harus membantu dalam memaknai isu-isu yang rumit dan memperhatikan masalah-masalah atau ancaman-ancaman yang akan muncul. 

3.       Kontra Intelijen

Kontra Intelijen adalah usaha untuk mencegah operasi intelijen dan gerakan kekuatan lawan agar tidak melakukan infiltrasi ke Organisasi. Dilakukan lewat 2 cara yaitu Defensif maupun Ofensif.

1.      Langkah defensive dilakukan melalui pencarian informasi dan menggali informasi dari pihak yang dicurigai sedang menjalankan operasi intelijen, melalui penyelidikan, pemantauan atas agen-agen yang diketahui atau dicurigai, serta kegiatan-kegiatan pengintaian untuk mendeteksidan menetralisir kehadiran operasi intelijen.

2. Langkah ofensif dilakukan melalui pencocokan informasi tentang operasi intelijen dengan modus operandinya, melalui perekrutan agen, dan memulai operasi untuk mempenetrasi, mengganggu, mengecoh dan memanipulasi badan-badan serta organisasi-organisasi terkait demi kepentingannya sendiri.

Kontra intelijen adalah bagian integral dari kesuluruhan proses intelijen yang dirancang guna memastikan apa yang dikumpulkan adalah benar, melalui evaluasi yang berkelanjutan dari sumber dan informasi yang ada.

4.       Operasi Rahasia

Tindakan tertutup atau operasi rahasia adalah tindakan yang digunakan untuk mempengaruhi kondisi dan situasi lawan. Hal ini dapat mencakup; propaganda, dukungan kepada faksi politik lain, meminta bantuan teknis dan logistik kepada pihak lain, atau tindakan-tindakan untuk mengganggu kegiatan tersembunyi yang dapat mengancam kepentingan Organisasi.

Operasi rahasia adalah suatu pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Bisa jadi ini adalah pilihan terakhir ketika semua usaha sudah maksimal, sangat conditional. 

 

 

 

Setelahnya bermunculan tulisan-tulisan yang secara tak langsung mengkonfirmasi kebenarannya. Ada analisa dari para ‘intel’ sendiri maupun pengamat di sosial media. Artikel itu beberapa hari sempat nangkring di Top Stories situs www.islamicgeo.com, namun tiba-tiba lenyap. Konfirmasi admin karena ada kesalahpahaman dan sudah diupload lagi, semoga bukan karena intervensi intel .Bahkan ada dosen Lembaga Sandi Negara yang mempublikasikan dalam kajiannya. Pun, tak sedikit yang bertanya “Elu ternyata agent ya Way”.

 

Sebenarnya bicara masalah intelijen ini ibarat bicara tentang (maaf) kentut. Kehadiran doi selalu membuat heboh dan meriah suasana, namun selalu sulit dilacak siapa pemiliknya. Persis dengan cara kerja seorang agent. Dengan IQ minimal 120, belum lagi seabrek persyaratan dan pelatihan yang prestisius, wajar jika cara kerja seorang agent susah dilacak. Namun lagi-lagi, sehebat-hebatnya menyembunyikan kentut suatu saat pasti tercium kehadirannya. Dan itu yang sedang terjadi di tubuh PKS.

 

 

Sebuah info menyatakan bahwa sejak 2006 operasi intelijen telah bekerja di tubuh PKS, saya meyakini jauh-jauh sebelum itu telah masuk. Sejak kami masih di kampus tahun 2000an, sudah banyak agent yang ‘bekerja’. (perlu disyukuri kehadiran PKS membuka banyak lapangan kerja agent baru). Pernah kami menjebak seorang agent yang masih mahasiswa Ekonomi UI, sewaktu dahulu masih ramai demonstrasi.

 

Kenapa PKS jadi sasaran? Masih menurut info tersebut, karena PKS punya system organisasi mirip dengan PKI; secrecy, compartmentally, sacred fact. Hanya ada 4 jenis organisasi di Indonesia yang punya karakter tersebut; TNI-Polri, BIN, PKI, dan PKS. Memangnya salah apa jika punya system organisasi seperti itu? Salah besar, karena dengan system tersebut menjadi JAMINAN penguasaan negara, cepat atau lambat. Lihatlah Arab Spring yang menguasai jazirah Arab saat ini, juga PKI yang pernah berkuasa dan menang mutlak tahun 60-an, komunis China yang tengah menggeser USA jadi penguasa dunia, semua ditopang system tersebut. Jadi sebelum ramalan itu jadi kenyataan, jalankan program bumi hangus rahasia atau clandestine!

 

Ahmad Fathanah

 

Kembali ke AF lagi, titik terang track record-nya belakangan terkuak satu per satu. Di Makassar AF terkenal sebagai pengusaha “hitam”.  AF pernah tertangkap staff federal Australia di Bangkok Thailand tahun 1999 saat hendak melakukan human trafficking ke Australia. Hukuman seharusnya 20 tahun, namun tahun 2004 sudah dilepas dari penjara Barrimah Darwin. Saya berasumsi 5 tahun tersebut kompromi ‘otoritas’ intelijen RI dan Australia. Tidak mungkin seorang narapidana international bisa dilepas agent federal jika tanpa ‘jual-beli’ dan ‘bukan sesama kawan’.  Dengan model penahanan AF, bisa dipastikan model rekrutmennya adalah motif Compromise.

 

Perlu diketahui, model rekrutment seorang agent biasanya dengan 6 jenis;

 

·         Money, seorang agent direkrut karena ketertarikan dengan uang dan fasilitas.

·         Ideology, seorang agent dapat direkrut karena memiliki kesamaan ideology, missal karena ingin membela negara, berbakti pada Presiden, dan sejenisnya.

·         Compromise, agent direkrut karena kelemahan/kesalahannya di miliki pihak lain, sehingga jika ingin urusan lancar maka harus berkompromi. AF direkrut dengan motif ini, karena ada kartu As yang dipegang pihak federal. Mungkinkah ada sel dari pihak intelijen Indonesia yang berkolaborasi dengan pihak federal Australia? Secara logika, bagaimana mungkin agent federal Australia mau melepas AF jika tidak ada “pihak penanggung” di Indonesia? Siapa “pihak penanggung” tersebut?

·         Ego, ini para agent yang direkrut karena factor ego. Missal kasusnya Letkol Sudaryanto yang tertangkap tangan menjadi pemasok data-data negara ke pihak Rusia.

·         Revenge, motif agent yang ingin balas dendam. Missal para veteran tentara Irak bekas perang Irak-Iran yang direkrut Amerika untuk memata-matai fasilitas nuklir Iran.

·         Coercion, perekrutan agent dengan model pemaksaan. Misal para tawanan perang, hanya dikasih dua pilihan dipenjara atau jadi agent.

 

Mengamati cara kerja operator AF yang langsung menempel ke jantung pertahanan lawan, Presiden Partai, bisa dipastikan dia tidak bekerja sendirian. Pasti ada support team yang bekerja di belakangnya. Setidaknya ada agent logistic yang membantu pendanaan, seorang Intelligence Officer (IO) sebagai pengendali/User, serta seorang Analyst yang support pada strategi makro. 

 

Rabu tengah malam setelah LHI ‘dijemput’, saya langsung menelpon seorang penyidik KPK, konfirmasi salah/tidak adegan sinetron yang sedang saya tonton? Diujung telepon terkonfirmasi bahwa itu benar dan nanti bukti-bukti akan dibuka satu per satu di pengadilan. Saya langsung teringat proses kasus Antasari Azhar karena sangat mirip pola ‘battle game’ yang dimainkan. Selalu ada peran sebagai logistic man yaitu SHW, seorang IO yaitu WW, dan seorang Analyst sebagai otaknya yang sampai saat ini belum ditemukan. Beruntung di kasus LHI masih ada ‘Ten Million Girl’ si Maharani yang sedikit menghambat pergerakan AF, membuat loyo sang agent lebih dahulu, sehingga belum kesampaian menyerahkan uang. Bayangkan jika tidak ada Maharani, maka skenario operasi akan tersambung sangat rapi.

Asumsi awal saya AF ‘baru operasi’ ke LHI, tapi ternyata sejak tahun 2004 sudah pernah langsung operasi pedekate. Namun operasi itu gagal dan LHI lolos dari jerat hukum kasus penipuan yang dilakukan AF di PT. AJS di tahun 2005. Jika demikian maka sebenarnya skenario operasi seri A, B, C, D, bahkan E telah disiapkan. Sangat mungkin secara logika, skenario operasi lainnya tidak hanya terjadi pada LHI, namun hingga belasan nama yang setidaknya sampai saat ini pernah dibahas Majalah Tempo di eksekutif dan legislatif.

 

Operasi Rahasia/ Clandestine

 

Mengapa saya menilai sedang ada operasi Clandestine di PKS? Bukan sekedar infiltrasi biasa atau desepsi pembusukan saja? Mari sejenak menengok salah satu budaya organisasi PKS.

Sebagai organisasi yang modern, PKS lahir dari para intelektual kampus dengan tingkat intelijensi dan pemahaman medan yang mumpuni. Basis ideology dan pengetahuan yang luas membuat system organisasi tertata rapi. Dengan system kaderisasi kompartemensi sangat susah untuk menerobos psikologi massa PKS dengan hanya melempar propaganda sebagaimana operasi di organisasi lain. Operasi Infiltrasi tetap bisa dilakukan, namun akan memakan waktu sangat panjang dan melelahkan karena harus melewati pentahapan system yang berjenjang rapi. Padahal intelijen harus berburu waktu dengan Pemilu 2014.

 

Bicara tentang infiltrasi, saya jadi teringat seorang dosen dari lembaga pencetak agent yang pernah dicalonkan PKS sebagai anggota legislatif dari dapil Sumatra, untung gagal suara. Dahulu yang bersangkutan setelah turun jabatan dari Ketua BEM UI pernah membuat ramai dunia persilatan kampus . Sang dosen ini sangat dekat dengan mantan Kapolda Metro Jaya berinisial NJ. Secara logika, mungkinkah guru kungfu bukan seorang pendekar kungfu? Mungkinkah dosen agent bukan agent handal? Dengan prinsip agent adalah single user, siapakah User sebenarnya? Mari kita bertanya pada sang dosen yang bergoyang.

 

Operasi Desepsi yaitu pembusukan dari dalam juga pernah dilancarkan dengan maraknya gerakan Forum Kader Peduli beberapa waktu lalu, namun imunitas organisasi masih bisa meredamnya. Satu-satunya cara paling memungkinkan yaitu operasi rahasia/clandestine yang bertujuan untuk membumi-hanguskan organisasi. Dengan ketiadaan tokoh sentral di PKS, maka sasaran tembak harus diarahkan pada banyak titik hingga bisa lumpuh.

 

Dalam hal ini titik kelemahan PKS ada dimana? Ada beberapa profile psikologis kader yang dimanfaatkan dengan baik oleh para Analyst intelijen. Sebelum melakukan operasi apapun, intelijen melakukan banyak analisa menyeluruh untuk mengetahui kelemahan lawan; analisa medan, analisa psikologis, analisa statistic, dan sebagainya.

Factor husnudzonitas/keberbaik-sangkaan individu PKS sangat tinggi. Di satu sisi ini menjadi kekuatan, namun di sisi lain menjadi kelemahan. Dalam kasus LHI, husnudzon yang tinggi pada sosok AF membuat kewaspadaan menjadi turun. Termasuk pengusaha yang baru dicekal KPK yaitu AZ, yang bersangkutan pernah mengaji langsung pada LHI. Banyak pihak memberi masukan tentang pengusaha AZ ini, namun husnudzonitas LHI lebih tinggi untuk menerimanya sebagai ‘murid yang bertaubat’. Tidak menutup kemungkinan tokoh-tokoh PKS yang lain tanpa sadar tertempel ‘benalu-benalu’ lainnya.

 

Factor kedua adalah adanya kader yang silau harta. Saya tidak menutup mata banyak kader yang tingkat ekonominya ketika di kampus sangat kesusahan. Namun ketika masuk dalam lingkaran eksekutif atau legislative tiba-tiba melejit 1800. Profile psikologis beberapa kader yang tamak dan tidak sabar dalam urusan duniawi ini ditangkap dengan sangat baik oleh para intelijen analyst. Walau hanya beberapa orang, namun sudah cukup sebagai sasaran tembak yang empuk.

 

Kombinasi faktor benih operasi para intelijen dipupuk dengan  kelemahan psikologis massa kader membentuk pintu masuk skenario yang bagus. Secara teoritis skema ini juga dijalankan oleh para agent CIA, Mossad, maupun M16, wajar jika intelijen kita yang bermazhab sama memakainya juga. Dalam buku Confession of An Economic Hitman karangan John Perkins, peran agent-agent CIA dalam membuat skenario jebakan intelijen serupa terlihat jelas. Untuk membuat skenario-skenario tersebut, mereka bersandar pada teori Lloyd yaitu ;

 

Threat = Vulnerability x Intention x Capability x Circumstances

 

Jadi Ancaman (T) itu adalah perkalian faktor dari Kelemahan (V), Niat (I), Kemampuan (Ca), dan Lingkungan (Ci). Secara teoritis PKS menjadi ancaman karena diramalkan akan berkuasa. Oleh karena itu harus ada faktor yang di-zero-kan, entah itu V, I, Ca, atau Ci sehingga ancaman menjadi NOL. Niat (I) tidak mungkin di-zero-kan karena tujuan parpol salah satunya adalah untuk berkuasa. Kemampuan (Ca) juga tidak akan bisa, karena PKS memiliki banyak kader dengan tingkat kemampuan tinggi untuk mengatur urusan publik. Lingkungan (Ci) juga terlalu susah, karena faktor lingkungan eksternal yaitu demokrasi pasca reformasi memberi ruang yang seluas-luasnya bagi siapapun untuk berkreasi. Belum lagi faktor internal PKS sebagaimana yang saya jelaskan diawal sangat sulit untuk ditembus dengan cara-cara konvensional. Yang paling memungkinkan adalah memainkan faktor Kelemahan (V). Dicari kelemahan kader yang paling memungkinkan untuk operasi clandestine. Akhirnya ketemu di urusan harta.

 

Dalam sebuah operasi clandestine pada organisasi sebesar PKS, tidak mungkin dilakukan dengan satu atau dua sel intelijen yang bergerak. Ibarat sasaran tembak yang besar, dibutuhkan banyak tembakan pada bagian-bagian vitalnya. Pasti beberapa sel intelijen bergerak menyerang memanfaatkan titik lemah kader di atas. Meskipun antar sel tidak saling mengetahui, saya yakin jika di antara mereka bertatap pandang pasti langsung tersenyum satu sama lain, “Teman gw ini!”. Di antara agent sudah jadi hal jamak saling bisa mendeteksi “kawan” dengan hanya bertatap mata. Karena tatapan mata tajam khas seorang agent itu terbaca sebagai salam, layaknya kita bertegur Assalamualaikum. 

 

Dengan segala asumsi tersebut, saya yakin masih banyak Ahmad Fathanah lain yang bebas bekerja dan tidak terdeteksi dalam tubuh PKS. Tugas organisasi adalah memastikan bahwa segala tipu daya mereka akan mandul karena para kader memiliki keyakinan penuh pada Sang Maha Membuat Tipu Daya. Kemudian keyakinan tersebut diturunkan dalam program yang nyata.

 

Rekomendasi

Dengan baru tertangkapnya AF, saya meyakini sel-sel intelijen yang lain pasti masih bekerja di tubuh PKS. Mungkin sebagian akan hibernate. Masih banyak kasus di KPK yang menunggu giliran diungkap dengan pintu masuk kasus LHI. Artinya pandora operasi intelijen masih sangat mungkin terbuka satu per satu. Oleh karena itu ada beberapa hal urgent dan mendesak segera yang semestinya dilakukan PKS secara organisasi;

 

1. Melakukan Clearance Programs secepatnya. Lakukan screening tertutup terhadap semua orang di sekeliling pejabat tinggi partai, kader eksekutif, dan kader legislative yang dicurigai suspect agent aktif. Para staff ahli, ajudan, pengawal, maupun sekretaris pribadi  harus lincah memetakan orang-orang yang berinteraksi dengan para kader tersebut. Lalu lakukan cross check tertutup pula. Di tingkat lanjut, program Clearance dijalankan pula untuk semua kader di setiap tingkatan. Dengan begitu satu firewall telah terbangun.

 

2. Evaluasi internal besar-besaran. Dengan status cegah imigrasi RH, tidak menutup kemungkinan merembet ke nama-nama lain, evaluasi kader terindikasi bersalah mutlak dibutuhkan. Tegakkan punishment secara adil jika memang terbukti kader bersalah. Karena efek psikologis keadilan berjamaah akan menyuntik motivasi kembali bagi para kader di akar rumput setelah tertohok di ulu hati kemarin. Jika perlu Ghost Protocol-kan kader-kader yang nakal tersebut, jangan justru dilindungi.

 

Untuk program jangka panjang seperti analisa saya terdahulu, set up program melek intelijen. Entah berupa pemberian materi intelijen dasar atau dibuat semacam Badan Diklat khusus kajian intelijen. Intinya adalah membangun early warning system secara sistematis dan rapi ditingkat organisasi. Bagaimanapun, para agent pasti akan bekerja, itu sunnatullah. Periuk dapur nasi mereka sangat tergantung dari pekerjaan ini. Jika PKS tidak ada niat untuk melakukan kontra intelijen, maka sama saja menyerahkan leher berkali-kali untuk di gorok.  

 

Saat ini nasi sudah menjadi bubur, tak elok rasanya jika masih menangisi indahnya nasi yang sudah berubah bentuk. Lebih baik segera siapkan kuah yang gurih, suwiran ayam, kedelai goreng, kerupuk, lada, dsb untuk membuat bubur ayam yang lezat. Saatnya mind set berubah, bahwa sekarang era pertempuran intelijen. Kemenangan Jokowi di Pilkada DKI dengan War Room and Operations Command ala intelijen desain Prabowo adalah salah satu buktinya. Siapa yang lebih cerdas, dia pemenangnya. Beranikah engkau menjadi panglimanya wahai Anis Matta?

 

Waallahu a’lam bishshowwab

http://www.islamicgeo.com/2013/02/awas-masih-ada-ahmad-fathanah-lainnya.html

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s