Serelo

Setahun sudah ama memulai aktivitas baru di daerah sumsel. Masa yang masih cukup singkat sebenarnya untuk bisa mengenal lebih jauh propinsi ini. namun, karena ini bukanlah daerah baru yang ama tapaki, tentunya tak butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan komunitas yang dihadapi. Sama halnya dengan anggota keluarga yang lain,  aktivitas menetapnya kami disini tak jauh2 dari ke serelo. Suatu Kawasan seni dan percetakan yang sebenarnya dinamakan mir senen, karena mungkin satu lokasi dengan museum mir senen, namun entah kenapa lebih populer dengan nama serelo. Padahal alamat jalan ini adalah AKBP H. M. Amin, daerah 18 ilir, tapi setiap kesana serelo lah yang lebih familiar diucapkan dan menjadi berbagai nama percetakan.

Adalah hal yang rutin juga ama mengunjungi daerah ini. tentunya ga jauh2 dari alasan bebau percetakan. Mau beli kertas, mencetak aneka cetakan dengan atribut yang bermacam juga tentunya, nyablon aneka jenis barang, dari baju, plastic, payung, gelas, bikin stiker, one way, beli perlengkapan stempel, dsb. Banyak deh kebutuhan yang bisa dipenuhi dengan hanya berada di satu atapnya lokasi ini, meski dengan jarak yang terkadang cukup jauh antara tempat yang satu ama kunjungi dengan tempat yang perlu dikunjungi lainnya, namun itu karena memang setiap jengkal lahan yang tersisa habis untuk mendirikan bangunan jasa yang ditawarkan. Jadilah alasan jarak mau tak mau harus diabaikan demi kepuasan kerja nantinya.

Adalah fakta saat menemukan hampir di setiap petak tanah berdiri toko yang menyediakan hal serupa, namun ama hanya mendatangi beberapa bangunan saja dengan resiko kaki yang capek karena harus berulang kali mondar mandir disana. Tentu saja alasan kepuasan atas hasil kerja adalah hal yang utama. Berikut diantaranya:

  1. Saat ama masih bantuin usaha ante, maka tempat beli kertas adalah toko kertas indah sari, meski pada awalnya juga tau kalau orang sulita juga punya toko kertas disana, namun karena rekomendasi yang diarahkan adalah ke yang toko cina punya, ama pun mengikuti arahan yang diberikan. Ini berlangsung cukup lama, hingga wajah ama pun familiar di antara karyawannya. Hingga ketika kami buka toko sendiri, ama pun mulai membandingkan harga toko cina punya dengan sulita punya. Dan ternyata tidak sama. Lebih murah di toko sulita punya. Dan yang ama pilih adalah mulit paper, meski yang di seberang juga punya orang sulita, satu anak satu bapak, namun ama lebih milih di toko si anak. Beda 2 ribu rupiah cukup berarti, mengingat kertas yang ama beli tidak hanya satu, terkadang malah selisihnya menjadi puluh ribu saat lagi menerima banyak cetakan dan dari selisih harga kertas ini ama bisa membelikannya ke kertas instan dibandingkan dengan jenis kertas bc saat mencetak kertas ncr. Termasuk pula ketika ama membeli kertas dalam ukuran plano, di toko sulit air punya ama tidak dikenakan biaya potong dan jumlah minimal lembaran plano yang harus dibeli, efektif banget dah. Jadilah hingga saat ini, multi paper masih menjadi andalan ama untuk membeli kertas, bahkan terkadang dalam hal memotong atau menyisir.
  2. Untuk mencetak nota atau undangan atau aneka jenis kertas lainnya yang bukan separasi, maka percetakan ayah edi dengan nama percetakan kanos grafika adalah pilihan utama. Tentunya tau tempat ini karena ante yang nunjukkin, meski ada juga beberapa tempat lain juga yang menjadi langganan ante. Namun, mengingat di tempat yang lain semua karyawannya laki2 dan terlalu rame, kecuali ayah tidak bisa, maka barulah ama memilih tempat yang lain. Kenapa harus ayah? Lagi2 karena kualitas cetakannya yang paling bagus diantara yang lain hanya ayah. Dan untuk hasil yang bagus itu pun ayah juga memberikan berbagai tips yang sangat membantu. Mulai dari setinggan awal, perpaduan warna, hingga jenis huruf yang di pakai nantinya. Meski kemudian ama harus mondar mandi dari ujung je ujung untuk ngulang seting, lalu mondar mandir lagi nyari tempat rekam master yang ga pake ngantri apalagi lampu mati, atau pun menyampaikan usulan tempat lain yang bisa diandalkan ketika di tempat ayah lampunya mati dan ama harus menyiapkan cetakan tersebut dalam jangka waktu yang singkat. Jadinya ga salah kalau hampir semua anggota keluarga ama juga memilih ayah tempat mereka mencetak meski juga punya langganan lainnya, dan tempat ini pun menjadi posko reunion kami mengingat tempat bermukin kami yang berbeda2 dengan jarak yang cukup jauh. Meskipun terkadang tidak bertemu, namun karena ayah sudah tau semua anggota keluarga kami disini, ntar pas kesana tetap dapat informasi terbaru tentang yang lain. Oke punya deh, kalau udah di tangan ayah. Meski terkadang kalau cetakannya banyak, dan ama cukup repot untuk membawanya ke tempat potong, maka percetakan kak Jucjky lah yang menjadi andalan. Soalnya disini disediakan langsung jasa potong, jadi ama tinggal terima beres. Meski pernah juga ujung2nya ama pergi motong sendiri karena mesin potong disebelahnya rusak beberapa hari.
  3. Salah satu orderan yang cukup sering juga diterima adalah bikin spanduk. Karena itu harus juga ada dunk tempat langganan ama mencetaknya biar tidak menerima hasil yang mengecewakan. Untuk hasil yang bagus sebenarnya di ecoprint, namun karena tidak semua kebutuhan ama tersedia disini, ec print juga menjadi pilihan. Hasil yang rapi sebenarnya ada di eco, namun itu tadi, terkadang karena ramainya mereka tidak menerima satu orderan pun dalam sehari. Akhirnya ec print juga menjadi andalan dalam mencetak banner, terutama untuk stiker bahan korea cina. Mengingat di eco tidak menyediakan bahan ini, tentunya ama pun harus menghitung semua biaya yang bisa diperbandingkan ketika memilih jenis orderan dan tempat mengerjakannya. Dan dua tempat inilah favorit ama.
  4.  Dalam setiap cetakan tentunya punya file asli yang bisa dijadikan patokan untuk menduplikat kertas lainnya. Dan file asli ini bisa di buat menjadi master, polister dan plat. Untuk cetakan yang jumlahnya minim dan tidak butuh perpaduan warna yang banyak, biasanya master lah yang di pakai. Kalau jumlah cetakannya banyak maka pakai politer, dan untuk hasil yang menggabungkan perpaduan semua warna dasar magenta, cryan, yellow, dan black atau bahasa ringkasnya cetak separasi, maka plat adalah solusinya. Dan hampir setahun ama berkeliaran di serelo, baru kali inilah ama mencoba langsung bikin orderan yang dalam seminggu kecuali hari minggu ama harus tiap hari bolak-balik serelo karena masalah plat yang ternyata menjadi nyawanya pesanan ama. Bermula dari arahan ni esi yang mengantarkan ama langsung ke tempat buat plat di sinar mas, dan ntar mencetaknya di surya mas, ama pun langsung menjalankan arahan uni. Menjadi kenangan yang berkesan untuk perdana kegiatan ini. mulai dari jadwal plat yang molor kelarnya, pengunduran hari ternyata menyisakan mesin yang bermasalah pas giliran ama, alternative lain tempat bikin plat yang pas hari mencetak baru diketahui ukuran jepitan mesinnya yang salah, hasil ulang plat yang di buat dengan ukuran yang sesuai dengan mesin ternyata kotor, dan rupiah yang harus dikeluarkan lebih banyak lagi karena satu2nya solusi harus bikin plat di surya mas langsung, dan kesalahan ini baru sore hari diketahui. Dan saat esok paginya saat ama dah buru2 kesana meski ternyata harus menunggu cukup lama juga karena karyawannya belum datang cetakan ama pun belum dikerjakan. Sedih deh, terasa banget capeknya bikin satu order ne. udah rupiah yang habis lebih banyak dari yang semula terjadi, kaki pun terasa pegal karena tiap hari memang mondar mandir lagi kerjaan ama disana. Alhamdulillah, kejadian ini menjadi pengalaman berharga untuk kedepannya. Sekaligus menambah pengetahun betapa cina itu memang pelit dengan informasi usahanya. Hehehe, rahasianya banyak banget euy.
  5. Nilai plus lain dari serelo yaitu dekat dengan pusat kota. Jadi sambil nunggui kerjaan bisa jalan dulu ke pasar 16 ilir, atau jajan di IP atau menuntaskan keperluan lainnya di pasar Cinde, atau mau beli berbagai kebutuhan di Dempo, main bentar ke Gramedia, banyak deh alternative kegiatan yang bisa ama lakukan sambil nunggu kerjaan. Bahkan kalau kaki terasa udah pegel banget, silahkan istirahat sejenak di Masjid Al falah.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s