Tulisan Darwis Tere Liye

*Lagu anak-anak dan cinta

Apakah cinta kita kelak seperti balonku ada lima?
Maka jangankan “balonku tinggal empat”, satu balon tersisa atau tidak ada sama sekali pun
Tetap kupegang erat-erat?

Apakah cinta kita kelak seperti naik-naik ke puncak gunung?
Maka jangankan “kiri-kanan kulihat saja, banyak pohon cemara”,
Bahkan kiri-kanan kulihat saja, banyak jurang terjal, kita tetap mendaki hingga tinggi-tinggi sekali?

Apakah cinta kita kelak seperti lihat kebunku penuh dengan bunga?
Pun tidak ada “mawar melati, semuanya indah”
Hanya ada semak berduri, semuanya tetap indah? Dan “setiap hari kusiram semua”

Apakah cinta kita kelak seperti nenek moyangku orang pelaut?
Yang sungguhlah kita akan selalu “menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa”

Aduhai, ternyata cinta bisa diilustrasikan seperti lagu kanak-kanak.
Maka, sungguh, sebagai penutupnya, kawan
Kita simpan yang terbaik.

Apakah cinta kita kelak seperti “burung kakak tua hinggap di jendela?”
Meski pasangan kita sudah ‘giginya tinggal dua’, kita akan selalu tetap cinta?

Alamak.

*Tere Liye

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s