Status Darwis Tere-Liye #edisi perasaan ( dipostingan grub awal Desember 2013)

Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik.

Darwis Tere Liye

“Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.”

* Tere Liye, novel “Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah”

“Dan tunas-tunas perasaanmu tak bisa kau pangkas lagi. Semakin kautikam, dia tumbuh dua kali lipatnya. Semakin kauinjak, helai daun barunya semakin banyak.”

— Tere Liye, novel ‘Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin’.

“Karena kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi.”

*Tere Liye, buku “Berjuta Rasanya” & “Sepotong Hati yang Baru”

Jangan membawa barang2 yang tidak diperlukan dalam perjalanan. Singkirkan yang tidak perlu dan malah paling berat, paling membebani. Biar perjalanannya asyik.

Pun sama, jangan membawa ‘barang2’ yang tidak perlu dalam hati kita. Tinggalkan. Buang. Jangan mau sumpek dan membebani diri sendiri. Biar kehidupan kita juga asyik.

(Tere Liye)

“Urusan perasaan itu ajaib sekali, bahkan bisa membuat merasa sepi di tengah keramaian, ramai di tengah kesepian.”

— Tere Liye, novel “Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah”

“Seluruh air di samudera lautan tidak bisa menenggelamkan sebuah perahu kecil, jika airnya tidak masuk ke dalam perahu tersebut. Maka, seluruh kesedihan, kegundahan, beban hidup di dunia ini tidak bisa menenggelamkan hati kita, kecuali kita membiarkannya masuk ke dalam hati kita sendiri.”

— Quote lama. Entah siapa yg pertama kali menuliskannya.

Adik2, tidak ada postingan di page ini yang bisa kalian gunakan untuk pacaran, lantas bilang “gue banget”.

Kan geli nan ilfil jadinya, sebuah postingan yang didesain untuk hal lebih penting (tentang mengendalikan perasaan), ada saja yang komen: “aku juga sayang pacarku karena Allah, itu akan jadi cintaku selama2nya.”

Jatuh cinta itu boleh, juga galau, memendam perasaan itu boleh2 saja. Tetapi pacaran, dkk, pegangan tangan, mojok berduaan, dsbgnya itu jelas terlarang.

Perasaan bisa berganti, bunga elok bisa gugur, sungai besar bisa kering, semua bisa berubah seiring waktu. Tapi kenangan, catatan hidup kita tidak; akan abadi.

Oleh karena itu, pikirkanlah baik2, sebelum kita nekad merusak diri hanya karena perasaan cinta. Besok lusa, boleh jadi semuanya berubah total, dan kita telah terlanjur merusak diri sendiri, maka kenangan, catatan hidup kita yang kelam itu akan abadi. Selalu kendalikan diri, selalu tahu batas2nya.

*Tere Liye

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s