20122013

Entah apa sebabnya tiba-tiba kau muncul

Meski lewat temanmu yang juga ku kenal

 Berusaha untuk menuntaskan kewajiban yang masih tersisa

Sayangnya, usaha mu sia-sia

Dan kau sangat tahu itu akan gagal

Minggu ini, kau mencoba muncul kembali

Dengan semangat ingin tampil sendiri

Seperti lazimnya kisah yang terjadi

Saat kau tahu bahwa engkau perlu basa-basi

Dan (berharap) ku akan menjawabnya dengan jawaban yang masih seperti dulu

Sayangnya, ku terlalu mudah menebak bahwa itu adalah nomor hapemu yang baru

Meski kau tak mengizinkanku untuk tahu lebih awal

Tapi ku bisa menerka dengan terkaan yang benar

Sudahlah…

Tak perlu lagi menjadi seperti orang baru dalam hidupku

Meski lama tak bertemu

Ku masih ingat dengan corak yang menjadi khasmu

Bukankah dulu ku pernah menerka alasanmu tiba-tiba menghubungiku

Setelah beberapa saat nomor hapemu tak ada yang bisa kuhubungi

Engkau pun berkelah dengan pendapatmu

Meski ternyata esoknya kau mencoba meralat kesalahanmu dengan mengirimkan nomor barumu

Namun kini,

Meski kau tak mengindahkan pesanku agar jangan lagi menyimpan nomor hapeku

Kau pun berupaya merubah suasana dengan menggunakan nomor hape yang belum ku kenal

Percayalah…

Kali ini aku langsung bisa tahu bahwa engkaulah yang mengirimiku pesan

Meski tanpa menyebutkan nama ku secara utuh

Karena memang kau tak pernah melakukan hal itu

Tapi ku sudah bisa tahu bahwa itu darimu

Maaf,

Ku tak berniat untuk membalasnya

Karena itu basa basi yang engkau pun juga bersikap hal yang sama

Saat ku menanyakan hal serupa

Hampir dua tahun tiada berkomunikasi

Dan hampir tiga tahun kita tidak bersua

Apakah waktu menghapus segalanya?

Sayangnya  tidak, karena jelas banyak jejak yang masih berbekas

Hanya saja ku tak akan mengulang sejarah lama

Menganggumu dengan kehadiran yang tak di minta

Dan menyusahkanmu agar turut bisa memusnahkannya

Engkau tak perlu tahu detail usahaku

Karena itu memang salahku

Perasaan bersalahmu hanya akan membuatku makin bersalah

Sedari awal seharusnya ku bisa menjaga sikap

Tak mau lagi kerisauan itu menemani

Biarlah kini ia hadir sesaat

Tapi ku berharap hatiku bisa bersahabat

Dengan kenangan yang ternyata masih terawat

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s