*Tidak level

Status Darwis Tere Liye 15 November 2013

Di Beijing, jika kita punya uang banyak, maka memiliki mobil tetap susah. Siapapun yang ingin beli mobil, diminta mendaftar, lantas dalam periode tertentu diundi oleh regulator setempat siapa yang boleh beli mobil siapa yang disuruh ikut lagi undian. Persentase terpilih kecil sekali, 1% saja. Dari 100 aplikasi, hanya 1 yang terpilih, dan atas aplikasi yang terpilih ini kemudian dibuatlah STNK. Produsen mobil silahkan kalau mau produksi habis2an, monggo, silahkan cari pasar ke kota2 lain yang tidak memberlakukan undian ini.

Kita harus belajar dari mereka. Bagaimana cara efektif mengendalikan kemacetan di kota besar. Pasti banyak yang tidak suka dengan kebijakan ini, terutama raksasa industri otomotif, tapi pemerintahan kota Beijing berani melakukannya, lotere untuk STNK ini sudah dimulai sejak 2011, dan setiap tahun, semakin ketat, karena quotanya semakin terbatas dibanding aplikasi yang masuk. Shanghai, Guangzhou, Wuhan, Tianjin dan kota2 lain segera menyusul melakukan kebijakan yang sama.

Sebenarnya, apakah mengatasi kemacetan itu mudah sekali? Entahlah. Karena di negeri kita, saat pemerintah pusat berkoar2 menaikkan harga BBM, menjerit2 bilang menurunkan subsidi BBM, mereka malah merilis kebijakan mobil murah–yang otomatis jelas menambah konsumsi BBM. Bilang kalau mobil murah harus pakai pertamax, dan sungguh lupa, bukankah saat Avanza dan Xenia dulu dirilis, mereka juga bilang harus pakai pertamax, atau nanti mobilnya rusak? Lihatlah, di jalanan sesak, tidak ada mobil Avanza dan Xenia yg rusak gara2 pakai premium.

Di Beijing, mereka sudah berpikir tentang menurunkan polusi udara, lingkungan hidup yang lebih nyaman. Mendukung transportasi massal, funding raksasa diberikan, agar kota jauh lebih manusiawi buat semua. Rasa2nya kultur orang Beijing sama saja dengan Jakarta. Kalian harus tahu, sstt, baru beberapa tahun lalu loh, di Beijing itu beberapa sopir mobil/motor malas menyalakan lampu malam hari, karena takut cepat rusak lampunya–yang ‘kampungan’, bukan? Hari ini, mereka sudah punya regulasi lotere STNK. Entahlah siapa yang sudah melesat maju, siapa yang tertinggal jauh.

Dan kita tidak level lagi.

Sudah tiba saatnya kita memikirkan untuk mendukung pemimpin2 baru yang punya cara berpikir baru. Kitalah yang memilih pemimpin tersebut. Atau boleh jadi, sudah saatnya kita sendiri yang mengambil inisiatif untuk membuat perbedaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s