Sambungan Makalah…

{  POTENSI EKONOMI

Percepatan pemulihan ekonomi merupakan salah satu prioritas rencana strategis pembangunan daerah nagari sulit air. Seperti halnya kondisi perekonomian di Sumatera barat, perekonomian sulit air juga menunjukkan pertumbuhan positif, walaupun masih jauh dari harapan dalam arti perbaikan (recovery) ekonomi yang sesungguhnya. Pemerintah nagari sulit air senantiasa tetap berusaha untuk mengarahkan kebijakan pembangunan ekonomi kepada pemulihan ekonomi dan mewujudkan landasan pembangunan yang lebih kukuh bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kondisi tersebut akan dicapai melalui pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi yang ada terutama usaha kecil, menengah dan koperasi melalui system ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan serta sumber daya manusia yang produktif dan mandiri.

Sampai dengan saat ini di sulit air terdapat berbagai potensi sector perekonomian daerah yaitu terutama sector pertanian yang memang sangat berperan. Selain itu sector lain yang cukup menjanjikan dan belum dikelola secara optimal adalah sector industry dan UKM, sector pariwisata, serta sector pertambangan. Diharapkan pengembangan potensi ini mampu meningkatkan pendapatan nagari dan tentunya juga tingkat kesejahteraan masyarakat.

  1. Pertanian dan perkebunan

Secara geografis nagari sulit air memiliki potensi alam yang potensial untuk dikembangakan sebagai pusat pertumbuhan terutama dalam bidang pertanian. Didukung oleh posisi nagari yang strategis dan sesuai dengan kondisi alam nagari, sebagian besar mata pencaharian petani.

Data potensi lahan nagari sulit air

No

Jorong

S. Tersier

S. Hujan Tadah

Kolam

Telaga/rawa

Tanah darat tegalan

pekarangan

1

Silungkang

16.8

36.2

0.5

0.04

774

12

2

Gando

21

44

0.4

0.06

723

17

3

Kunik Bolai

21

45.25

0.62

0.05

968

15

4

Basung

19.32

41.63

0.57

0.046

890

13.8

5

Linawan

8.4

18.1

0.25

0.02

387

6

6

Rawang

12.6

27.15

0.37

0.03

581

9

7

Siaru

14

28

0.2

 

507

7

8

Koto Tuo

2

4

 

 

434

6

9

Taram

5.88

12.67

0.17

0.014

271

4.2

10

Batu Gale

10.5

23

0.5

0.04

289

5

11

Koto Gadang

5

11

0.2

0.2

217

4

12

Sarikie

8.5

18

0.2

 

361

8

13

Talago Laweh

26

54

0.9

 

867

14

JUMLAH

171

363

5

1

7,269

121

  • Sector pertanian pangan

Berdasarkan sumber data pertanian tahun 2009 menunjukkan dari luas tanm 192 ha dan yang dapat dipanen 182 ha mampu menghasilkan total produksi/ton sebesar 1179 ton, hal ini disebabkan irigasi cukup baik. Secara menyeluruh luas areal sawah yang ditanami di sulit air seluas 574 ha dengan total produksi/ton 934.75 ton. Diharapkan dengan luas sawah yang dimiliki mampu menghasilkan hasil yang lebih baik lagi.

Sungai dan embung nagari sulit air

No

Jenis

Nama

lokasi

1

Sungai

Batang katialo

Membelah 2 nagari sulit air

2

Anak sungai

Jonjang 1000

Kunik bolai, silungkang

3

Anak sungai

Batang siaru

siaru

4

Anak sungai

Batang balam

Batu gale

5

Lurah

Sarosa

Siaru dan rawang

6

Lurah

Saok laweh

basung

7

Lurah

Muaro batang pisang

Basung

8

Lurah

Kurai taji

Limau puruik basung

9

Lurah

Gatig palam

Limau puruik basung

10

Lurah

Silaki

Rawang

11

Lurah

Timbulum

Rawang

12

Lurah

Sampik

Taram

13

Lurah

Taram

Taram

14

Lurah

Talak aie

Koto tuo

15

Lurah

Ujung guguk

Koto tuo

16

Lurah

Barasok

Talago laweh

17

Embung

Talago biru

Talago laweh

18

Embung

Talago

Sarikie

19

Embung

Talago panjang

Padang licin, sarikie

Sumber data: pendataan nagari tahun 2010

  • Sector pertanian palawija

Sebelum musibah penyakit layu pada tanam pisang yang melanda sumatera barat umumnya khususnya di nagari sulit air, nagari sulit air merupakan lumbungnya pisang. Namun saat ini penyakit yang telah mewabah ini telah melumpuhkan sebagian perekonomian penduduk, dimana mereka yang telah mengandalkan komoditi pisang sebagai sumber pendapatan sekarang tidak lagi diharapkan. Dan hal ini telah berjalan beberapa tahun belakang.

Usaha yang telah dilakukan antara lain mengadakan pilot project penanaman pisang kembali yang dijadikan areal penanaman pisang sebesar 5 ha di Korong talago laweh yang dikelola oleh kelompok tana telaga biru dengan harapan pisang menjadi harapan yang menjanjikan ekonomi masyarakat.

 

  • Sector pertanian holtikultura

Dengan ketinggian 750 m dpl, sebenarnya tanaman hortikultura cukup potensi untuk dikembangkan. Diantaranya tanaman cabe, buncis, tomat, bawang merah, sawi dan kentang. Namun berbeda dengan kondisi nagari sulit air dimana ketinggian tidak mencerminkan daerah yang subur disebabkan karena kurang sumber air.

Pada nagari sulit air tanaman holtikultura tidak dapat dikembangkan karena banyak lahan kering, namun masyarakat sulit air mencuba-cuba sehingga terkadang mengalami keberuntungan semusim dan kerugian seriang kali terjadi seperti penanaman cabe, tomat, dll. Sehingga tanaman holtikultura tidak dapat dikembangkan dan tidak menjanjikan.

Tanaman sayur sayuran walaupun memberikan hasil yang tidak sebesar padi, namun keberadaannnya cukup  penting terutama untuk mencukupi kebutuhan sendiri.

  1. Peternakan

Sub sector peternakan terhadap perekonomian sulit air belum begitu besar (11,3%) dari jumlah penduduk yang bermatapencaharian di sector peternakan. Tetapi pemerintah nagari sulit air tetap memberikan perhatian yang besar karena sub sector ini berpotensi untuk dikembangkan mengingat potensi lahan utnuk perkembangannya, serta keberadaan sarana prasarana pendukung cukup memadai, disamping permintaan pasar terhadap komoditi ini relative cukup tinggi. Ini juga ditunjang oleh pengelolaan ternak yang sudah cukup bagus yaitu secara intensif (dikandangkan) sehingga tidak ada ternak yang liar. Akan tetapi letak perkandangan yang menyebar bagi peternak yang berkelompok cukup menyulitkan dalam pemeliharaan maupun pengelolaannya. Karena itu salah satu upaya yang dilakukan pemerintah nagari adalah mengadakan kerja sama dengan kelompok-kelompok ternak untuk menjadikan kawasan khusus sebagai kawasan sentral peternakan mengingat mempunyai potensi yang bagus untuk sub sector peternakan.

Populasi ternak dinagari sulit air

No

Jorong

Kerbau

Sapi

Kuda

Kambing

Unggas

1

Silungkang

8

22

75

380

2

Gando

 

 

 

 

 

3

Kunik Bolai

200

160

10

90

1033

4

Basung

60

115

15

75

270

5

Linawan

148

159

14

198

3740

6

Rawang

115

137

3

127

26

7

Siaru

215

75

3

115

127

8

Koto Tuo

 

 

 

 

 

9

Taram

26

50

3

49

747

10

Batu Gale

45

52

2

44

302

11

Koto Gadang

3

5

8

100

12

Sarikie

18

23

8

48

519

13

Talago Laweh

10

80

20

700

JUMLAH

848

878

58

849

7941

Menurut data diatas dapat kita analisa bahwa di nagari melalui peternakan dapat membangkitkan ekonomi masyarakat, masyarakat yang memiliki kerbau sebanyak 848 ekor, sapi 878 ekor, kuda 58 ekor, kambing 849 ekor dan unggas 7941 ekor (itik dan ayam).

Dari data diatas dapat kita melihat asset yang dimiliki oleh masyarakat yang dikelola oleh kepala keluarga, terhimpun dana sebagai berikut:

No

Nama asset

Jumlah

Perkiraan rata2 harga satuan

Jumlah (rp)

1

Kerbau

848

6.000.000

5.080.000

2

Sapi

878

4.500.000

3.951.000

3

Kuda

58

5.000.000

290.000

4

Kambing

849

750.000

636.750

5

Unggas

7941

30.000

238.230

 

Jumlah

 

 

10.195.980

Dari analisa data diatas dapat diinterpretasikan bahwa hewan ternak pada masyarakat dapat membantu tingkat kesejahteraan masyarakat. Jika kita kalkulasi 1/3 KK sulit air yang berternak maka pendapatan rata-rata peternak rp. 750.000/KK/Bln dan disbanding dengan pendapatan UMR kabupaten maka KK sudah mencapai UMR dari peternakan.

  1. Home industry

Sulit air sampai saat ini memang belum ada industry skala besar, namun keberadaan industry kecil menengah di sulit air cukup potensial. Kenyataan menunjukkan bahwa industry kecil menengah merupakan satu-satunya yang mampu bertahan dari badai krisis. Berdasarkan data dinas perindag dan penanaman modal daerah, nagari sulit air terdapat industry kecil/rumah tangga. Pada umumnya industry rumah tangga kecil dan sedang di sulit air berupa pengolahan telekung (mukena), jilbab, industry batu bata, industry makanan seperti sagun, kue sopik dan lainnya.

Kemudian, potensi lain yang bisa menjadi pendukung perekonomian sulit air adalah koperasi serta kelompok-kelompok simpan pinjam perempuan (SPP) dibawah naungan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) hampir mencapai 50 kelompok, dan kredit mikro nagari (KMN) namun belum ada perkembangan pada saat ini.

Perkembangan jumlah koperasi dan industry di sulit air tahun 2011

No

Uraian

2010

2011

1

KUD

1

1

2

Koperasi Non KUD

43

26

3

Industri kecil

–          Mukenah/ jilbab

–          Sagun bakar

–          Kue sopik

–          Perabot

–          Penjahit pakaian

–          Sapu lidi

–          Batako heler

 

10

3

8

6

15

1

5

15

 

10

3

8

6

15

1

3

18

4

Industry sedang

5

Industri besar

 

Jumlah

107

91

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s