Lanjutan daerah

  1. Gambar
  2. Propinsi Pekan Baru

Kesan yang muncul kalo dah kesini yaitu bagus. Kebanyakan kantor-kantor disana masih make hiasan rumah adat disana, jadi betah mandangin lama-lama. Apalaginya kotanya cukup ama, keliling-keliling meskipun bukan warga sana jadi ga takut. Meskipun sering “berulah” akibat kebakaran hutannya yang mengekspor asap ke Negara tetangga, tapi kota ini cukup maju dan cantik. Di tambah pula emas disini termasuk yang berkualitas baik, selagi masih bisa beli disini maka ama pun akan membelinya. Tapi sayang, kalo buat jalan-jalan juga ga cocok. Lebih miskin lagi wisata alam di kota ini dibandingkan Palembang. Kalo makanannya Cuma nenas doank yang ama tau khasnya. Kalo nanas mah, di prabumulih dan Pendopo juga banyak. Manis lagi. Sepertinya alasan bersilaturrahim saja yang membuat ama kesana. Mau kemana coba jalan-jalan, panas tau. Kan banyak minyak. Makanya buat ngafal plat kendaraan sini gampang. BM, banyak minyak.

Propinsi jambi

Nah, ini adalah propinsi tempat dilahirkannya KTP ama. Secara ortu kami migrasi ke Kabupten Kerinci, jadilah domisili kami juga disana. meski sekarang udah lebih canggih dikit tempat tinggalnya. Kalau sebelum menjadi Kota Sungai Penuh, yang namanya pulang ke Kerinci itu bikin ga betah. Udah jalannya super jelek, pejabatnya doyan korupsi, pemikiran penduduk asli yang ga pernah keluar bikin jutek, banyak deh yang bikin ama ga mau berlama-lama di rumah. Coba deh di fikir kembali, orang sana rela ngabisin duit ratusan juta buat nyogok pejabat agar bisa jadi pegawai. Status honorer tak bergaji pun ga masalah, yang penting kerja di Pemda. Bagi ama ini sangat tolol. Puluhan juta aja udah bisa buka toko, apalagi ratusan juta, udah cukup tu semua isi di toko. Ga habis fikir, seberapa hebat kah prestise pegawai itu, padahal mereka hanya pekerja suruhan. Kalaupun bekerja karena keinginan sendiri dan berkemampuan boleh lah. Ini kan ga, udah pake nyogok, eh di suruh bekerja pun juga ga bisa. Weleh-weleh.

  Alhamdulillah semenjak dah jadi kota, jalan udah mulai mulus, meski hanya di kota, perang antar kampung ga perlu ditakuti (kan yang berperang biasanya penduduk asli, kalo pendatang biasanya damai). Padahal daerah ini cukup sejuk, ini pun diwujudkan dalam semboyan Kerinci kota SAKTI (sejuk, aman, kenangan, tertib, indah). Tapi sejuk aja yang terasa jelas bagi ama. Aman? Oow, susah juga kayaknya nyari aman di daerah ini. apalagi daerah ini kaya mistis pula. Tari Rantak Kudo yang terkenal hingga sekarang aja masih ga lepas dari nuansa mistis, padahal itu termasuk tari andalannya orang Kerinci. Belum lagi kisah tempat bunuh diri di air panas Semurup, yang meski udah dipagari tetap aja orang yang emang dah niat banget mo bunuh diri nyebur kesana. Kasus pemimpin yang setiap selesai dari jabatan masuk bui, dan herannya ketika ada putra daerah yang berkemampuan untuk memimpin tak pernah berhasil jadi pemimpin. Selalu saja orang-orang bodoh yang terpilih. Jadi jangan heran kalo dengar kabar pejabat disana saat di undang datang ke istana ternyata perilakunya memalukan.

Untuk tempat wisata masih bolehlah Kerinci dijadikan destinasi. Bukan propinsi Jambinya, soalnya kalau di Jambi nyaris tidak ada. Palingan wisata budaya dan sejarah. Kalau yang itu ama kurang minat. Di Kerinci ada air terjun di Sungai Medang, danau di daerah Keliling Danau Kerinci dekat Jujun, bukit, Gunung Kerinci di Kayu Aro, Danau Cermin dekat Gunung Tujuh. Setelah Padang untuk wisata alam bolehlah datang ke Kerinci, tapi untuk makanan kayaknya kalah. Belum ada ama ketemu menu yang enak disini. Kalau kue ya dodol kentang dan sirup kayu manis saja yang terkenal. Itu pun ama ga terlalu doyan.

Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Khusus propinsi ini sangat banyak ulasan yang bisa di cari. Intinya kalo kesana paling sering karena alasan belanja dan menghadiri acara.

Propinsi Jawa Barat

Gambar

Propinsi ini juga tak kalah banyaknya jadi bahan perbincangan. Jadi tak akan ama urai panjang-panjang. Kalaupun pernah ke propinsi ini karena pernah datang ke Bogor untuk menikmati panorama di puncak, liat vila-vila tak berpenghuni, nikmatin macetnya pergi ke taman bunga, nyicipin roti unyil yang kaya lemak tapi rasanya enak. Kalaupun ingin berehat sepertinya di Sumbar lebih layak untuk dijadikan tempat berehat.

Propinsi Banten

Datang kesini karena masih memiliki keluarga yang berdomisili di Tangerang. Jadi beberapa daerah saja yang ama tahu. Dari kali deras milih angkot yang ke kota bumi. Ada lagi keluarga yang tinggal dekat BSD, tapi luma nama kompleknya. Intinya udah pernah dan beberapa kali kesana. insyaAllah ga pernah nyasar juga meskipun dah malam nyampe disana dan sendiri pula.

Propinsi Jawa Timur

Datang kesini karena pesawat kami transit dulu. Jadi meginjakkan kaki hanya disekitaran Bandara Juanda. Tak lebih. Melewati di atas udara tentu tak sama sensasinya dengan di darat.

Propinsi Nusa Tenggara Barat

Inilah satu-satunya propinsi yang paling jauh yang pernah ama datangi. Meskipun paling jauh ternyata seimbang dengan keindahan alam yang ditemui. Lombok termasuk pulau yang paling banyak dikunjungi bule. Bahkan ketika pergi ke pulau Gili Trawanagan seakan-akan kita lah yang pendatang karena banyaknya orang asing disana. Ulasan tentang perjalanan di NTB sudah pernah ama tulis, jadi tidak banyak juga pembahasan yang sekarang.

Gambar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s