Ketemu di Fb dari Grup Kerajaan-kerajaan di Minangkabau

Raffik Dylova said:

Catatan lain, yang menyebutkan penyerangan ke Sulit Air itu memakan waktu 5 hari, dan meninggalkan kehancuran yang luar biasa. Dengan kata lain penduduk Sulit Air pada waktu itu ‘pergi’ ke suatu tempat. Saya baru menduga mereka pindah ke Padang Barimbiang dan Kinari Kabupaten Solok, karena mereka mengaku berasal dari Sulit Air. Ada banyak pertanyaan yang menghinggapi saya selama ini :

1. Sebenarnya siapakah orang Sulit Air? Dan kenapa serangan pertama Belanda ditujukan ke negeri ini? Dalam hikayat disebutkan mereka tidak pernah beraja ke Pagaruyung, dan … tidak pernah disinggung-singgung dalam sejarah dan tambo sebelum masa itu. Hanya secuil pituah adat yang tersisa yang menyebutkan: ‘Sulit Air cumeti Koto Piliang’.

2. Benarkah pada kurun 1812-1821 ada pengumpulan pasukan Paderi di tempat tersebut?

3. Bila setelah serangan 1821 itu negeri menjadi kosong, kemudian siapakah orang-orang yang kemudian membangun kembali negeri tersebut, dan pada saat ini menjadi nagari terbesar di Sumatera Barat? Saya coba melakukan penelitian amatir selama ini, dan memang dalam tahap penyusunan puzzle. Sehubungan dengan pertanyaan nomor 2, saya menilai dari aspek geomorlogis belaka, kurang lebih sbb:

Bila kita berada di Ombilin Singkarak, terdapat dua jalan menuju ke bukit, satu ke arah Batusangkar-Pagaruyung dan satu lagi ke arah Bukit Kanduang – Sulit Air. Dari sejarah yang saya pernah dengar, sebelumnya titik di Simawang itu merupakan daerah strategis. Dan sebelumnya Inggris dikabarkan juga membangun semacam pos di tempat tersebut. Dari titik ini sebenarnya dapat dipantau ‘jalan dagang’ ke arah Batusangkat-Pagaruyung. Mengenai istilah ‘jalan dagang’ ini dapat dilihat pada Kamus Minangkabau karya Dr. Gusti Asnan. Karenanya cukup beralasan bila Belanda ingin menduduki titik ini sepenuhnya. Namun sebelumnya, saya mencurigai bila kaum Paderi juga telah menduduki titik ini.

Pada masa itu disebutkan, dari Talago Laweh Sulit Air dapat leluasa mata memandang sampai ke Padang Panjang. Apalagi bila sampai mendaki Gunung Merah, maka terlihatlah bentangan luas luhak Tanah Datar hingga perbatasan kedua luhak yang lain. Kuat dugaan saya bila pada masa 1812-1821 ada pengumpulan kekuatan Paderi di tempat tersebut. Namun tentunya telah ada pula pemukim awal yang telah tinggal di tempat tersebut, dan membangun budaya ‘cumeti Koto Piliang’. Untuk pertanyaan ke-3, saya sudah coba menghitung proyeksi mundur penduduk, untuk sekitar tahun 1840 ada kurang lebih 2.000 jiwa, atau sekitar 500 KK. Dan komposisi ini masih saya uji dengan total jumlah ruang rumah gadang. Bilamana pas, maka bisa sampai pada hipotesis: Sulit Air ‘dibangun baru’ pasca perang Paderi.

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 3 jam yang lalu

Iklan

7 thoughts on “Ketemu di Fb dari Grup Kerajaan-kerajaan di Minangkabau

  1. Assalamualaikum.. Zurrahmah (kamanakan awak tu) kalau alun kawin pasti anak IPPSA-samo sarupo kanda Raffik iko 🙂 ? ulasan tentang suliek aie-lebih lengkap dari pado ulasan suara sas, Dima tingga kmanakan ? dibantu2 lah IPPSA nyo, ka mambuek majalah TUNAS MUDA ippsa.

    oo..iyo. dipostingan nyo , do photo pak Dermawan jo uni Lin-apo hubungan dg kamanakan ??

    • Wa’alaikumussalam. di lubuak sami pas dokek tangayia. samo2 urang suliak aia. kan apak Dermawan ketua SAS di Padang, buliah ado dokumentasi tu ma yang bisa wak foto. awak ambiak foto e.

      • apo hub samo desy afwani-vera ?? dima tingga nyo uni ? arsip2 nyo kalau bulieh dpinjam untuk majalah ippsa nanti, kapan paralu jadi pnegurus ippsa lah ( kan aluy nikah lai :).

    • Awak kelahiran tahun 88, ni desi ni vera uni awak tu. kami sa nenek. kini tingga di Daerah Pendopo, Sumsel. Kalau ni Desi di Kayu Agung, ni Vera di Tanjung Rajo. Ade ko sia yo? Silahkan. Kalau ado yang bisa di bantu kecek se, tapi yo lewat internet ko lah bantuan e. awak dek godang di rantau tu agak terbatas info tentang kampuang, jadi baco info di fb jo blog buliah tau juo jo kampuang. tulisan ko tahun potang di buek e. klik se fb urang yg komen2 di tulisan ateh tu. awak masih IPPSA, alun SAS lai 🙂

      • oooh yo lah…ukhti Rahmah 🙂 , fb nyo lai aktif ndak? awak samo sakolah joDesy afwani. kbetulan awak pembina dpp ippsa,..kawan2 mau mambuaek majalh tunas muda- tp bahan, caroe manulis masih gamang adik2 tu. Kyak nyo ilmu rahmah menulis lebih mantabs kalau dibagi-kapan paralu kopi darat jo kawan2 DPP IPPSA.. tolong dibantu ajo nanti dih.

      • fb sia da? hehehe, awak masih baraja juo da. kalau dulu buku2, jo majalah awak ado di el hakim. kalau di majalah ado tu pembahasan khusus tentang menulis. dak tau lai kini buku2 tu masih ado atau indak. sebagian ado ba stempel namo awak, sebagian idak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s