Masih bertemakan jadul

Ngomongin nostalgia jadul kayaknya ga da akhirnya. Mo bahas permainan, corak pakaian, cara pergaulan, gaya bahasa, alat elektronik yang muncul, stasiun televesi dengan acaranya, model rambut, kebiasaan hingga music pun banyak yang hingga sekarang ternyata tetap masih laris untuk dibahas. Dan music termasuk hal yang paling tetap laris untuk dikenang. Suangat banyak lagu-lagu tembang lawas yang ternyata tetap syahdu untuk didengar. Ada dedy dores dengan kisah kasih di sekolah. Ama tulis lagi ah liriknya,

Resah dan gelisah menunggu disini, disudut sekolah tempat yang kau janjikan ingin jumpa denganku walau mencuri waktu berdusta pada guru. Malu aku malu pada semut yang berbaris di dinding menatapku curiga seakan penuh Tanya sedang apa disini menanti pacar jawabku. Sungguh aneh tapi nyata tak kan terlupa kisah kasih disekolah dengan si dia, tiada masa paling indah masa-masa disekolah tiada kisah paling indah kisah kasih disekolah.

Berkesan kan liriknya, apalagi dinyanyin dengan vocal yang bagus, wah mantap banget, tanpa perlu music orchestra pengiring pun bakal tetap syahdu ketika di dengar. Itu baru satu lagu. Ada lagi yang di recyle oleh penyanyi Marshanda

Sabtu malam kusendiri tiada teman kunanti disekitar ku lihat dia tiada seindah dulu. Mungkinkah ini berakhir aku tlah patah hati walaupun ku berkata bukan, bukan itu. Penyesalanku smakin dalam dan sedih, tlah kuserahkan semua hidup dan matiku. Aku tak mau menderita begini mudah-mudahan ini hanya mimpi.

Meskipun rada-rada gombal tapi tetap masih mending dibandingkan dengan kebanyakan lirik lagu zaman sekarang, yang udah vulgar banget trus cenderung musiman lagi. Jadi biasanya hitungan bulan doank lagu-lagu sekarang itu hitsnya, ntar dilupain deh. Beda dengan lagi Ebiet G. Ade yang meski nadanya ga hingar binger tapi liriknya menyatu dengan alam, sehingga sepanjang masa pun tetap dikenal. Padahal ga pake video clip yang lebay ataupun lirik yang nakal tapi tetap dicintai semua generasi. Toh gitarlah yang menjadi teman setianya, tapi itu pun sudah lebih dari cukup. “bertanya pada rumput yang bergoyang”, termasuk ungkapan yang masyhur diucapkan orang-orang saat ini ketika menggambarkan suatu kondisi yang mulai jenuh untuk mencari solusinya (menurut ama sih 🙂 hehehe).

Trus lagu Panbears yang juga cukup manis didengar. Meski “hanya satu yang tak terlupakan kala senja di gereja tua”, tapi banyak juga kok lagu lainnya yang bagus. Ada juga potongan lagu “di radio aku dengar lagu kesayanganmu”, “gelas-gelas kaca katakan padaku siapa diriku”, “pulangkan saja aku pada ibuku juga ayahku”, “jangankan mengirim surat menatapmu pun aku tak boleh” yang sekarang telah dinyanyiin kembali oleh generasi sekarang tapi kok ga terdengar merdu, lebih enak ngedengar yang penyanyi aslinya. Ada juga lagu Alda “Aku tak biasa” yang dinyanyiin juga oleh penyanyi yang cetar membahana “SYAHRINI” tapi tetap penyanyi aslinya juga yang lebih bagus untuk didengar. Entahlah sepertinya zaman dulu orang berkarya memang untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan dari hati dan ingin disampaikan pula ke hati, sehingga hati pun menerimanya. Karena sekarang ne sangat susah menemukan lagu yang bisa melegendaris sepertinya lagunya Om BIMBO, om EBIET, om IWAN, hampir semua karyanya tak lapuak dek paneh. Jadi meski itu lagu-lagunya emak bapak waktu masih sekolah kita yang sekarang udah berkeluarga pun tetap suka ngedengarinnya. Apalagi kalo lagunya dangdut om RHOMA IRAMA. Waduh, kayaknya gad a deh generasi yang ga tau lagunya BEGADANG JANGAN BEGADANG, KALAU TIADA ARTINYA, ada juga HIDUP TANPA CINTA BAGAI TAMAN TAK BERBUNGA OH BEGITULAH KATA PARA PUJANGGA, banyak juga tuh karya om Rhoma ne yang dinyanyiin ulang lagi oleh penyanyi zaman sekarang. Hebat kan mereka berkarya, padahal lagunya diciptain sewaktu mereka masih muda, hingga sekarang udah jadi kakek-kakek pun karya mereka tetap diminati, bukan hanya oleh generasi yang sezaman dengan mereka, cucu dan cicit mereka pun ternyata juga mengenal karya mereka. Jadi, kalaupun sekarang banyak bermunculan penyanyi bari, band baru, boy band or girl band, rata-rata lagu yang dinyanyiin tak lebih dari tema cinta yang tak bernyawa. Habis musim hilanglah dari ingatan.

Kemarin ne sempat nyari-nyari lagu Malaysia ketika masih sekolah. Dan ternyata waktu ngeliatnya di youtube jumlah viewernya mencapai angka sejuta lebih. Wah keren juga tuh, padahal lagu Malaysia itu ngetopnya tahun 1990an, jadi anak-anak sebaya ama atau ga beda jauh selisih umurnya ke atas lah yang cenderung pernah merasakan boomingnya lagu Malaysia saat itu, tapi mencapai angka sejuta lebih, wah pastinya mereka ga jauh beda dengan ama. Merasa lagu itu sangat berkesan, meskipun temanya tak jauh dari cinta tapi liriknya sangat dengan dengan pendengarnya. Ntar deh ama coba tulisin lagu-lagu Malaysia yang ama suka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s