Yuk Nabung

Bang bing yuk kita ke bank

Bang bing bung kita nabung

Tang ting tung hey jangan di hitung

Siapa tau kita nanti dapat untung

Itulah cuplikan lirik lagu kanak-kanak selagi ama masih anak-anak yang sekarang udah ga ingat lagi dulu tu siapa yang nyanyiin, tapi kalo ga salah diciptakan oleh Titiek Puspa. Yup, masa ama kana-kanak dulu sangat banyak beredar lagu anak-anak. Mulai dari Maisy dengan acara Cilukba, Agnes Monica dan Indra Bekti dengan Tralala Trilili, Enno Lerian dengan acara yang sama dengan nama penyanyinya, Trio Kwek Kwek, Chikita Meidy, Christina, Bondan Parkoso, Joshua, Sherina yang kebanyakan lagunya ada di film Petualangan Sherina, Tina Toon lewat Bolo-Bolo, tapi ada juga yang lagunya tentang krisis moneter kemudian mengajak untuk cinta produk dalam negeri. Meski ga tau juga sebenarnya dia juga cinta produk local atau impor, Tasya lewat Libar Tlah Tiba, dll. Yang semuanya itu menunjukkan bahwa dunia anak saat itu terpisah jauh dengan dunia remaja or dewasa yang lirik lagunya belum sesuai dengan usia kami. Dan hampir semua lirik lagu saat itu sarat dengan ilmu dan membawa pengaruh yang baik juga untuk anak-anak saat mendengarnya. Contoh lagu Maisy yang musicnya ceria menggambarkan cerianya masa anak-anak, atau lagu Trio Kwek Kwek yang beberapa lagunya sesuai banget dengan usia sekolah, seperti Bus Sekolah, dan Katanya Katanya, Chikata Meidy dengan lagu daerah Minangnya, Joshua dengan Di Obo-Obok, Bondan Parkoso dengan Si Lumba-Lumba, Christina dengan Mengapa Begini Mengapa Begitu, dan lagu yang juga berkesan tapi yang nyanyiinnya ga ingat beserta judul lagunya, tapi hamir semua liriknya masih ama hafal, yaitu Apa yang kuberikan untuk mama untuk mama tersayang, tak kumiliki sesuatu berharga untuk mama tercinta, dst. Ada juga yang nyanyiin, Papa papa janganlah merokok nanti badanya cepat rontok, papa papa papa janganlah merokok kita semua jadi mabok. Bila anak sedang belajar papa merokok sungguh menggangu, mata perih hidung pun mampet karena bau dan asap rokok.

Nah, kembali ke cuplikan lagu yang ama tulis. Sama seperti lagu-lagu yang lainnya, hampir semua lagu saat itu mengajarkan hal yang bersifat baik pada anak-anak.  Dan lagi-lagi mengena banget dengan dunia anak. Sehingga, nongkrong di depan tv buat dengerin n liatin aksi penyanyi masa kecil dulu temasuk agenda rutin ama. Apalagi kalo acaranya itu di akhir pecan seperti acara Cilukba, itu sore-sore ama ga pergi main lagi ketika jam tayangnya dah mulai. CIMG7075Jadi hingga sekarang, masih terasa berkesan ketika mengingat lagu-lagu yang terkadang memori ama mencoba mengulang kembali.

Untuk lagu yang yuk kita nabung ini. kan bagus buat ngajarin anak-anak rajin menabung sedari dini. Meskipun mereka masih menjadi tanggung jawab orang tuanya, namun dengan menggajarkan menabung sejak dini berarti telah membantu menyelamatkan selangkah masa depan anaknya agar tidak terjebak dalam perilaku hidup boros yang ketika di mulai saat telah dewasa ia akan sukar untuk di rubah. Karena telah tertanam sejak kecil bahwa uang itu digunakan seperlunya, maka ia pun mulai belajar untuk berhemat. Tidak pun waktu kecil langsung mengerti gimana perlunya bekerja untuk mendapatkan uang, setidaknya ia telah belajar bahwa yang namanya uang itu bukan untuk dihabiskan tapi juga disimpan.

Mungkin karena inilah mengapa peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak-anaknya. Anak yang terbiasa menabung sedari kecil, maka ketika ia tumbuh remaja ataupun dewasa ia tidak akan serta merta melupakan ajaran ini. terlebih, bagi orang tua yang tidak menunjukkan kasih sayang pada anaknya lewat materi yang berlimpah. Orang tua yang bijak tentunya mengajarkan si anak agar mau menabung sedikit demi sedikit uang yang ia terima agar ketika ia memiliki keinginan untuk memiliki sesuatu ia pun bisa mendapatkannya tanpa harus merengek-rengek pada orang tuanya. Hingga makin bertambah usianya ia pun semakin sadar betapa kebiasaan menabung itu sangat penting.

Banyak teman-teman ama mengira jatah bulanan ama lebih besar dibandingkan mereka. Padahal tidak sepenuhnya itu benar. Memang dibandingkan beberapa teman yang lain jatah bulanan ama cukup besar. Namun itu bagi mereka yang Allah menakdirkan kondisi keuangan orang tuanya cukp sulit, dan ini bukanlah kelompok mayoritas, sama halnya dengan teman yang Allah menakdirkan rezeki yang diamanahkan pada orang tuanya berlimpah, sehingga ia terbiasa meminta pada orang tuanya. Ini pun juga tak banyak. Yang hampir merata ama temukan ya teman-teman yang jatah bulanannya ga jauh beda dengan ama tiap bulannya. Namun, mungkin karena berbeda guru, maka beda juga ilmunya. Memang adakalanya jatah bulanan ama berlebih dibandingkan kondisi normalnya, namun biasanya ini diiringi oleh keinginan yang tak biasa juga. Berapapun jatah yang dikirim sebisa mungkin ama merasa cukup dengan yang telah diberikan. Malah, ketika memiliki suatu keinginan, tak jarang perilaku sangat hemat pun diterapkan. Karena orang tua kami tidak membiasakan memberikan apa yang anak minta. Kalo kami pengin sesuatu sebisa mungkin dari jatah sendiri, kalo pun ternyata uangnya kurang, ortu pun mau menambahkan kalau kurangnya sedikit, kalo kurangnya masih banyak ya silahkan menabung dulu.

Jadi, terkadang hanya bisa senyum saat beberapa teman yang sebenarnya jatah bulanannya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhannya, namun pada akhirnya harus ngutang karena ternyata sudah habis duluan sebelum jatuh tempo. Apalagi kalo teman ini perempuan, seharusnya lebih baik lagi dalam memanage keuangan, karena kelak ketika berumah tangga perempuanlah yang paling sering mengatur masalah keuangan. Kalo sedari awalnya terbiasa boros, maka akan sulit untuk merubahnya ketika ia telah berkeluarga. Syukur-syukur suaminya kaya raya, jadi ga terlalu pusing dengan pengeluaran yang selalu rutin, nah, kalo suaminya pegawai tok yang Cuma mengandalkan gaji bulanan, maka perlu kecermatan dalam mengalokasikan dana yang ia miliki agar kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi hingga penghasilan baru pun datang. Sangat banyak kecermatan yang ia terapkan, mengingat masa depan itu kita tak tahu. Adakalanya penghasilan yang di dapat selalu cukup dengan kebutuhan, namun mungkin juga akan muncul kondisi yang membuat kita mesti bisa mencukupkan dana yang tak cukup untuk mencukupi kebutuhan.

Ketika menyampaikan ini pada teman yang sering mengalami minus ketika akhir bulan datang, biasanya selalu saja muncul alasan yang membuatnya tak jadi menabung. Yaah, sepertinya memang kebiasaan itu lebih banyak dipengaruhi ajaran sejak dini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s