Setipis Kulit Ari

Karya : Buya Gusrizal Gazahar

Antara dendam dan keadilan,
Antara takut dan waspada,
Antara qana’ah dan keputusasaan,
Antara hemat dan kebakhilan

Bahkan antara gila dan kewarasan
Antara iman dan kekufuran
Malah antara haq dan kebathilan
Hanya ada batas… setipis kulit ari.

Jangan gamang !
Tak perlu risau !
Ia lebih keras dari baja
Bagi pemilik iman dan taqwa.
Jangan terpesona !
Tak usah jumawa !
Ia bisa lebih rapuh dari arang kertas
Bagi pemilik hati yang culas.

Kebeningannya menggoda iman
Ketipisannya merangsang syahwat
Kehalusannya meruntuh malu
Keharumannya menarik nafsu

Sering kali ia tercabik
Bahkan terkoyak.
Merubah warna
Mengaburkan mata.

Insya Allah bercampur aurat terbuka
Alhamdulillah bertemankan riba
Subhanallah diiringi kesyirikan yang dipuja
Masya Allah berpakaian nafsu yang membara
Semuanya dibungkus dengan Bismillah dan astaghfirullah.
Panorama kalimat mulia bercampur tingkah durhaka.

Tak usah heran !!!
Tasbih bergelantungan di tangan haus kekuasaan.
Selendang tersandang di pundak pemuja jabatan.
Apakah karena setipis kulit ari ?
Sehingga begitu mudah dianggap sepi ?
Bukan ! Bukan itu !
Jawabannya karena mereka pemilik iman yang mati !!!

Solok, Kamis 9 Ramadhan 1434 H.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s