Serial drama Korea vs serial drama Jepang

Mencermati trend zaman sekarang ga susah kalau di tebak biar yang remaja atau dah dewasa kayaknya ga lepas dari demam Korea. Bagi yang udah dewasa mungkin kelanjutan dari hobby semasa remaja yang masih berlanjut. Bagi yang remaja tentu saja karena emang saat mereka remaja trend yang berkembang adalah mengandrungi idola-idola gaje yang seringnya adalah actor Korea. Meskipun serial Korea sangat ngetrend zaman ama masih kuliah hingga sekarang tetap saja ama ga terlalu doyan nonton serial Korea. Kalaupun sekarang mulai tau judul n aktornya itupun karena sepupu ama doyan banget ama yang namanya Liminho. Ntah gimana nulis nama actor yang guanteng banget ini pun ama ga tau. Toh bagi ama meskipun wajahnya guanteng banget teutep aja dia ga syukur nikmat udah diberi wajah guanteng masih aja pake operasi plastic. Ama tulis aja deh perbandingan Serial drama korea vs Serial Drama Jepang berdasarkan yang ama tonton,

  1. Meski sama-sama memiliki zaman Kerajaan tapi Serial Korea lebih banyak mengulang kembali kisah kerajaannya di bandingkan Jepang. Sangat banyak malah. Tapi sebaliknya ama ga pernah nonton serial Jepang yang bertemakan kerajaan, kalaupun tau ada zaman kerajaan itupun karena serial animasinya. Bukan drama!
  2. Ama suka nonton serial Jepang coz dalam banyak serial Jepang ama melihat bahwa kesungguhan dalam bekerja adalah hal yang masih kuat mereka yakini. Sangat banyak menemukan serial ataupun movie yang menggambarkan hal demikian. Bahwa rintangan itu bukanlah penghalang dalam meraih tujuan. Bahwa masih ada alasan2 lain yang membuat kita jangan menyerah, meskipun alasannya demi orang yang disayangi. Meski ada juga bukti  kalo sedikit demi sedikit budaya mereka yang dulunya sangat teguh di pegang itu telah luntur, namun masih banyak juga movienya yang menggambarkan bahwa tak serta merta pengaruh asing mempengaruhi mereka.
  3. Karena ama cenderung lebih suka serial Jepang ama ga tau juga kalo dalam versi Koreanya juga banyak atau tidak. Tapi dari yang ama tau emang Jepang cukup bersemangat membuat movie yang bertemakan ilmu pengetahuan. Bisa dilihat dari banyaknya film yang menggambarkan kehidupan sekolah normal, kehidupan sekolah anak2 berandalan, kehidupan sekolah music, kehidupan kasus anak seorang Yakuza atau guru yang berasal dari keluarga Yakuza, pun kasus bullying yang kini sepertinya menjadi trend. Sangat banyak kan filmnya yang bertemakan pendidikan. Padahal jenis detektif termasuk juga andalan dalam serial Jepang, seperti Conan atau Galileo. Karena ama merasa bahwa dari kecil ortu telah menanamkan pentingnya pendidikan, jadi ama lebih suka nonton serial Jepang. Karena kalo Korea kebanyakan ceritanya tak lepas dari yang namanya percintaan. Meskipun embel2 filmnya kehidupan keseharian, tapi selalu saja dibumbui aroma romantisme yang cukup ngayal. Sudah menjadi rahasia umum kalo kebanyakan aktris or actor yang romantic diperannya ternyata kesehariannya tak berbanding lurus. So, ga bermutu banget deh 😉
  4. Yang paling sering jadi alasan kenapa serial Korea lebih booming dari pada serial Jepang adalah actor Korea yang guanteng banget. Asli dah, kalo mo bikin perbandingan actor memang wajah actor Korea very handsome, tapi wajar juga, toh sudah menjadi hal yang lumrah kalo di Korea itu orangnya demen banget ama yang namanya operasi plastic. Jadi meskipun wajahnya sangat ganteng tapi itu ga alami, di tambah lagi karena terlalu maskulinnya mereka, perawatan tubuh para actor tersebut juga wah, nyaingin cewek dah. Wajah ganteng tapi bentuknya kemayu. Ga tipe ama banget. Mending serial Jepang, aktrisnya cantik2 plus alami lagi, kalah jauh aktris Korea meskipun mereka udah operasi plastic. Malah menurut ama masih cantik wanita Indonesia dibanding artis Korea. Aktornya pun memang berwajahkan lelaki bukan banci, dan ga seheboh actor Korea dalam hal perawatan tubuh. Penilaian ama mungkin jauh berbeda dengan penggemar Korea, tapi begitulah, kalo mo di buat perbandingan kelebihan or kekurangannya serial Jepang lebih banyak kelebihan dibanding Korea. Dan yang paling penting, informasi akurat menyebutkan bahwa aktri or actor kenamaan Korea lebih banyak yang mati bunuh diri karena depresi. Duh, kasian banget yah, cakep-cakep tapi gampang depresi. Seperti ga menemukan hal yang indah dalam kehidupan ini, sehingga memilih untuk mengakhiri saja.
Iklan

2 thoughts on “Serial drama Korea vs serial drama Jepang

  1. edanya adalah, ak penikmat 2 drama itu, trmsk taiwan drama, istilahnya ak penikmat asian drama. Gene bedanya ak hanya membedakan berdasarkan makna cerita (meaningfull).
    1. Jepang, itu menggambarkan kehidupan, hdp masyarakat jepang, kepribadian masyarakat, makna2 kehidupan, kesannya drama jepang tuh meaningfull bgt, diselipi humor2. Coba aj liat my boss my hero jap version, hanazakarino, great teacher onizuka, meaningfull bgt critanya, jd org ketika sdh nonton bakal terkesan bgt, jd ada bekal buat hdp (jadi mns yg lebih baik lg).
    2. Korea: maap utk ini saya krg suka, tp ini fakta, crita umumnya membosankan, trll mudah, coba aj liat sll seorang cowo super kaya pewaris takhta jatuh cinta am cewe super miskin, akhirnya jadian. Blum pernah dikasih liat cowonya ga pny duit, gaya cowo nya sombong, kaya dsb, si cewe kl ga berani, biasa culun. Bahkan film bertema masa lalu pun ga beda jauh raja seneng am dayang, jenderal naksir pelayan, etc. Kl action jg kaku, tata artistik bela diri pun kacau. Beda jauh am misal hongkong. Dan trll mengedepankan idealisme cinta ga logis, intinya lebay. Trs ga meaningfull, apa faedahnya buat hdp, apa kita cewe cuman disuruh bermimpi supaya dpt cowo tajir, mimpi jd cinderella, please men wake up. Dl saya ga trll mempermasalahkan krn dl saya ababil, makanya drama korea kebanyakan disukai cewe ababil. Krn penekanannnya hanya penampilan that’s it, mau film kek sampah jg, kl liat artis kesayangan yg maen pst seneng itulah ababil dan alay. Sekian dan terima kasih, hehehe

    • yup. hampir senada dengan yang saya tulis. Meski kenyataanya sekarang Jepang pun mulai loss generation, tapi mereka masih berusaha untuk menyajikan film yang menunjukkan kuatnya budaya yang diwariskan dan sebagai budaya pewarisan bagi penerusnya dimasa mendatang untuk yang namanya pendidikan.Sebenarnya banyak juga kok film Jepang yang membuat nenek moyang mereka bakal sedih ngeliatnya kalo mereka masih hidup, tapi biasanya penikmat film ini hanya mereka yang memang hobi dengan hal yang demikian. Namun, sepertinya serial drama bertemakan pendidikan masih populer disana, terbukti adanya film yang baru tahun ini dirilis yaitu “35 sai no koukosei” yang ceritanya lebih update lagi dari sekedar kisah murid dengan murid ato guru dengan guru . kalau tadi contohnya film dragon zakura, tentang perbandingan murid pintar vs murid bodoh dalam ukuran nilai rata-rata, maka 35 sai no koukosei lebih ke fiksi bagaimana kekerasan itu (bullying) itu ternyata sekarang pun mulai menjadi wabah. setuju banget kalo serial drama itu meaningful. saya pun merasa cukup terkesan dengan serial Jepang ini sehingga meskipun sudah lama dan telah di tonton biasanya keinginan untuk menonton kembali dan mencoba mereka kembali pesan yang ingin disampaiakan lewat film ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s