Another one

Pergantian zaman adalah hal yang kita alami saat ini. Tak perlu berumur panjang untuk bisa membuktikannya. Selisih decade saja ternyata telah membawa begitu banyak perubahan baik kita sadari ataupun tidak. Terkadang merasa lumrah saja dengan hal-hal yang dulunya di anggap aneh, tapi sekarang memang begitulah trend yang muncul, jadi seolah-olah kita yang merasa berbeda tak bisa berkomentar. Menahan gelombang perubahan mungkin rada mustahil, sama halnya kalaupun memaksa diri mengikutinya. Karena cenderungnya trend saat ini pada dasarnya tidaklah sesuai fitrah manusia. Gamang, mungkin begitulah kondisi yang beberapa orang alami. Merasa sangat tak seimbangnya perubahan zaman dengan pergantian tahun. Ama masih belum tua ketika membandingkan masa kecil ama dengan masa kecil anak zaman sekarang. Ibu mereka pun bukanlah produk kelahiran yang berbeda dengan orang-orang di zaman dulu. Toh perubahan drastic ini belum cukup lama usianya. Namun, terasa sangat jauh berbeda. Meskipun bagi mereka perubahan ini sangat membantu, namun masih terasa janggal ketika harus mengikutinya selalu. Meskipun ama belum menikah, namun tak bisa ama bayangkan bagaimana keturunan ama kelak kalo zaman sekarang aja anak-anaknya merasa mereka bukanlah anak-anak, sehingga tak bisa lagi memperlakukan mereka berdasarkan umurnya yang  asih seumur jagung . Tinggal di kampung yang terpelosok pun bukanlah alternative yang terbaik, karena pengaruh zaman ini masih bisa menembus mereka. Entahlah, ama masih merasa masa kecil ama memang kebahagiaannya berbanding lurus dengan usia ama. Tak ada perasaan takut ke sekolah karena ada teman-teman yang merasa mereka jagoan sehingga bisa menindas yang lain ataupun kekhawatiran ortu kalo anaknya bakal hilang di jalan kalo ga di antar jemput saat sekolah, tak ada perasaan malu ke rumah teman karena kita tak memandang harta, status ataupun jabatan orang tuanya ketika memutuskan untuk mengangap seseorang itu menjadi teman kita, tak ada perasaan canggung  kalo pulang sekolah seringnya bersama-sama teman lawan jenis karena rumah yang searah sekaligus tetangga kita, tak merasa capek harus ke hulu hilir demi mengujungi teman yang rumahnya memang lumrahnya kampung kalo jarak antar rumah terkadang sangat jauh. Entahlah…

milad pks

Sungguh berat perjuangan ketika kelak harus melahirkan generasi yang diharapkan menjadi penerus. Sangat banyak godaan yang tak hanya membuat orang tua menjadi cemas serta gamang bagaimanakah ia bisa memproteksi generasi penerusnya. Contoh yang bisa dijadikan panutan pun semakin langka. Kalaupun ada toh ia tak dikenal luas. Jadilah idola anak zaman sekarang tak sepatutnya di sebut sebagai idola. Semoga sedikit lingkungan yang diharapkan bisa melindungi kelakpun akan ditemukan. aamiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s