PALI

Meskipun yang bersangkutan adalah penduduk asli Sumsel, mungkin belum tentu juga tau akan kabupaten yang ama tempati sekarang ini. Yah, mungkin karena masih seumur jagung atau karena lokasinya yang suangat jauh atau mungkin karena kupernya sehingga ga pernah dengar nama ini. Apapun alasannya yang jelas sekarang udah ada kabupaten baru di Sumsel yang menjadi kabupaten termuda yaitu PALI (PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR). Dari segi usianya emang menjadi paling muda seh, kan baru bulan April kemarin pejabat sementara kabupaten ini, yaitu Heri Amalindo di lantik oleh Mendagri yang urang awak, Gamawan Fauzi. Kabarnya bisa lolosnya kecamatan ini menjadi kabupaten tak lepas juga dari Nepotisme. Coz udah suangat lama diajukan menjadi kabupaten (katanya sekitar 10 tahun ckckck), tapi baru pada masanya Gamawan Fauzi yang menjadi Mendagri bisa lulus perizinanannya itupun setelah tokoh setempat menemui langsung Gamawan dengan pancingan atas nama kawan akrabnya Pak Gamawan. So ga butuh waktu lama akhirnya surat keputusan itu bisa keluar.

Meskipun sekarang menjadi kabupaten PALI, tapi ama n keluarga awalnya ga tau dengan PALI. Malah nama PENDOPO lah yang ama tau. Terhitung sejak tamat dari Unand, maka ama sudah mulai sering mendengar daerah ini. Soalnya meskipun lokasinya paling jauh dari berbagai daerah yang menjadi bidikan keluarga, daya tarik daerah ini selalu memukau. Apalagi kalau bukan karena banyaknya hasil alam yang di kandung daerah ini. Yup, Sumsel emang terkenal dengan banyaknya minyak dan gas yang dihasilkan. Dan berbicara tentang kekayaan alam tersebut daerah ini juga menjadi andalannya. Pertamina dan Medco adalah contoh raja minyak di daerah ini. Belum lagi berdirinya pabrik kertas dan pulp sebagai bukti banyaknya kayu yang dimiliki untuk di olah menjadi kertas serta dibangunnya rute khusus mobil batu bara mengingat rusak parahnya jalan di sekitar sini karena di lalui truk bermuatan berat tersebut. tambahan lagi sawit dan karet yang dihasilkannya memberikan lowongan kerja yang tak sedikit bagi warga sini. Sehingga setiap pagi di pasar khusus jual beli karetnya akan tercium aroma yang tak enak mengingat banyaknya karet yang terkumpul atau banyaknya kendaraan sawit yang lalu lalang melintas di jalan.

Luar biasa bukan hasil alam yang dimilikinya. Malah kabarnya kualitas emas di daerah ini termasuk yang paling bagus, emang belum liat langsung seh, tapi ntar kalo tabungan dah cukup ama mau coba beli biar bisa langsung liat buktinya. Ga salah kan kalo keluarga besar ama pada ngiler pengin buka usaha disini. Tapi akhirnya ama n adiak ama yang buka disini. Om ama yang udah dua kali kesini buat mastiin lokasinya akhirnya ga jadi karena di toko yang sekarang aja kekurangan karyawan, apalagi mo buka disini. Suami sepupu awalnya awalnya juga pengin, dah bawa rombongan pula ngeliat daerah ini, tapi akhirnya ga jadi juga. Saudara lain yang juga udah kesini buat nentuin lokasi tokonya akhirnya ga jadi juga. Hmm, begitulah, dah sangat banyak yang mengincar lokasi ini meskipun cukup jauh dari Palembang, akhirnya kamilah yang pada hasil akhirnya memutuskan buka disini. Mengingat lokasinya yang cukup jauh, keluarga sebenarnya menganjurkan buka di Gelumbang saja, tapi demi menghindari cek cok yang mungkin ntar timbul ya lebiah baik disini saja. Toh meskipun untuk ongkos ntar luar biasa budgetnya, tapi jauhnya lokasi menjadi nilai positif tersendiri kemudian. Kan keluarga ga bakal komentar banyak juga kali ternyata kelak kami ga bisa sering berkunjung. Hehehe mo ngeles neh =D

Meskipun kaya akan hasil alam, tetap saja ini daerah Sumsel. Sepertinya di semua daerah emang tak jauh dari tingkat kriminalitasnya yang tinggi. Padahal di atas udah ama ceritain kan betapa kayanya daerah ini dengan hasil alam, tetap saja masalah kesenjangan ekonomi menjadi problem yang tak terpisahkan. Sepertinya emang semua daerah di Indonesia yang kaya akan hasil alam tak lepas dari problematika ini. Dari segi ekonomi tentu saja sebagai orang ini Minang daerah ini menjadi sangat potensial sebagai lokasi usaha, tapi dari segi keamanan  oouw sangat rawan. Tenyata kasus pencurian sepeda motor dengan motif memberikan sendiri sepeda motornya kepada pencuri atau mau nyawanya habis dulu baru ntar pencuri pada akhirnya mendapatkan sepeda motornya. Intinya sepeda motor udah jadi target. Tinggal pilih, mo diserahkan secara suka rela atau terpaksa. Iih serem.

Bahkan kasus yang sangat menghebohkan sebagai bukti betapa brutalnya warga Palembang yaitu pembakaran toko Jaya Karya Elektronik yang pemiliknya keturunan Cina hanya karena dugaan si pemilik ini menjadi sponsor utama calon Walikota yang berdasarkan keputusan KPU kalah, namun setelah banding ke MK ia pun dinyatakan menag. Secara fisik emang si empunya toko rugi sekitar 6 miliar. Tapi sebenarnya kerugian materi tak hanya bagi pemilik toko. Warga lain yang tokonya banyak di dekat lokasi pembakaran amukan massa pun tak kalah hebohnya. Menyelamatkan barang dagang dan nyawa adalah tindakan super sibuk yang terjadi saat itu. Ante ama yang tokonya di pasar 16 Ilir saja segera menutup tokonya, apalagi warga lain yang keberadaan tokonya di sebelah lokasi kejadian. Uni ama yang jauh-jauh ke Palembang untuk membeli barang dagang dan pekerjaan lainnya harus menginap pada akhirnya karena hamper semua toko saat itu tutup. Jangankan yang Cina, yang pribumi pun banyak yang tutup. Jadilah ia pun harus merelakan satu hari itu ia tak bisa di rumah dengan anaknya karena harus menginap di Palembang. Ama yang besoknya memiliki rencana ke Palembang pun kasak kusuk mencari informasi agar dapat kejelasan bisa tidaknya besok ke Palembang. Hari normalnya saja Palembang itu macet, apalagi waktu terjadi kerusuhan tersebut. Ampere nyaris tak bisa di lalui, padahal di seberang sana jalanan sepi karena hampir semua toko yang tutup. Ih, ngeri juga lah waktu ngedengar kondisi Palembang saat itu. Esoknya saja, toko Cina tempat ama berbelanja pun masih sedikit waspada takut kejadian yang tak diharapkan terjadi. Alhamdulillah ternyata itu tak terjadi.

Nah, dapat gambaran kan betapa gawatnya watak orang sini. Ama pun sudah pernah mengalami kejadian yang menunjukkan betapa jahatnya orang sini. Bahkan ortu ama yang habis borong belanja di pasar pun bisa kehilangan barang belanjanya yang ia tarok tepat disampingnya agar tak kerepotan saat ngasih uang ke kasir waktu membeli garam. Gerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr. Ga tau juga ke depan emang mau mutuin netap disini atau ga. Habis harus kuat mental dan kuat fisik kalo mo mutuin netap disini. Karena berbagai tindakan criminal adalah hal yang lumrah disini.

tapi untuk jalan Alhamdulillah sekarang lagi di cor. tentu saja konsekuensinya harus antrian selepas simpang Belimbing, karena panjangnya rute jalan yang di cor. tidak apa-apa, asalkan kelak ketika ke Pendopo badan itu ga terasa pegel lagi karena buruknya jalan yang dilewati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s