Ku biar kalam berbicara

Ku biar kalam berbicara
Menghurai maksudnya di jiwa
Agar mudah ku mengerti
Segala yang terjadi
Sudah suratan Ilahi

Ku biarkan pena menulis
Meluahkan hasrat di hati
Moga terubat segala
Keresahan di jiwa
Tak pernah ku ingini

Aku telah pun sedaya
Tak melukai hatimu
Mungkin sudah suratan hidupku
Kasih yang lama terjalin
Berderai bagaikan kaca
Oh teman, maafkanlah diriku

Oh Tuhan
Tunjukkan ku jalan
Untuk menempuhi dugaan ini
Teman, maafkan jika ku melukaimu
Moga ikatan ukhwah yang dibina
Ke akhirnya

Aku tidak kan berdaya
Menahan hibanya rasa
Kau pergi meninggalkan diriku
Redhalah apa terjadi
Usahlah kau kesali
Mungkin ada rahmat yang tersembunyi

 

Meskipun rangkaian lirik di atas adalah baitnya lagu Unic, tapi ama ingin menggambarkan situasi hati ama saat ini. emang tidak persis sama kondisi penulis lagu ini dengan yang ama alami, tapi hampir semua tulisan di lirik ini emang juga terjadi pada diri ama. Dan tidak cukup hanya pada satu individu, namun lebih. Ama tak ingin menguraikannya secar terperinci, karena toh itu semua juga tak menyelesaikan problema ini. ama hanya ingin sedikit cerita hati yang sepertinya tak bisa lagi ama bagi selain kepada sandaran yang hakiki. Nulis rangkumannya bisa menjadi secarik memorial yang kelak ingin ama ingati kalau sudah terlupa. Sedikit clue untuk mengingat kejadian ini yaitu, “kareh angok, mada, sensi gaje, ga sensi banget, kedekut, ongeh, pamaleh, menyembunyikan keterangan, jutek, ketus, main tuduh, troitor, sick, disgusting, sok, pandendam, ikut campur, urang pandai,”

Sangat banyak keywords yang bisa di tulis, tapi sedikit yang tlah disampaikan setidaknya sudah bisa menjadi gambaran tentang siapa ama. Dulu sempat tak yakin akan melekatnya semua parangai dari setan ko ka diri ama, namun bergantinya waktu tlah menyadarkan ama, emang beginilah ternyata parangai ama. Dan parahnya, tak berhenti sampai yang ama tulis saja. Masih ada dan sangat banyak berbagai jenis penyakit hati menghuni relung hati. Tak cukup samapi di hati saja, berbagai organ dan anggota tubuh pun tak luput dari  yang namanya perbuatan dosa. Jadi sangat wajar, sangat banyak sebenarnya insane yang hatinya terluka karena ama. Dan ternyata ketika hati sudah terluka itu sangat perih rasanya. Dan kini mungkin langkah yang ama ambil cenderung ekstrem. Ama tidak akan menggangu lagu orang-orang yang ternyata karena ama hatinya terluka dan ia pun secara nyata menerangkannya. Sangat tidak nyaman ketika kita pun menjadi penyebab ketidaknyamanan orang lain. Tak ada yang diuntungkan, hanya merugikan diri sendiri apatah lagi orang lain. Mungkin inilah bukti ama tu pendendam, selalu mengingat perbuatan salah orang pada kita. Namun biarlah ama pendendam daripada ketika ia tak kuat lagi menerima kenyataan bahwa parangai buruak ama emang sangat banyak dan toleransinya untuk ama sepertinya emang tidak cukup banyak. Karena parahnya ama emang dah masuk stadium tinggi, bukan gejala lagi. Jadi mustilah ekstra waspada orang-orang ketika berteman dengan ama.

“seseorang itu akan berada pada agama temannya. Oleh sebab itu, hendaklah salah seorang di antara kamu memperhatikan siapa temannya”. H. R. Turmudzi

Jauhilah olehmu teman yang buruk. Karena sesungguhnya engkau akan dikenal dengannya (ibnu Asakir)

Betepa besarnya pengaruh teman pada diri seseorang, dan ama tak ingin orang lain turut rusak karena berteman dengan ama yang rusak. Ini baru segelintir orang yang menyadari betapa emang rusaknya ama, tak ingin banyak korban lagi berjatuhan karena belum mengenal ama, maka ama pun harus membatasi pergaulan agar korban lain pun tak berjatuhan. Karena sekali ama sampaikan, pengaruh teman itu emang membius. Semoga yang merasa pernah menjadi teman ama segera sadar akan bahaya yang mengintainya ketika tetap melanjutkan ukhuwah ini. dan menemukan sabuah pertemuan yang akan membuatnya lebih baij, seperti yang di lirik lagu Unic pada judul “Sebuah Pertemuan”.Gambar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s