Jembatan titi bagonjong

Salah satu ikon lain dari daerah yang bernama Sulit Air adalah Jembatan Titi Bagonjong. Dinamakan demikian karena jembatan penghubung ini memiliki atap yang bergonjong di atasnya. Ga banyak deh jembatan di Indonesia yang memiliki atap, apalagi gonjong. Jadinya emang termasuk kekhasan yang namanya Sulit Air juga neh sarana. Bagi yang mau ke rumah kami pun ga bakal susah. Coz satu-satunya rumah di pinggir kali yang berhadapan langsung dengan jembatan ini adalah rumah kami. Jadi ketika salah seorang senior kampus ama waktu itu ke rumah buat ngambil titipannya yang ama bawa, cara ketemuannya gampang. Cukup dia berhenti di tengah jembatan dan menghadaplah ke pinggir sungai. Maka akan langsung keliatan deh rumah kami. Hehehehe. Gampang khan:-D
Nah, Cerita tentang kenapa jembatan ini ama tulis juga karena ternyata bagi orang tua kami jembatan ini mempunyai kisah. Malah di Majalah SUARA SAS edisi September 2010/Maret 2011 ama baca tulisan salah seorang tokoh senor yang nulis tentang kenangannya ketika masih menetap di Sulit Air. Penulis, yaitu Hamdullah Salim menulis “MENIMBANG-NIMBANG DIRI DIKALA USIA MEMASUKI SENJA” di halaman 46 dan 47. Pada awal tulisan ada sedikit prolog tentang Forum Komunikasi Pangka Titi (FKPT) yang dibentuk oleh sejumlah tokoh Sulit Air yang sudah memasuki usia senja. Dituliskan
‘Pangka Titi adalah suatu pojok kecil di ujung jembatan, termasuk diatas jembatan itu sendiri, yang membentang di atas Batang Katialo Sulit Air, menghubungkan Koto Gadang dengan Silungkang. Pangka Titi sering digunakan oleh warga Sulit Air untuk saling berjanji dan bertemu, untuk saling berberita dan bersilaturrahim, memperbincangkan masalah sehari-hari, dari yang ringan sampai berat, dari masalah keluarga, dagang, tani sampai ke masalah politik, bercanda sampai berdebat keras dan bersuara tinggi. Itulah dia Ota Pangka Titi; maka tempat ini masyhur dengan sebutan parlemen jalanannya Sulit Air.
Di paragraph lain juga di tulis. “ selain Gunung Papan atau Gunung Merah Putih, agaknya Pangka Titilah yang merupakan bagian yang paling indah dan paling emosional dari sulit air.” Nah, kalo senior-senior dulu ja banyak yang menghabiskan banyak kenangan dengan jembatan ini, lalu kenapa kita tidak mencobanya. Yuk momen pulang basamo tahun depan kita jadikan juga tempat ini sebagai markaz tongkrongan kita. Secara konfrensi dulu tempatnya sudah di Koto Tuo, so giliran titi lagi yang menjadi ajang pertemuan kita selanjutnya. Baa kawan-kawan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s