Catuik

Bagi warga sulit air seharusnya tidak asing dengan kosa kata ini. Apalagi bagi yang telah merantau. Kosa kata ini akan sangat banyak ia jumpai jika ia sering bergaul dengan warga sulit air di perantauan, khususnya Jakarta. Yaup. Mancatuik adalah salah satu profesi terbesar yang di lakoni sebagian besar pemuda sulit air di Jakarta. Bagi yang menemukan profesi lain biasanya kalo ga manggaleh, ya mungkin bekerja di kantoran. Tapi tetap saja sepanjang yang ama tau sebagian besar masih memilih profesi ini. Kalo ga salah teman ama dulu pernah menyebut “rasaki pukak harimau” untuk mengganti istilah lain dari tidak tetapnya penghasilan yang di peroleh. Ama pertama kalinya familiar dengan istilah ini yaitu tahun 2010. Saat reunion dengan teman-teman SD salah seorang teman cowok royal banget dengan hartanya. Selain uang, pulsa termasuk yang banyak ia berikan. Secara simpati itu mahal kalo buat nelpon nelpon. Jadi ga banyak yang mau berkorban pulsa untuk ngubungi teman-teman yang jadwalnya udah harus ngumpul. Nah, saat dah pada ngumpul semua barulah tau ternyata teman ama ini berprofesi sebagai pancatuik juo. Ama ga tau itu profesi apa. Coz meski punya keluarga besar tapi gad a anggota keluarga ama tu yang milih profesi. Waktu minta dijelasin itu profesinya gimana ga banyak penjelasan yang teman dan guru ama berikan. Akhirnya ama pun ga bertanya lagi. Ternyata 2011 ama berjumpa lagi dengan profesi ini. Kali ini karena calon suami sepupu ama juga berkutat dengan profesi ini. So bertanya lagi dunk ama ini profesinya apa. Banyak versi yang ama terima. Dan disimpulkan saja jualan ATK. Karena ama ga pernah liat langsung gimana cara kerjanya. Namun, karena penyampaian dari banyak pihak memberikan versi yang tidak juga sama. Ya kalo di Tanya sekedar tau ama tau. Tapi kalo minta dijelasin kayaknya Tanya aja langsung sama pelakunya. Toh kebanyakan orang sulit air di Pasar Rumput dan sekitarnya menggeluti profesi ini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s