Masa kecilku

Menjadi orang Suli Air adalah suatu kebanggan tersendiri bagi amah. Sulit Air Sepakat itulah nama ikatan kami para warga Sulit Air di tanah rantau. orang Minang terkenal perantau, maka adalah hal yang lumrah ketika orang datang ke Sulit Air merek akan menemukan kondisi wilayah yang sepi dari penduduk, karena kebanyakan penduduknya lebih senang untuk merantau daripada hidup dikampungnya sendiri. Bialah hujan batu dikampuang surang daripado hujan hujan ameh di nagari urang, sepertinya motto tersebut tidak akan bertahan lama bagi masyarakat Sulita, karena memang bukti dilapangan menunjukkan bahwa hidup dirantau lebih baik daripada dikampung halaman. tapi kami warga perantau tidak akan lupa akan kampung sendiri. Tinggi-tinggi tabangyo

 bangau pulangnyo ka kubangan juo adalah makna simbol dari lambang SAS ( SULIT AIR SEPAKAT) suatu ikatan yang menunjukkan bahwa warga perantau tidakmelupakan sulit Air. Itulah gunanya agenda “Pulang Basamo atau Konferensi” menjadi bagian tak terpisahkan bagi kami. Suatu momen kami warga rantau dari pelosok manapun Indonesia atau Luar Negeri semuanya pulang basamo ka suliak ayia. Momen yang membuatku tiba-tiba kaya mendadak karena menerima begitu banyak THR. Yup sungguh saat-saat yang paling indah yang selalu kulewati sejak masa kecilku.     

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s